Anggota PPS PekaumanTerbukti Ikut Kampanye PKB

Kabargresik_  Panitia Pengawas pemilihan umum (Panwaslu) Kabupaten Gresik,  memeriksa Aris Budiono, salah satu anggota PPS kelurahan Pekauman Gresik yang terindikasi ikut dalam kampanye Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

     Ketua Panwaslu Gresik, Sidiq Notonegoro, Selasa (25/3) mengatakan, pemeriksaan dilakukan berdasarkan bukti berupa gambar atau video yang menunjukkan Aris ikut dalam kampanye PKB dan memakai kaus dengan lengan berwarna hijau mirip warna partai politik yang saat itu sedang melakukan kampanye terbuka di jalan Notoprayitno Gredik. Kaus tersebut dibalut rompi sehingga tidak begitu terlihat gambatnya. Namun teman yang berada satu sepeda motor memakai kaus berlogo parpol.

     “Kita punya bukti berupa gambar atau video, sehingga kita panggil PPS bersangkutan untuk diperiksa hari ini di kantor Panwaslu,” katanya.

     Dikatakannya, keikutsertaan anggota PPS dalam kampanye menyalahi kode etik dan netralitas, sebab sebagai penyelenggara Pemilu wajib bersikap netral dan prosfesional, sehingga partai politik dan masyarakat tidak dirugikan.

     Sementara usai dilakukan pemeriksaan, Panwaslu akan menggelar rapat pleno dengan seluruh anggota komisioner untuk mengambil keputusan terkait kasus tersebut.

     “Kita belum berani memberikan kepastian keputusan, sebab kita kaji dulu hasil keterangan Aris, baru hasil pleno akan di rekomendasikan ke KPU,” katanya.

     sementara itu, Aris Budiono mengelak jika dirinya mengikuti kampanye PKB, dan beralasan keberadaannya dalam kampanye itu untuk menemui undangan temannya dan membicarakan masalah bisnis. 

     ”Tidak, saya tidak ikut kampanye, saya hanya menemui teman,” ujar Aris ketika dikonfirmasi terkait kasus ini.

     Selain itu, Aris mengaku tidak berada di lokasi kampanye, dan hanya berada di warung sekitar 20 meter dari lokasi.

     Terkait dengan adanya bukti video milik Panwaslu, Aris mengaku hanya pasrah jika memang dirinya terbukti dan dipecat sebagai PPS. 

     ”Saya tetap tidak merasa bersalah, tapi kalau memang dipecat karena masalah ini ya tidak apa-apa,” katanya.

Netralitas penyelenggara Pemilu di Gresik memang patut dipertanyakan. Beberapa waktu lalu saat Pemilihan Gubernur Jatim. Salah seorang anggota KPU Gresik dilaporkan Panwaslu Kab Gresik ke KPU terkait keberadaannya bersama calon wakil Gubernur saat berkunjung disebuah Masjid didaerah Duduksampeyan.(tik)

About Editor02

Check Also

Limba Cair Hitam Dekat Pabrik Jebe Koko Milik Siapa

Limbah cair diduga dibuang di selokan dekat PT JeBe KoKo Jalan Raya Manyar, KM 25, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *