2010: Pupuk di Gresik Diusahakan Tidak Langkah

Kebutuhan pupuk di Gresik selalu kurang, padahal Pabrik pupuk sendiri ada di Gresik, aneh memang, namun itulah fenomena yang terjadi setiap tahun,

Pembagian/alokasi pupuk bersubsidi itu disahkan oleh anggota DRP RI pusat, lalu melalui menteri pertanian, di teruskan ke Gubernur dan terakhir ke daerah. Itu urutan-urtanya/pembagian/alokasi yang diberikan kepada daerah, walaupun Pabriknya di Gresik, belum tentu Gresik dapat bagian lebih banyak, demikian disampaikan Skretaris Daerah Kab Gresik mewakili Bupati Gresik saat membuka Rakor Evaluasi penyaluran pupuk bersubsidi tahun 2009 dan rencana kebutuhan pupuk bersubdisi tahun 2010. Di Ruang mandala Bhakti Praja lantai IV Kantor Bupati, tadi pagi.

Kebutuhan pupuk tahun 2009 mencapai 51.395 ton, hingga bulan Nopember 2009 baru terealisasi sebesar 33.407 Ton atau 65% sedang sisanya sebesar 17.989 ton direncanakan akan habis akhir tahun ini sesuai dengan musim tanam tiba.
Namun demikian ke depan pemerintah daerah tetap berupaya agar jumlah pupuk bersubsidi di Gresik naik dari tahun sebelumnya, jika terealisasi maka di tahun 2010 tak ada kelangkaan pupuk lagi, tegasnya.

Kelangkaan pupuk di Gresik itu lebih di sebabkan musim tanam yang tidak tetap artinya petani di Gresik dalam bercocok tanam menyesuaikan musim hujan, sehingga jika musim kemarau pupuk mengendap dan tidak di butuhkan petani, baru musim hujan mereka beramai-ramai mencari pupuk.

Sementara itu kabag Administrasi Perekonomian Drs harys irianto ,MM melalui kabag Humas pemkab Gresik Drs. M Hari Syawaludin. MM menjelaskan bahwa realisasi kebutuhan pupuk bersubsidi diGresik tahun 2009 mencapai 51.395 ton sedang untuk tahun 2010 rencana kebutuhan pupuk sector Pertanian sebesar.141.771 ton.

Rakor yang menghadirkan kelompok tani/tambak, penyuluh pertanian, camat dan hal-hal yang terkait lainya bertujuan untuk memberikan informasi kepada masyarakat tentang penyaluran pupuk bersubsidi, memberikan informasi tentang alokasi pupuk, memperkecil penyalahgunaan distribusi pupuk dan kesepahaman antara Pemerintah, distributor dan masyarakat/petani (agus sipit)