Bonsai Petung Siap Ekspor

Pandemi Covid-19 di Gresik sudah reda, ekonomi masyarakat mulai mencari pola untuk bangkit, salah satunya dengan mengadakan Kontes bonsai.  Kontes dipusatkan di Desa Petung Kecamatan Panceng. Ratusan bonsai ikut serta, mulai dari harga jutaan hingga puluhan juta.

Dalam even kali ini diikuti 414 bonsai dengan berbagai jenis. Bermacam model tanaman yang dipaksa cebol ini dipamerkan.

Selain dari Gresik, peserta kontes juga datang dari luar daerah seperti Lamongan, Surabaya, Sidoarjo, Banyuwangi, Mojokerto dan Tuban.

Menurut  Muhammad Mas’ud Ketua Penyelenggara kontes mengatakan, acara digelar untuk meningkatkan harga jual bonsai yang sebelumnya anjlok karena pandemi.

“Bonsai dikontes ini hanrganya bisa sampai 50 Juta kalau menang. Sebenarnya bukan hadiahnya, tapi kalau semakin banyak memenangkan kontes maka harga jual tinggi,” katanya, Kamis (7/10/201).

Mas’ud yang juga Kepala Desa Petung ini menyatakan, warga didesanya banyak yang terjun ke dunia bonsai. Awalnya memang hobby, namun karena ketekunan kini jadi sumber penghasilan.

Untuk itu, beberapa waktu lalu pemerintah desa mendatangkan mentor dari perkumpulan budidaya bonsai untuk membina warga sekitar

“Jadi desa kita bisa dijuluki kampung bonsai. Semua ada, mulai pendongkel (Pencari bonsai di hutan) maupun pembudidaya semua ada. Bonsainya juga bermacam-macam,” terangnya.

Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah yang hadir dalam acara tersebut mendukung acara tersebut dan akan melaporkan ke pada Bupati Fandi Ahmad Yani untuk bisa diinisiasi untuk ekspor.

“Semoga potensi yang ada ini, bisa diekspor seperti komoditas pertanian lain di Gresik yang tembus ekspor,” tambahnya.

Usai melihat bonsai, Anggota DPRD Jatim dapil Gresik dan Lamongan, Ahmad Iwan Zunaih yang hadir menambahkan pihaknya berharap agar kontes bonsai ini bisa menaikkan ekonomi masyarakat sekitar.

“Ikhtiar adanya opsi menaikan kontes jadi skala nasional pasti akan bagus dan mendongkrak ekonomi jadi even tahunan,” ujarnya.

Gus Iwan siap mendukung dan memfasilitasi kelompok pembudidaya bonsai. Hal ini agar mendapatkan anggaran dari pemerintah sehingga bisa lebih maju.

“Kami sangat mendukung potensi yang ada di Gresik ini salah satunya bonsai. Bahkan, kami dukung bisa ekspor,” tutupnya usai meninjau kontes bonsai di Gresik. (Rik)

About Editor02

Check Also

Terkait D’Lagoon, Anggota Dewan Minta Satpol PP Tegakkan Perda

Setelah ramai ditulis media terkait keberadaan Kafe D’Lagoon di telaga Ngipik yang belum memiliki izin …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *