Wirausahawan Muslim Harus Mampu Membaca Peluang Era Digital

Sekolah Tinggi Islam Darrutaqwa (STAIDA) Gresik. Rabo (10/02/2021) mengadakan workshop lewat Webinar terkait Peluang Ekonomi Syariah di era digitalisasi.

Kegiatan ini adalah bagian dari pemberdayaan ekonomi khususnya prodi ekonomi Syariah Staida Gresik.

Webinar ini juga menghadirkan narasumber Dr. Ahsania Hendratmo SE, M.Si Dosen Ekonomi Syariah FEB Unair dan Direktur Lembaga Inkubator Bisnis Unair.


Ahsania Hendratmo mengatakan, Peluang bisnis diera digital dan global adalah bagaimana peluang ekonomi Yang tidak ribet, bisa memberikan solusi pada seseorang atau pada dirinya contoh gojek, Nujek. ” Melalui Aplikasi seperti itu dengan cepat bisa memberikan nilai kepuasan bagi pengguna. “Katanya

Ditambahkan, Peluang bisnis diera digital harus bisa memberikan inovasi dan strategi Yang bisa membaca peluang pasar.” Ya kadang kita mengikuti trend Bisnis besar awalnya oke berjalan tapi Lama kelamaan bisnis tersebut kolaps. ” Maka sebelum bisnis tersebut ambruk kita sudah punya peluang ekonomi Yang masif dan menjanjikan. ” Jelas Dr. Nia

Sebagai Pegiat dan insan akademis ekonomi Islam tentu harus bisa membaca peluang wirausaha yang Islami, kendatipun semangat dan etos kerja
bagian dari sunnatullah sebagimana sabda Rasul sesungguhnya Allah mencinta mu’min yang berkarya, namun wirausaha muslim juga harus memperhatikan 3 hal ini dalam berbisnis, yaitu kehalalan, thayyib, dan barakah.” Kata Dr. Syifaul Qulub Rektor Staida Gresik dalam paparannya.

Dia menambahkan, sebagai rasa syukur atas peluang dan kesempatan pengusaha muslim selalu berupaya meningkatkan produktifitasnya baik secara lahir maupun bathin,termasuk halal dan Toyyib fizdatihi dan Fi Wasailihi.

Wirausaha muslim di Era digital menciptakan peluang pasar yang terbuka lebar, sehingga seorang pengusaha muslim dapat memperluas jalur distribusi.

“Dagangannya ke banyak negara, tidak terbatas pada satu lokasi saja. Maka ditengah pandemi ini peluang dan kesempatan harus kita ambil sebagai peluang ekonomi. ” Uangkap Syifaul Qulub.

“Diera digitalisasi harus kita gunakan sebaik-baiknya untuk peluang ekonomi kreatif dengan membranding produk untuk kita publish kepada khalayak masyarakat. ” Jelasnya.(10/2/2021)

Dengan demikian wirausaha Muslim dengan konsep Himmatul Amal (etos kerja tinggi) Kafa’ah (peningkatan kwalifikasi diri) dan Amanah (terpercaya).

“Harapanya dengan Workshop Webinar ini semoga berkontribusi pada civitas akademika dan masyarakat secara umum. Dan selanjutnya ada tindak lanjut untuk peluang ekonomi serta pengembanganya di era digital ini. Khusus mahasiswa di jurusan ekonomi syariah.”Pungkas Gus Afuq. (Syafik/tik)

About Editor02

Check Also

Sekolah Perempuan Jadi Andalan Gresik

Wakil Bupati Gresik, Hj. Aminatun Habibah mengikuti acara verifikasi lapangan penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya (APE) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *