Ingin Memang Pendukung MONASH Ziarah Wali

Sekitar 200 orang jamaah organisasi massa Nahdlatul Ulama (NU) Desa Banyutengah, Kecamatan Panceng, Senin (5/4)melakukan lawatan ziarah ke makam-makam Walisongo yang ada di Jawa Timur. Tak terkecuali makam Maulana Malik Ibrahim dan Sunan Giri yang ada di Kabupaten Gresik. Sejatinya kegiatan tersebut hal lumrah yang lazim dilakukan kalangan Nahdliyin-red sebutan para pengikut NU, tetapi menjadi tidak biasa, manakala mereka membawa issue suksesi Pemilukada Gresik.

H Achmad Syafi’las, ketua rombongan peziarah, terang-terangan mengakui kalau dia dan rombongan berziarah mengemban misi khusus, mendoakan pasangan Drs Mohammad Nashihan SH, MH dan H Syamsul Ma’arif agar terpilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati Gresik 2010-2015. ”Kami sebagai Nahdliyin juga berhak menentukan pilihan sendiri, karena NU sendiri sangat menjunjung demokrasi,” kata Syafi’ Las.

Ny Haryani, ketua rombongan Fatayat NU menambahkan sebagian besar peserta adalah ibu-ibu fatayat, juga dari unsur muslimat dan jamaah pria yang dipimpin Kyai M Amin, ulama setempat. Mereka datang untuk mendoakan Monash-Syamsul, agar menjadi pilihan yang tepat bagi rakyat Gresik. “Alasan lain tentu karena beliau putra daerah kami, pasti bangga to kalau ada bupati asli Panceng,”ungkap perempuan paruh baya ini.

Tidak mau kalah, Khusniah yang mengaku dari unsur Muslimat NU, berharap kalau pasangan calon Bupati/wabup nomor 4 tersebut menang pemilukada, birokrasi di Gresik akan lebih baik. ‘Lebih egaliter, terbuka, hubungan kerja profesional, bukan seperti kyai dan santri sehingga otokritik bisa jalan,” tandasnya.

Rencananya mereka dengan menggunakan 3 armada bus bakal keliling berziarah ke makam Walisongo yang ada di Jatim, plus makam Gus Dur di Jombang.
Dikonfirmasi terpisah, Monash–sapaan akrab Mohammad Nashihan, mengaku terharu dan berterimakasih atas dukungan Nahdliyin di Panceng. ”Terimakasih atas dukungannya, saya baru tadi pagi diberitahu ketua rombongan, bahkan sampai ada yang jual kambing untuk sangu,”ujar pengacara senior ini penuh haru.(wko)

>