Dila, Peraih NUN MTs Tertinggi Jatim Teramcam Putus Sekolah

Idholatud Dilala (foto:sutikhon/gresik images)

Dunia pendidikan Gresik kembali mengukir prestasi. Prestasi gemilang kali ini dipersembahkan oleh Idlohatud Dilalah (15), siswi MTs Kanjeng Sepuh Sidayu. Dilah panggilan akrabnya ini meraih peringkat 1 (pertama) Ujian Nasional (UN) tingkat Madrasah Tsanawiyah (MTs) se-Jawa Timur dengan jumlah nilai UN murni 38,95.

Resep keberhasilannya ternyata mudah, Dillah didampingi Kepala MTs Kanjeng Sepuh Sidayu, Muhammad Mujib menuturkan, sejak kecil, dirinya memang dibiasakan oleh orang tuanya (Mundlir-Anis Khumaiyah,Red) untuk selalu belajar tekun. Selain itu, Mundir, sang bapak yang berprofesi sebagai Modin, selalu mengajarkan untuk senantiasa mengerjakan sholat malam serta puasa Senin-Kamis.

“Sejak masuk di bangku Madrasah Ibtidaiyah (MI), saya memang bertekat ingin membahagiakan kedua orang tua dengan jalan mengukir prestasi di sekolah. Oleh karena itu, di sela-sela saya membantu orang tua berjualan aneka jajanan, setiap ada waktu luang pasti saya gunakan untuk belajar. Dan Alhamdulillah, akhirnya saya bisa mempersembahkan prestasi dengan meraih NUN tertinggi se-Jatim,” ungkapnya dengan nada haru, Minggu (5/6).

Sementara Kepala MTs Kanjeng Sidayu, Muhammad Mujib menambahkan, selama mengenyam pendidikan di MTs Kanjeng Sepuh, Dillah memang selalu menjadi bintang pelajar mulai kelas 7,8,dan 9. Tidak hanya itu, Dillah juga istiqomah menyabet prestasi di berbagai kegiatan, baik Olimpiade MIPA, Pelajar Teladan, pidato Bahasa Inggris, maupun siswa berprestasi tingkat Kabupaten Gresik.

Prestasi yang diraih Dila, ternyata membawa kesedihan, pasalnya cewek penyuka pentol bakso ini memang punya kemauan untuk melanjutkan ke sekolah yang lebih modern dan maju, namun faktor keuangan keluarga membuatnya memendam keinginan tersebut.

Oleh orang tua Dila, akhirnya cewek pendiam ini hanya disekolahkan di sekolah Madrasah Aliyah setempat. “karena terbentur biaya pendidikan, Dillah akhirnya akan melanjutkan sekolah di MA Kanjeng Sepuh. saja Karena sekolah ini dekat dengan rumah,” jelas Mundir serius.

Sebenarnya tawaran beasiswa pendidikan memang ada, namun hanya menanggung biaya pendidikan satu tahun sajayang menjadi keberatan pihak keluarga,  tanpa biaya hidup di kota. Hal ini karena keluarga Dila tidak mau repot dan pontang-panting menanggung beban hidup dan pendidikan Dila. 

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kab. Gresik, Wanda Metini Hiariej mengaku bangga dengan prestasi yang diraih Idlohatud Dilalah (15), siswi MTs Kanjeng Sepuh Sidayu. Pihaknya berharap, prestasi yang telah diraih Dilah bisa diteladani oleh siswa lainnya. Disinggung tentang kelulusan siswa SMP sederajat, lulusan UGM Yogyakarta ini menjelaskan, dari 17.675 anak didik yang mengikuti ujian nasional kemarin hanya ada 3 siswa yang tidak lulus. “Dibanding dengan kelulusan SLTA di Kabupaten Gresik, kelulusan SLTP prosentasenya lebih bagus. Jika SLTA kelulusan mencapai 99.92, sementara SLTP mencapai 99,98 prosen,” tandas Wanda. (tik)