Kendaraan Dinas Pemda Gresik Akan Berganti BBG

Rupanya Pemerintah Republik Indonesia serius dalam program konversi dari Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Bahan Bakar Gas (BBG). Salah satu buktinya Senin Kemarin (24/4) Bupati Gresik, Dr. Sambari Halim Radianto menandatangani nota kesepahaman dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik.Penandatanganan yang dilakukandi Lobby Utama Kementerian ESDM.

banner 468x60

 Selain Bupati Gresik, beberapa kepala daerah di Indonesia ikut menandatangani nota kesepahaman  Gas Bumi untuk Sektor Transportasi tahun 2012. Ada 3 kepala daerah dari Jawa Timur masing-masing Bupati Gresik, Walikota Surabaya dan Bupati Sidoarjo. Selain itu beberapa kepala daerah lain di Indonesia masing-masing kepala daerah dari DKI Jakarta, Kota Bekasi, Kota Depok, Kota Tangerang Selatan, Kota Bogor, Kabupaten Bogor
Seperti disampaikan Bupati Gresik melalui Kabag Humas Pemkab Gresik, Andhy Hendro Wijaya, Diversifikasi bahan bakar minyak (BBM) ke bahan bakar gas pada  sektor transportasi merupakan salah satu bukti keseriusan Pemerintah  untuk memberikan pilihan bahan bakar transportasi dan mengurangi BBM yang harganya mahal dan tidak ramah lingkungan.

“Ini merupakan amanat UU No 30 tahun 2007 tentang Energi yang mengamanatkan perlunya diversifikasi untuk pengurangan penggunaan minyak bumi dan hal ini sejalan dengan Perpres No. 5 tahun 2006 bahwa target bauran energi pengunaan minyak bumi dari 51% menjadi 20% pada tahun 2025” ujar Bupati menirukan pidato Menteri ESDM. Sampai saat ini, pemanfaatan gas bumi untuk sektor transportasi belum maksimal, tambahnya lagi.Alokasi Gas dari Pemerintah untuk Gresik, Surabayadan Sidoarjo, yang nantinya dipasok dari PHE West Madura Offshore dan Santos dengan total volume gas sebesar 10,2 MMSCFD.

Terkait nota kesepahaman tersebut, Pada tahun 2012, Pemerintah akan membangun infrastruktur gas bumi SPBG di Surabaya, Gresik dan Sidoarjo dimana SPBG akan dibangun Pada tahun 2012, Pemerintah juga akan membagikan 25.500 unit converter kit kepada kendaraan dinas dan angkutan umum. Program ini diharapkan dapat menghemat 0,3 juta KL BBM atau subsidi BBM sekitar Rp 1,5 Triliun. Program diversifikasi dari BBM ke gas pada sektor transportasi merupakan salah satu program prioritas nasional yang memberikan keuntungan bagi masyarakat dan Pemerintah. (sdm)
Powered by Telkomsel BlackBerry®