Riris Anak Pesisir Yang Sukses Bisnis Fashion Java

rps20160602_215006_382.jpgKabargresik.com Tak selamanya hobby shoping itu berakhir dengan pemborosan. Setidaknya hal ini diakui oleh Riris Fitadiana Ghofir (39). Pengakuan Riris ini disampaikan saat memberikan motivasi puluhan pelaku UKM Gresik yang berkumpul di Ruang Rapat Kantor Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan Gresik pada acara temu UKM pada Kamis (2/6/2016).

banner 468x60

 
Saat beranjak dewasa Riris mengaku sudah memiliki pekerjaan mapan, yaitu di USAID Indonesia di Jakarta. Namun setelah menikah serta adanya keberatan dari suami, Riris mencoba untuk berusaha. Dia memulai dengan mengadakan survey dan pemetaan disekitar rumahnya. Selain itu, Riris yang mengaku suka shoping ini melihat perilaku konsumen. Akhirnya Riris menjatuhkan pilihan untuk membuka usaha busana muslim.
 
Awalnya saya membuka Toko Java Muslim Fashion ditempat yang kurang representative. Di toko pertama saya ternyata penjualannya kurang bagus. Karena kesibukan mengurusi rumah tangga, saya memindahkan usaha di sekitar rumah yaitu daerah Gresik Kota Baru (GKB). Seiring menggeliatnya GKB sebagai area perdagangan, ternyata berpengaruh baik kepada tokonya. Sedikit demi sedikit ternyata tokonya tersebut mulai ramai banyak pelanggan.
 
Saat ini ibu 3 anak  Asli Weru Paciran tersebut sudah memiliki 6 toko dengan 25 orang karyawan tetap dan 50 orang karyawan borongan. Showroom dan tokonya  tersebar di Kabupaten Gresik dan di Kota Surabaya. “Saya tak harus berpuas diri dengan keadaan tersebut. Makanya saya terus berinovasi. Perlu diketahui, usaha fashion ini harus terus update. Kalau tidak, sebulan saja tidak mengeluarkan produk baru maka akan ditinggalkan oleh konsumen” paparnya memberikan tips kepada para pelaku UKM.   
 
kata kunci yang penting bagi orang yang memulai berusaha yaitu, jangan berkecil hati, jangan minder, jangan menyerah dan tetap belajar. “Pengalaman saya ketika memulai usaha. Saat itu saya melihat hasil produksi saya yang ternyata masih kurang bagus dibanding yang saya temukan di took lain. Saya tidak berkecil hati. Saya pelajari dengan tekad saya harus membuat yang lebih baik dari barang yang saya lihat tadi” ujarnya memberi semangat.
 
Kepala Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan Gresik, Najikh melalui kabag Humas Suyono mengatakan, Pihaknya secara rutin mengumpulkan para pelaku UKM baru setiap enam bulan sekali. “Karena masih baru, mereka butuh motivasi dari pelaku UKM yang sukses. Disini kami memfasilitasi dengan membantu proses produksi terstandard, perijinan, kemasan dan etiket serta pemasaran”. Urainya. (Tik)
Tags: