Ketemu BNPB Sambari Tayakan Jembatan Bulangkulon

Kabar Gresik_ Datang ke Gresik Kepala Badan Nasional Penaggulangan Bencana Nasional Syamsul Maarif ditagih realisasi pembangunan Jembatan Bulangkulon senilai Rp. 11,7 milyar. Selain itu Bupati Gresik, Dr. Sambari Halim Radianto juga meminta bantuan mobil rescue double cabin. “Hal ini penting, karena untuk memobilisasi bantuan bencana perlu kendaraan khusus yang kuat dan lincah” ujar Bupati kepada Syamsul Maarif di ruang Graita Eka Praja, Senin (15/4).

 

Menjawab keinginan Bupati Gresik, Syamsul Maarif akan segera mengupayakan mobil rescue double Cabin tersebut. “Segera akan kami anggarkan kalau hanya mobil” katanya. Tentang jembatan Bulangkulon yang pernah dijanjikan dulu, Syamsul menambahkan agar bersabar lebih dulu. Pihak BNPB akan berkoordinasi dengan beberapa kementerian untuk merealisasikan hal tersebut.

 

Kunjungan Kepala BNPB Ke Kabupaten Gresik dalam rangka koordinasi dengan Kepala Daerah yang terkena bencana banjir luapan Bengawan Solo yaitu Bupati Gresik, Bupati Bojonegoro, Kepala BPBD Lamongan, dan Kepala BPBD Tuban. Para perwakilan dari 4 Kabupaten ini saling melaporkan tentang keadaan bencana serta penanggulangan yang telah dilakukannya didaerahnya masing-masing.

 

Bupati Gresik, Dr. Sambari Halim Radianto menyampaikan kejadian bencana di Gresik selama tahun 2012. Mulai dari bencana cuaca buruk sehingga tidak bisa memberangkatkan kapal ke Pulau Bawean. Dampaknya 500 orang calon penumpang kapal menuju Bawean terkatung-katung selama 4 hari. “Selama empat hari, kami memberikan nasi bungkus total 6000 bungkus nasi” kata Bupati.

 

Dampak cuaca buruk ini juga dirasakan oleh 2000 orang nelayan Gresik yang tidak melaut. Pemkab Gresik memberikan bantuan berupa beras 5 kg/KK. Sedangkan bencana lain yang dilaporkan Bupati yaitu puso dan kekeringan di 13 Kecamatan. “ Akibat kekeringan 2012 Pemkab Gresik memberikan bantuan air sebanyak 600 tangki. Selain itu Tanaman padi puso dialami oleh 7.238 petani”ujarnya.

 

Khusus bencana banjir akibat meluapnya Sungai Bengawan Solo, Bupati Gresik menyebutkan ada 2 desa yang parah yaitu Desa Tiremenggal dan desa Madumulyorejo keduanya di Kecamatan Dukun. Bupati juga telah merelokasi 20 rumah dari 24 rumah yang direncanakan di desa Tiremenggal. Sedangkan di desa Madusidomulyo, Pemkab Gresik berencana segera merelokasi sebanyak 26 rumah warga.  

 

Selain berkoordinasi dengan Kepala Daerah, Kepala BNPB beserta rombongan juga akan melakukan peninjauan ke beberapa daerah bencana. Untuk di Kabupaten Gresik, Syamsul Maarif akan melakukan kunjungan ke Desa Tiremenggal Kecamatan Dukun. (sdm)

Editor: zumrotus S

About Editor02

Check Also

Uang Ngopi Ditafsir Bonus Prestasi

Beredar berita tidak sedap yang menyebut Atlet Peraih Medali Emas Asal Bawean Hanya hanya dikasih …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *