Fara Malang Harus Disayang


​kabargresik.com – Nimas Ayuza Farakisma (Fara) (26) hanya bisa terbaring lemah seorang diri di dalam salah satu kamar kos berukuran tiga kali dua meter di jalan Panglima Sudirman (Pangsud), Gresik. Perempuan kelahiran Banyuwangi itu hanya hidup seorang diri dengan menahan sakit yang diderita sejak dua tahun lalu karena mengidap penyakit kanker getah bening stadium 4.
Ia harus melawan penderitaan akan penyakitnya seorang diri tanpa ditemani sanak saudaranya, orang tuanya telah berpisah sejak Fara panggilan akrab Nimas Ayuza Farakisma duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP). Ayah kandungnya kini telah berumah tangga lagi, sedangkan Ibunya berada di Taiwan untuk mencari nafkah. keduanya  sudah lama tidak memberi kabar maupun nafkah kepada Fara.
Tubuhnya yang kurus kering dengan rambut yang mulai rontok dampak kemo therapi membuatnya semakin menderita. Perempuan dengan panggilan akrab Fara itu mengetahui penyakit yang ia derita sejak dua tahun lalu ketika memeriksakan diri disalah satu rumah sakit di kabupaten Malang.
”Saya mengetahui penyakit ini sejak dua tahun lalu ketika berobat di salah satu rumah sakit di kota Malang. saya hidup sendiri, orang tua saya sudah berpisah” kata Fara ketika ditemui kabargresik.com di Kamar Kosnya, Jalan Pangsud Gresik.
Keinginannya untuk sembuh semakin kuat, Perempuan kelahiran 26 tahun silam itu lantas menjual rumah yang merupakan aset satu-satunya yang ia miliki untuk berobat. Saking tidak kuat menahan penyakit, ia memutuskan untuk berobat ke salah satu klinik terkenal di Jakarta. Tak malah sembuh, penyakit yang ia derita semakin parah.
Setelah melakukan pengobatan di klinik modern, dan tak kunjung sembuh. ia memutuskan untuk berangkat ke Gresik untuk menjalani pengobatan di salah satu klinik alternatif yang terdapat di kecamatan Cerme Gresik. tapi naas, keinginannya untuk sembuh malah membuatnya semakin menderita dan penyakitnya semakin parah.
”Setelah berobat di salah satu klinik di Jakarta dan semakin parah. dari informasi salah satu teman saya, katanya di Gresik terdapat klinik pengobatan Alternatif terkenal. tak berpikir panjang, saya langsung ke Gresik” lanjut dia
Setelah menjalani pengobatan alternatif selama tiga bulan. kondisi paska menjalani pengobatan alternatif semakin parah, Fara pun ditemukan oleh salah satu komunitas peduli duafah Gresik yakni ”Omah Duafah”. ketika ditemukan oleh salah satu penggiat yang bergerak di bidang sosial tersebut, Fara ditemukan dalam kondisi mengenaskan, dengan bobot hanya 35 Kilogram serta rambut yang mulai rontok efek kemo therapi.
Dian Setyorini (32) penanggungjawab Omah Duafah Gresik kemudian menceritakan awal mula bertemu dengan Fara, ketika ia di telepon oleh salah satu rekannyannya perihal terdapat salah seorang hidup sebatang dengan mengidap penyakit kanker getah bening stadium 4 yang hidup di kota pudak.
”Ketemu Fara pada 5 April 2017. karena kondisinya mengenaskan dan kanker stadium 4, lalu kami antar untuk menjalani kemo Therapi pada 11 April 2017 disalah satu rumah sakit swasta di Gresik” tandas Dian.
Dian menjelaskan, ia bersama teman sekomunitas lalu menemani Fara yang hidup seorang diri di kota pudak. “Mulai dari pengobatan hingga kehidupan sehari-hari kami tanggung dengan biaya dari donatur kami” akunya. (Akmal/k1)

>
Rate this article!
Tags: