banner 728x90

Evaluasi PSBB Kab Gresik :Tidak Optimal Karena Pengawasan Terlalu longgar

PSBB diperpanjang hingga tanggal 25 Mei mendatang, Bupati Gresik Sambari Halim Radianto langsung melakukan evaluasi terhadap PSBB tahap pertama. Dengan didampingi Wakil Bupati Moh. Qosim, evaluasi tersebut juga dihadiri oleh unsur Forkopimda.
.
Bertempat di ruang Graita Eka Praja, Senin (11/05), Bupati Sambari memimpin langsung pembahasan evaluasi PSBB yang sudah 13 hari berjalan.
.
Bupati mengatakan bahwa ada sejumlah hal yang menyebabkan pelaksanaan PSBB di Gresik belum optimal. Diantaranya adalah jumlah personel yang masih kurang. Ditambah lagi, di setiap area check point juga masih tampak sejumlah kendaraan yang lolos dari pemeriksaan.
.
Ia meminta agar petugas di tiap titik check point lebih di optimalkan lagi dengan penambahan jumlah personel. Sehingga pemeriksaan dapat dilakukan secara menyeluruh.
.
“Di check point kita belum maksimal. Kami minta agar petugas jaga dapat ditambah agar dapat terlaksana secara optimal. Bersama Pak Kapolres dan Pak Dandim akan kita pantau terus. Mudah-mudahan dengan diperketat dapat berhasil,” kata Bupati Sambari.
.
Yang tak kalah penting saat ini, sambung Bupati, adalah peran para satgas covid-19 di tingkat desa. Kepala Desa bersama BPD didampingi Babinsa dan Bhabinkamtibmas harus bekerja ekstra untuk memonitor kondisi yang ada di wilayahnya masing-masing.
.
“Pengawasan di tingkat desa harus diperkuat dan satgas Kabupaten juga harus ikut mengawasi,” ujarnya.
.
Dengan begitu, ia optimis bahwa permasalahan virus covid-19 dapat di tekan penyebarannya. Bahkan dapat segera terhenti penyebarannya. Apalagi jika didapati ada warganya yang terindikasi rentan, maka harus dilakukan karantina dan harus benar-benar diawasi.
.
“Para kepala desa harus lebih aktif lagi. Sebab yang tak kalah penting adalah pengawasan di tingkat paling bawah, yakni di tingkat desa,” katanya.
.
Dirinya mengungkapkan, sejak dilakukan launching PSBB pihaknya mengaku telah melakukan berbagai upaya termasuk sosialisasi secara masif hingga ke tingkat paling bawah. Dengan upaya tersebut diharap masyarakat mulai paham bahkan terlihat antusias mengikuti aturan PSBB.

Dalam pantauan kabargresik.com di sejumlah wilayah, masih ditemui warga yang asik nongkrong di warung kopi dan warung makan diatas waktu pemberlakuan jam malam (pukul 21.00 Wib) diantaranya warung-warung yang berada di alon-alon Sidayu yang jaraknya hanya 50 meter dari Mapolsek Sidayu yang selalu buka hingga subuh dan tidak ada penindakan. (Tik)

Tags: