Pemkab Gresik Serius Tangani Kasus TBC

Penyakit Tuberkulosis atau yang lebih dikenal dengan penyakit TBC merupakan penyakit menular dan sangat rentan penyebarannya. Tercatat, pada tahun 2018 setiap harinya di Indonesia terdapat 301 orang meninggal akibat TBC. Sehingga pada tahun tersebut, Indonesia menempati urutan ke 3 dengan angka penderita TBC tertinggi di dunia.

Sementara itu data pada tahun 2019 di Gresik sebanyak 2.504 penderita TBC.

Atas tingginya kasus tersebut, menjadi satu beban urusan Kesehatan yang dialami Indonesia. Atas permasalahan yang terjadi tersebut, Pemerintah Kabupaten Gresik tak tinggal diam dan memberikan perhatian serius terhadap bahaya penyakit TBC. Ini yang mendasari Pemerintah Kabupaten Gresik memberikan bekal berupa Pendidikan dan pelatihan bagi tenaga Kesehatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gresik.

Sejumlah tenaga Kesehatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gresik diberikan bekal penanggulangan penyakit menular TBC guna meminimalisir dan juga menangani kasus TBC yang ada di Kabupaten Gresik.

Wakil Bupati Gresik, Hj. Aminatun Habibah mengaku prihatin ketika mengetahui bahwa di Indonesia merupakan negara dengan kasus TBC tertinggi di dunia. “Penyakit ini harus menjadi perhatian khusus bagi Pemerintah Kabupaten Gresik untuk segera ditangani secara serius. Kami ingin warga kami (masyarakat Gresik) memperoleh pelayanan yang baik terhadap Kesehatan, terutama penanganan terhadap penyakit TBC,” kata Ning Min, Wabup Gresik saat membuka diklat penanggulangan penyakit TBC, Selasa (18/05).

Ning Min mengatakan, dalam penanggulangan penyakit TBC ini sudah diatur dalam peraturan yang dikeluarkan kementerian Kesehatan nomor 67 tahun 2016 tentang pedoman penanggulangan TBC yang perlu disesuaikan dengan perkembangan ilmu kedokteran dan kebutuhan hukum. “Dalam mengatasi kita berpedoman pada peraturan Menteri Kesehatan yang mengatur tentang pedoman penanggulangan TBC dan menyesuaikan SOP serta perkembangan ilmu kedokteran yang ada saat ini,” kata Ning Min.

Untuk itu, dirinya berharap melalui diklat yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Gresik tersebut dapat diikuti dengan serius, sehingga apa yang diharapkan Pemerintah Kabupaten Gresik terhadap penanggulangan TBC dapat sesuai denga napa yang diharapkan.

Sementara itu, Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik, Abimanyu Poncoatmojo Iswinarno dalam laporannya menjelaskan, diklat ini diikuti sebanyak 25 tenaga Kesehatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gresik. Diklat itu diadakan selama 6 (enam) hari yang berlangsung di ruang Mandala Bhakti Praja Gedung Pemkab Gresik.
Diharapkan dari diklat tersebut, para tenaga Kesehatan memiliki potensi dan wawasan dibidang Kesehatan, khususnya dalam menangani penyakit menular TBC.

About Editor02

Check Also

1100 Guru Di Ujungpangkah Divaksin Hari ini

Percepatan program vaksinasi Covid-19 dilakukan Pemkab Gresik. Kali ini, seluruh guru mendapat jatah vaksin sinovac. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *