Bupati Gresik Tasyakuran Dapat Opini WTP Dari BPK

Ketua DPRD Gresik A Hamid memberikan potongan tumpeng Kepada Kepala DPPKAD Gresik, Dr. Yetty Sri Suparyatie. (foto: Humas Pemkab Gresik)

Ketua DPRD Gresik A Hamid memberikan potongan tumpeng Kepada Kepala DPPKAD Gresik, Dr. Yetty Sri Suparyatie. (foto: Humas Pemkab Gresik)

Kabargresik.com Bupati Gresik gelar tasyakuran setelah diterimanya opini Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI yang mendapat predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), pada Rabu (1/6/2016). Tampak hadir pada tasyakuran yang dilaksanakan di Ruang Puteri Cempo, Wakil Bupati Gresik Dr. Mohammad Qosim, Ketua DPRD Gresik Abdul Hamid serta seluruh kepala SKPD se Kabupaten Gresik.

Saat memberikan sambutan, Bupati Sambari menyatakan terima kasih kepada semua pihak, para Kepala SKPD, Anggota legislatif yaitu Ketua DPRD yang ikut hadir di Ruang Puteri Cempo Kantor Bupati Gresik. “Kami berterima kasih atas dukungan doa masyarakat. Kami juga sempat was-was, andai opini WTP BPK ini tidak kami dapat tahun ini, dipastikan Pak Hamid dan kawan kawan akan membentuk Panitia khusus (pansus). Untung opini WTP ini kami dapat sehingga tidak ada pansus untuk kami” tutur Sambari yang didampingi Wabup Qosim.

Kami juga sangat berterima kasih atas kerja keras teman-teman. “Saya mengapresiasi kerja teman-teman kepala SKPD. Kala itu saya hanya memberi target waktu setengah bulan saat saya kumpulkan para Kepala SKPD pada 14 Maret 2016 di ruang rapat DPPKAD. Saya memberikan deadline tanggal 29 Maret seluruh SKPD harus menyelesaikan semua laporan keuangan. Alhamdulillah ternyata semuanya bisa dilakukan” tegasnya.

Berbagai inovasi dibidang keuangan daerah, diantaranya adanya perubahan dalam pengelolaan administrasi keuangan yang sejak tahun 2015 dari pengelolaan berbasis kas menjadi pengelolaan berbasis akrual. Pengelolaan keuangan secara akrual terbukti semua laporan keuangan semakin transparan dan akuntabel. Bersamaan dengan itu adanya 3 (tiga) Peraturan Bupati (perbup) terutama terkait khusus pada pengelolaan aset daerah seakan memberikan dukungan terhadap pengelolaan asset daerah tersebut . “ Memang selama ini keberadaan aset menjadi batu sadungan dalam meraih WTP.

“Marilah kita pertahankan yang baik ini dan kedepan akan selalu kita perbaiki. WTP kali ini merupakan tonggak yang harus kita tradisikan setiap tahun. Memang ini sebuah pekerjaan berat, tapi ini merupakan tantangan bagi kita semua untuk bekerja lebih baik dan lebih professional dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat” ajak Sambari memberi semangat para Kepala SKPD yang hadir.
Saat tasyakuran, aneka makanan khas Gresik tersaji. Ada sego mener, bubur harisah, nasi krawu, dan minuman legen. Suasananya sangat terasa khas Gresik banget, apalagi saat itu Bupati Dr. Sambari Halim Radianto Wakil Bupati, Dr. Mohammad Qosim serta Ketua DPRD Gresik, Ir. Abdul Hamid sangat menikmati hidangan ‘sego mener’ tersebut.

Tampak para tokoh dari kota Pudak ini sangat lahap menikmati sajian sego mener. “Ini kuliner khas favorit pak Ketua DPRD. Sajian sego mener ini kami persembahkan khusus untuk pak Hamid” ujar Sambari yang memang sejak remaja berkumpul dan bersahabat dengan ketua DPRD Gresik Abdul Hamid. “Ini nuruti panjenengan pak Hamid” tambahnya lagi.

Sementara Kabag Humas Suyono mengatakan, diadakannya tasyakuran ini karena opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) adalah yang pertama diterima Kabupaten Gresik. “Sebelumnya laporan keuangan Pemkab Gresik hanya mendapat opini wajar dengan pengecualian (WDP). Saya katakan tahun ini adalah luar biasa” ujarnya.  (ADV/tik)

>
Tags: