Limba Cair Hitam Dekat Pabrik Jebe Koko Milik Siapa

Limbah cair diduga dibuang di selokan dekat PT JeBe KoKo Jalan Raya Manyar, KM 25, Kabupaten Gresik. Adanya Limbah berwarna kecoklatan itu akhirnya dilaporkan ke Dinas Lingkungan Hidup namun hingga kini penanganannya tidak jelas.

Keberadaan limbah tersebut ditemukan lembaga swadaya masyarakat (LSM) Front Pembela Suara Rakyat (FPSR). Temuan itu sudah dilaporkan ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik dan aparat kepolisian.

Sayangnya, laporan yang dilayangkan sejak pertengahan Agustus 2020 lalu belum mendapat tanggapan. “Sampai saat ini DLH Gresik belum melakukan tindakan,” ujar Aris Gunawan, Ketua FPRS Gresik, Kamis (1/10/2020).

Aris menduga limbah cair itu B3, sisa produksi dari PT JeBe KoKo. Selain mencemari lingkungan. Juga menimbulkan bau tak sedap. Dan meresahkan masyarakat.

“Saat kami temukan di lokasi baunya sangat menyengat. Jika menyerap ke sumur warga akan membahayakan,” imbuhnya.

Pihaknya berharap, DLH Gresik melakukan tindakan terhadap perusahaan yang diduga sengaja membuang limbah sisa produksi tersebut. “Masak DLH melempem,” imbuhnya.

Aris menyebut, pembuangan limbah itu bertentangan dengan UU Nomor 32/2009 tentang perlindungan dan pengelolahan lingkungan hidup. Peraturan pemerintan (PP) No 27/2012 tentang ijin lingkungan dan PP No 101/2014 tentang pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3).

Terpisah, Kabid Pengendalian Pencemaran Lingkungan DLH Gresik, Bakhtiar tidak memberikan keterangan. Saat dihubungi melalui selulernya tidak direspon.

Sementara itu executive general affair PT JeBe KoKo Ditya Rahmawati saat dikonfirmasi wartawan pada 28 September 2020 mengatakan bahwa apa yang dilaporkan lembaga swadaya masyarakat itu tidak benar, “itu tidak benar mas, bisa jadi itu sumbernya dari luar bukan dari pabrik kita” ujar Ditya melalui komunikasi WhatsApp.
Ditya juga mengaku kalau pihaknya sudah dikonfirmasi oleh DLH Kab Gresik terkait pelaporan dugaan adanya pembuangan limbah cair. “Beberapa waktu lalu kami ditelpon DLH terkait itu dan sudah kami jelaskan”  tutup Ditya singkat. (Tik)

About Editor02

Check Also

2 Warga Ngajaran Terapung Di Bendung Gerak Sembayat

Dua warga ditemukan tewas mengapung di Bendung Gerak Sembayat, Kecamatan Bungah, Gresik, Senin (28/9/2020). Kedua …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *