Bijak Di Dunia Digital Sebagai Refleksi Kebangkitan Nasional

kabargresik.com Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-110 di Halaman Kantor Bupati Gresik, Senin (21/5/2018) dihadiri Wakil Bupati Gresik Dr. Mohammad Qosim yang bertindak selaku Inspektur Upacara mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjauhkan dunia digital dari anasir-anasir pemecah belah bangsa dan konten negative.

“Hal ini perlu agar anak-anak kita bebas berkreasi, bersilatuirahmi, berekpresi, dan mendapatkan manfaat. Kita harus menjaga persatuan dalam memecahkan masalah, harus berbagi beban yang sama, merapatkan barisan jangan sampai terpecah belah” ujar Qosim.

Upacara Hari Kebangkitan Nasional Pemkab Gresik tahun 2018 yang kali ini mundur sehari, diikuti oleh ASN Pemkab Gresik, anggota Polisi dari Polres Gresik, Anggota TNI dari Kodim 0817 Gresik, serta berbagai unsur dari berbagai organisasi masyarakat dan keagamaan.

Selain itu, pada upacara kali ini tampak hadir di kursi undangan seluruh anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Gresik. Camat se Kabupaten Gresik serta para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Gresik serta Pejabat setingkat eselon III di Pemkab Gresik.

Wabup juga mengajak untuk memaknai peringatan Hari Kebangkitan Nasional tahun ini di lingkungan sesuai tugas masing-masing. Kita tingkatkan semaksimal mungkin untuk memfasilitasi peningkatan kapasitas sumber daya manusia terutama generasi muda, yang akan membawa kepada kejayaan bangsa di tahun-tahun mendatang.

Sementara Kepala Bagian Humas dan Protokol Sutrisno menyatakan bahwa masyarakat sebagai bagian penting dari bangsa ini perlu diingatkan kembali soal komitmen kebangsaan mereka setelah 110 tahun Hari Kebangkitan Nasional.

“Sesuai arahan Wabup Qosim, penting untuk menegaskan kembali komitmen kebangsaan. Bangsa ini kan sebetulnya diikat oleh komitmen, bukan karena materi, bukan karena hal-hal lain, tapi karena adanya komitmen kebangsaan,” kata Sutrisno usai mengikuti upacara

Dia menekankan pentingnya masyarakat untuk kembali mengingat betapa komitmen kebangsaan telah menyatukan para pemuda dari berbagai pelosok Nusantara untuk mendirikan organisasi Boedi Oetomo pada 1908. (Tik)

Tags: