PDAM Gresik Tidak Layani Pengembang Baru

Kabargresik_ Untuk  meningkatkan kualitas pelayanan PDAM, Bupati Gresik Dr. Sambari Halim Radianto meminta untuk sementara PDAM tidak melayani sambungan terhadap pengembang baru.

banner 468x60

Pernyataan ini disampaikan saat rapat Koordinasi Distribusi air PDAM ke Pelanggan wilayah Perkotaan yang berlangsung di Ruang Mandala Bakti Praja Bupati Gresik, Senin (8/7).
 

Dalam 4 bulan terakhir, layanan PDAM Gresik sudah semakin baik. Hal ini senada dengan penambahan debet air bersih atas kerjasama Pemkab Gresik dengan PT.  Drupadi dan PT. Dewata Bangun Tirta. Dari 2 perusahaan tersebut, PDAM Gresik mendapat tambahan produksi air bersi h sebesar 450 liter/detik. Menurut kalkulasi matematis yang disampaikan Bupati Gresik,  jumlah total stock air bersih PDAM Gresik sebesar 782 liter/detik.
 

Sedangkan kebutuhan masyarakat sebesar 445 liter/detik. “Padahal masih ditambah lagi dari produksi PT Drupadi dan PT Dewata Bangun Tirta sebesar Rp. 450 liter/detik. Kalau jumlah itu tidak cukup, kemana air tersebut mengalir ?” ujar Bupati saat menyampaikan sambutan pada acara itu. Bupati juga menekankan agar PDAM lebih mengutamakan kepentingan masyarakat. “Kami tidak membebani PDAM untuk surplus dan memasukkan keuntungan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Yang penting, masyarakat dapat terlayani. Bahkan kami siap menganggarkan milyaran rupiah untuk PDAM” ujar Bupati.
 

Terkait harga air PDAM yang dikenakan kepada masyarakat sebesar Rp. 1.125/m3 Bupati menyatakan harga itu terlalu murah.  Bahkan Bupati mengatakan harga air di Gresik termurah di Indonesia. Tentu pihaknya tidak serta merta menikkan tariff air PDAM tersebut. Bupati bertekad untuk semakin meningkatkan layanan dan kelancaran air bersih ini kepada pelanggan PDAM Gresik.  
 

Terkait dengan layanan PDAM Gresik, Dirut PDAM Gresik, Muhammad mengklaim 31,68% penduduk Gresik telah bisa dilayani. Berdasarkan survey yang dilakukan pihak PDAM, 62% pelanggan menyatakan layanan air PDAM lancar, sedangkan 23% menyatakan kurang lancar. Hasil survey ini disampaikan oleh Muhammad saat Rakor tersebut.
 

Dalam rakor yang dihadiri Bupati, Sekda, anggota Badan Pengawas serta Manajemen PDAM Gresik, Camat Gresik dan Kebomas, Lurah dan Kepala Desa dari Kecamatan Gresik dan Kebomas. Rapat koordinasi yang merupakan audiensi untuk mencari masukan serta solusi untuk perbaikan layanan PDAM ini dihadiri juga oleh sekitar 150 orang tokoh masyarakat Pelanggan PDAM dari kecamatan Gresik dan Kebomas. Pada kesempatan itu, Muhammad mengeluhkan tariff air PDAM di Gresik terlalu murah. “Sejak tahun 2002 kami tidak menaikkan tariff” katanya.
 

Beberapa pelanggan PDAM menyatakan keluhannya. Beberapa diantaranya adalah Mualim warga Kroman Kecamatan Gresik yang masih mengeluhkan kelancaran air PDAM di tempat tinggalnya. Keluhan juga disampaikan oleh Samsul asal Pekauman kecamatan Gresik yang mengeluhkan tentang adanya tagihan air meski airnya tidak keluar beberapa saat yang lalu. Sedangkan warga Kedanyang yang hadir pada acara tersebut mengeluhkan tidak adanya layanan PDAM di desanya. (sdm)
 

Editor: zumrotus S

Tags: