Membunyikan Kembali Dawai Lenon Machali

rps20161016_084521_089.jpg

Aku ingini kematianmu koruptor, karena kau yang menjauhkan puisi kejujuran. Dari hati para penyair yang rela berkorban, demi kemerdekaan makna kepercayaan.

Kau kacaukan. Kau jungkir balik pengertian, tentang kehormatan berbangsa, dan indahnya berbahasa dalam peradaban saling percaya.Telah kau lumat dalam nafsu serakahmu”

begitu puisi karangan Lenon Machali yang dibacakan Nuryantini sebagai pembuka acara mengenang Lenon Machali budayawan asli Gresik tersebut, Sabtu malam (15/10).

Sosok Lenon Machali memang tidak bisa disingkirkan begitu saja dalam dunia Seni di kota Pudak ini, nyatanya puluhan warga Gresik berkumpul riuh di Gedung Pusponegoro itu untuk mengenang karya-karya Lenon dalam bentuk puisi ataupun naskah teater. (15/09/2016)

Sebagai perwujudan mengenal sosok Lenon Mahali lebih dalam, komunitas Gresik Movie juga menyajikan film pendek tentang dirinya. Memperlihatkan bagaiama kisah hidup seorang sastrawan asli Gresik tersebut.

Acara yang bertema “mari berbagi” ini juga dihadiri beberapa budayawan Gresik dan luar kota, seperti Urip Panada, Inung Pelukis, Zainur dari bengkel, Nur Faqih, Nizam Zukri. Selain pumutaran film, ada penampilan puisi-puisi karya Lenon yang dibacakan, dan penampilan teater SMA 1 Muhammadiyah, dan komunitas Cager.

Irfan Akbar selaku Ketua Pelaksana mengaku, kalau acara ini memang dikonsep untuk mengenang Lenon dalam karya-karyanya. Seperti penampilan oleh Teater Ekstra SMA 1 Muhammadiyah itu membawakan naskah karangan Lenon yang berjudul “ayah ku pulang” selain menampilkan karya Lenon panitia sengaja menghadirkan pelukis yang melukis secara langsung di lokasi tersebut.

“Ini sebagai perwujudan kasih sayang kita untuk Pak Lenon, maka kita hadirkan karya-karya untuk tetap mengenang beliau, karena bagi kami untuk menghadirkan beliau kembali caranya adalah menampilkan karya-karyanya,” pungkasnya panjang lebar.

“Karena Pak Lenon sosok guru ndak hanya ngasih ilmu, dia orang nya sabar. Hidupnya separu didiikasikan untuk mengajar, Pak lenon itu perpustakan, dia punya segalanya segala pertanyaan dia pasti bisa menjawab,” kata seseorang yang juga mengaku sebagai murid Lenon Machali itu.

Begitu juga yang dikatakan oleh Nur Faqih budayawan Gresik itu, sosok Lenon Machali adalah seniman kritis yang peka dalam lingkungannya. “Dia tidak pernah menutup mata pada ketimpangan sosial yang melingkarinya itu, maka jangan heran puisi-puisinya lebih banyak pada kritik,” ujarnya

“Oranngnya tidak banyak bicara, bertemu siapapun dia lebih banyak mendengarkan, orang sederhana dapat dilihat dari segi performa dari keseninya,” kata Nur Faqih mengenang. (Aam/k1)

>
Tags: