banner 728x90

23 Tim Ikuti Lomba Pencak Macan Di Lumpur

macankabargresik.com – Seni tradisi pencak macan ini sangat populer dikalangan kabupaten Gresik, untuk melestarikan kesenian Gresik. Jum’at (21/10) kelurahan Lumpur menggelar perlombaan Pencak macan.
Hal lain menjadi daya tarik dari perlombaan ini, yang mengikuti lomba bukan orang dewasa, tapi anak-anak yang menjadi peserta lomba. Tentu saja gelak tawa penonton kadang-kadang mengiringi penampilan pencak macan itu.
Menurut Abuth Thufal selaku ketua panitia, untuk perlombaan seni macan peserta yang ikut ada 23 tim yang memeriahkan perlombaan kali ini. Tidak hanya dari lumpur sendiri, dari desa-desa lain juga ikut serta memeriahkan perlombaan pencak macan. Karena menurutnya, seni tradisi pencak macan ini sudah tidak lagi milik kelurahan lumpur, tapi milik kabupaten Gresik, maka tak heran jika banyak dari warga sekitar ikut menonton.
“Pesertanya ada dari perwakilan RT kelurahan lumpur, MI miiftahul ulum, SDN lumpur, pagar nusa, desa Meduran, desa Rumo, desa Tepen kelurahan Sukomulya, dan banyak mas” katanya.
Untuk penilaian lomba panitia membuat kriteria seperti, karakteristik, power, alur keserasian tim, penampilan dan kesoponan. “Ada tiga dewan juri yang menilai dari perwakilan pendekar lumpur Herman. Pagar Nusa Wawan, dari DKG (dewan kesenian Gresik) A. Arip mereka kita pilih karena memahami betul apa pencak macan itu,” tambahnya lagi.
Thufal juga menjelaskan filosofi daripada pencak macan pada prinsipnya yaitu kembali pada jati diri manusia itu sendiri. Sebagai manusia mungkin setiap saat watak buruknya dapat nampak didalam kehidupan itu.
“Seperti dilambangkan dengan fisik seekor binatang layaknya macan, monyet apalagi gondoruwo pada saat keimanan manusia itu telah mulai menipis hingga mudah serta mudah tergoda dengan bujukan setan atau gondoruwo maka dengan tanpa sadar manusia itu dapat senantiasa memperebutkan kekuasaan serta keduniawian,” pungkas Thufal. (aam.k1)

Tags: