banner 728x90

RS Muhammadiyah “Terbakar” Pasien Dievakuasi

image

Pasien RS Muhammadiyah Gresik dievakuasi tim Medis pada simulasi tanggap bencana kebakaran. (Foto: A Ghofar/kabargresik.com)

Kabargresik_ Rumah sakit Muhammadiyah Gresik Sabtu siang, (9/1) kelihatan terbakar. Kebakaran terlihat dilantai 2 gedung yang berada di Jl Kh Kholil Gresik.

Beberapa tenaga medis mengevakuasi pasien dan ditempatkan diarea terbuka dan jauh dari titik api. Sementara itu petugas pemadam kebakaran melakukan pemadaman.

Dari pantauan lapangan, jalan KH Kholil sempat macet karena beberapa warga sekitar sempat menghentikan kendaraannya untuk melihat peristiwa tersebut.

  Kebakaran ini merupakan simulasi tanggap bencana yang dilakukan RS Muhammadiyah Gresik bekerja sama dengan MDMC,  Dinas Pemadam Kebakaran, dan Polres Gresik.

Direktur RS Muhammadiyah dr Musa Ghufron mengatakan, simulasi ini bertujuan untuk antisipasi apabila terjadi bencana kebakaran baik di area rumah sakit maupun dari luar, “bentuk antisipasi kami terhadap bencana baik dari luar maupun du rumah sakit ini”. Katanya, Sabtu (09/01).

Dia juga menjelaskan dari simulasi ini nantinya pihak rumah sakit bisa mengukur kemampuannya baik dari segi medis maupun kapasitas ruangan yang ada di RS Muhammadiyah Gresik.

Sedikitnya, 1 mobil pemadam kebakaran 1 unit mobil evakuasi dan ambulan serta mengerahkan puluhan personil pemadam kebakaran.  dalam simulasi kali ini jugamelibatkan 100 orang terdiri dari karyawan rumah sakit baik dari tim medis maupun non medis dan masyarakat sekitar.

“Ini upaya kami untuk melatih kesigapan dalam menghadapi bencana, meningkatkan koordinasi, komunikasi karena dalam keadaan seperti itu pola komunikasi sangat penting”. Kata dr Musa Ghufron.

Jalannya simulasi mengundang perhatian keluarga pasien di rumah sakit dan pengguna jalan sekitar lokasi simulasi, tapi tidak sampai mengganggu pasien rawat inap karena sebelumnya sudah di sosialisasikan pihak rumah sakit kepada keluarga pasien.

Kegiatan ini di pantau langsung oleh Pengurus Daerah Muhammadiyah (PDM), Kementerian Kesehatan, dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). (A Ghofar/tik/K1)

Tags: