Banyak Nelayan Tidak Tahu Hari Ikan Nasional

image

Kabargresik_ Hari Ikan Nasional yang jatuh pada tanggal 21 November 2014 sepi kegiatan. Bahkan banyak warga pesisir Gresik yang tidak mengetahui adanya hari Ikan nasional tersebut.

Peringatan hari Ikan nasional sendiri herdasarkan keputusan Presiden nomor 3 tahun 2014 tentang Hari Ikan Nasional yang ditandatangani mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada tanggal 24 januari 2014. Kepres tetsebut berisi tentang peningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia dan mendukung ketahanan pangan dan gizi nasional.

Warga nelayan di desa Lumpur kecamatan Gresik kabupaten Gresik yang berada di pangkalan Bale Gede dan Bale Cilik tidak mengetahui kalau hari Rabu (21/11) adalah Hari Ikan nasional.

Menurut pengankuan nelayan setempat Zuli (40) pemerintah belum pernah mensosialisasikan adanya hari ikan trrsebut. Sehingga nwlayan si desa Lumpur nanyak yang tidak tahu.

“Gak ngerti mas, kalo hari ini hari ikan, kalo ngerti hitu kita bisa bikin kegiatan yang meriah,” ujar Zuli.

memberikan Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) namun pemerintah membangunkan jalan peprek berbahan kayu guna mempermudah nelayan parkir ketika air laut surut.

Setali tiga uang, Sokran (41), bapak 2 anak ini juga tidak paham kalau ada hari ikan.

“Memang kalau ada hari ikan kita bisa dapat ikan atau bantuan dari pemerintah gitu,” ujar Sokran ketus.

Keresahan para nelayan ini bisa dimaklumi, sebab pendapatan mereka sebagai nelayan kian hari kian turun. Selain tangkapan minim, harga kebutuhan bahan pokok juga terus naik.

“Cari ikan sekarang sulit karena banyaknya limbah pabrik dan kapal kapal besar yang berlabuh di tengah laut, pendapatan sehari100 rubu sudah bagus biasanya perhari 50 ribu, 25 ribu, bahkan sampai 10, “ujar bapak 2 anak ini.

Parahnya lagi,  harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi naik, padahal setiap melaut menghabiskan kurang lebih 5 liter solar, tidak sesuai dengan harga ikan yang sekarang menurun, ” trus bojoku melu sopo, pemerintah sugeh tapi gak ngerti nasipe nelayan”, tegas Sokran (41) nelayan asli lumpur.

Para nelayan meminta kepada pihak pemerintah untuk membantu supaya perekonomian nelayan maju. (Yudi)

Editor: zumrotus

Tags: