Banjir Dan RS Gresik Selatan Masuk Nawakarsa NIAT

Paslon Cabup dan Cawabup Gresik, Fandi Akhmad Yani – Aminatun Habibah (Niat) menegaskan, penanganan banjir luapan Kali Lamong menjadi salah satu program prioritasnya. Jika Niat terpilih memimpin Gresik periode 2021 – 2025.

Menurut Gus Yani, pemerintahan Sambari – Qosim selama dua periode ini dinilai tidak serius menyelesaikan persoalan Kali Lamong. Mereka terkesan saling lempar kewenangan. Padahal masyarakat hanya ingin ada tindakan serius dan nyata supaya banjir tidak lagi menjadi momok bagi warga Gresik selatan.

“Saya kira kalau pemkab Gresik dua periode ini serius, pasti mampu menyelesaikan banjir Kali Lamong. Misalnya periode awal pembebasan lahan, periode kedua penuntasan dari Balai Besar Bengawan Solo (BBWS),”ujar Gus Yani usai menyampaikan Visi Misinya (Nawakarsa) di Posko Pemenangan Srembi, Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, Rabu (30/9/2020) petang.

Gus Yani menegaskan, saat ini paslon Niat sudah memiliki solusi untuk menyelesaikan masalah banjir Kali Lamong. Namun, pihaknya belum mau menyampaikannya secara detail,”Dalam waktu dekat akan kami jabarkan secara detail, kalau sekarang khawatirnya ditiru,” kata Gus Yani sembari senyum.

Selain masalah banjir, Gus Yani juga mengkritisi masalah jaminan kesehatan di Gresik. Sebab, banyak warga yang mengeluh karena harus mengeluarkan biaya sendiri. Padahal tugas pemerintah adalah menjamin kesehatan warganya.

“Banyak masyarakat yang sakit tapi tidak mendapat jaminan kesehatan gratis. Kartu KIS yang dimilikinya tidak berfungsi lagi. Ini artinya pendataan dibawah sangat amburadul,” ucapnya.

Belum lagi mengenai fasilitas kesehatan (Faskes) seperti Rumah Sakit (RS) di Gresik selatan. Padahal mereka mempunyai harapan besar kepada pemerintah Gresik untuk membagun Rumah Sakit (RS) di selatan.

Sehingga kalau berobat tidak perlu lagi ke RS luar Gresik. Seperti mayoritas warga di kecamatan Wringinanom dan Driyorejo masih banyak yang memilih berobat ke kota lain lantaran jarak tempuh ke RSUD Ibnu Sina Bunder sangat jauh.

“Selama ini mereka harus berobat ke RS Mojokerto dan Surabaya. Malahan di Wringinanom ada yang bilang hanya gara-gara masalah berobat keluarganya ingin pindah jadi warga Mojokerto,”bebernya.

Saat ditanya prioritas target 100 hari kerja pertama jika setelah dilantik nanti, Bu Min menjawabnya diplomatis. “Nanti saya sampaikan kalau sudah terpilih saja. Biar kami tidak banyak janji tapi langsung memberi bukti” pungkas Bu Min.

About Editor02

Check Also

Ribet Urus Izin UKM Krupuk Sidayu Gagal Ekspor Ke Belanda

Pengusaha krupuk di wilayah Kecamatan Sidayu mengeluh sulitnya mengurus ijin dari Pemerintah. Terutama ijin untuk …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *