Antara Pemimpin Adil dan Kerdil

- Editorial Team

Sabtu, 9 Maret 2024 - 23:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Ace Somantri

BANDUNGMU.COM — Narasi mengenai kepemimpinan tetap menjadi perdebatan yang tak kunjung usai selama kehidupan di dunia masih bersinggungan dengan permukaan alam semesta.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sejak zaman awal kehidupan manusia, mulai dari Adam AS yang mendiami dunia dan melahirkan generasinya, tatanan kehidupan yang jelas diperlukan sebagai konsekuensi logis.

Allah menurunkan ajaran-Nya sebagai panduan selamat bagi umat manusia hingga kiamat menjelang, digantikan oleh kehidupan akhirat yang abadi.

Melalui generasi-generasi, banyak kisah nyata manusia terpilih oleh Allah Ta’ala yang membawa risalah-Nya untuk disampaikan kepada umat, diawasi langsung oleh Yang Maha Mengetahui.

Dari perencanaan hingga pelaksanaan kegiatan, manusia memiliki peran penting sebagai pengawas, terutama dalam konteks kepemimpinan.

Sejak dulu, cerita kepemimpinan dalam komunitas manusia, baik yang adil maupun zalim, terus berkembang.

Pemimpin yang adil selalu mencirikan ketulusan, kesederhanaan, dan kebijaksanaan. Sementara itu, pemimpin zalim identik dengan keangkuhan, kekayaan berlebih, otoritarianisme, dan merasa paling berkuasa.

Kepedulian dan kepekaan pemimpin adil tampak dalam sikap belas kasih terhadap yang lemah tanpa pamrih, sambil tetap tegas dalam penegakan hukum.

Kebijakan yang diambil selalu bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesejahteraan rakyat serta memberikan mereka martabat yang berdaulat.

Kedaulatan rakyat, dalam konteks pengetahuan, kemampuan, kesehatan, dan kesejahteraan, menjadi fondasi penting.

Kedaulatan sejati hanya terwujud jika merakyat, dan tanpanya, kedaulatan bangsa dan negara tak akan eksis.

Baca Juga :  Cara Unik SD Almadany Umumkan Kelulusan, Harus dengan 'Drama' yang Menguras Emosi Siswa

Sejauh ini, kegagalan peradaban Islam sebagian besar disebabkan oleh kepemimpinan yang tidak memberdayakan rakyat. Mereka hanya mengejar kekuasaan pribadi dan kelompok.

Tren perilaku pragmatis dan hedonis dalam masyarakat modern cenderung merusak tradisi kepemimpinan. Hal itu kemudian membawa dampak negatif pada dialog, interaksi, dan negosiasi, terutama ketika orientasinya terkait dengan hal materi.

Setiap individu memiliki kemampuan dan kapasitas yang berbeda. Namun, menggunakan alat instrumen dasar yang sama dari Sang Pencipta.

Memanfaatkan alat ini sebagai “brain power” untuk kepentingan umum adalah esensi kepemimpinan adil. Kepemimpinan adil mendekati sifat kenabian yang membaca situasi dengan rasional, logis, objektif, dan menjauhi perilaku subjektif.

Pemikiran kreatif dan inovatif yang berfokus pada kemaslahatan umum mencerminkan sifat fatanah. Kepemimpinan adil selalu sadar dan bertanggung jawab dalam segala konteks, mirip dengan konsep amanah.

Dialog interaktif dan negosiatif terbuka untuk mencapai hasil yang lebih baik adalah ciri kepemimpinan adil, sejalan dengan sifat tabligh kenabian.

Di sisi lain, kepemimpinan kerdil mencirikan perilaku pragmatis, keputusan instan berbasis nafsu, dan kebijakan tanpa pertimbangan rasional dan objektif.

Kebijakan-kebijakan semacam itu sering merugikan banyak pihak dan menciptakan lingkungan kerja yang tidak sehat.

Kepemimpinan kerdil juga ditandai oleh pendekatan politis dan birokratis, mencari kambing hitam ketika kesalahan terjadi, dan meremehkan masukan dari orang lain.

Baca Juga :  Puasa dengan Ilmu: Kunci Kesempurnaan Ibadah di Bulan Ramadhan

Kepemimpinan semacam ini biasanya mengikuti saran dari para pendukungnya, bahkan jika kebijakan tersebut merugikan.

Kesalahan fatal dan membahayakan institusi sering terjadi saat kepemimpinan bersikap kerdil.

Kepemimpinan yang tidak mengindahkan aturan dan melibatkan emosi, iri, dan golongan menjadi ancaman serius terhadap keberlanjutan institusi.

Sikap ini dapat ditemui tidak hanya di pemerintahan. Namun, juga dalam berbagai organisasi di masyarakat, termasuk institusi pendidikan dan industri.

Menjadi pemimpin adil dan jujur bukanlah tugas yang mudah, terutama jika kekuasaan diabaikan atau disalahgunakan.

Kepemimpinan yang tidak mengindahkan prinsip-prinsip berujung pada dinamika organisasi yang tidak sehat.

Keadilan dan objektivitas bukanlah penilaian sepihak atau berdasarkan emosi, melainkan hasil dari sikap rasional, logis, dan jujur.

Dinamika antara kepemimpinan adil dan kerdil akan selalu ada dalam masyarakat, dipengaruhi oleh godaan manusia dan jin, sebagaimana dijelaskan dalam QS An-Nas ayat 5-6.

Kepemimpinan adil yang beralih menjadi kerdil disebabkan oleh bisikan atau pengaruh negatif yang merasuki pemimpin tersebut, mendorongnya pada keputusan yang didorong oleh emosi dan ketidakobjektifan.

Meski demikian, perubahan perilaku dan kebijakan yang diarahkan pada kemaslahatan umum tetap menjadi tuntutan dan harapan yang terus-menerus bagi pemimpin adil.***





Sumber berita ini dari girimu.com

Follow WhatsApp Channel www.kabargresik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

MPLS KB dan TK Aisyiyah Wringinanom Ditutup dengan Keceriaan Fun Game Bersama Orang Tua
Puncak MPLS Ramah, KB Aisyiyah 24 dan TK Aisyiyah 08 Melirang Gaungkan Peduli Lingkungan lewat Pawai Kostum Daur Ulang
Smamsatu Gresik Gelar Kuliah Tamu Prodistik ITS, Dorong Siswa Siapkan Karya dan Karier
Gemuruh Perkusi dan Guyuran Air Damkar Warnai Penutupan Fortasi Spemutu
MomenMU di SD Mudri: Siswa Kelas Enam Bertindak, Intip Kesehatan Kuku dan Gigi Teman
Sambut Siswa Baru, Mugeb Primary School Gelar OST Expo, Perkenalkan Beragam Ekstrakurikuler
PR ‘Aisyiyah Banyutengah Buka Milad ke-109 dengan Pawai Ta’aruf, Ribuan Warga Ikuti Semarak Dakwah
Di Spemupat, Temu Kader Lingkungan Muhammadiyah Batch 1 Padukan Edukasi Lingkungan dan Digitalisasi
Berita ini 34 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 20:49 WIB

MPLS KB dan TK Aisyiyah Wringinanom Ditutup dengan Keceriaan Fun Game Bersama Orang Tua

Sabtu, 18 Juli 2026 - 11:49 WIB

Puncak MPLS Ramah, KB Aisyiyah 24 dan TK Aisyiyah 08 Melirang Gaungkan Peduli Lingkungan lewat Pawai Kostum Daur Ulang

Sabtu, 18 Juli 2026 - 02:47 WIB

Smamsatu Gresik Gelar Kuliah Tamu Prodistik ITS, Dorong Siswa Siapkan Karya dan Karier

Jumat, 17 Juli 2026 - 17:46 WIB

Gemuruh Perkusi dan Guyuran Air Damkar Warnai Penutupan Fortasi Spemutu

Jumat, 17 Juli 2026 - 08:45 WIB

MomenMU di SD Mudri: Siswa Kelas Enam Bertindak, Intip Kesehatan Kuku dan Gigi Teman

Berita Terbaru

Muhammadiyah Gresik

Gemuruh Perkusi dan Guyuran Air Damkar Warnai Penutupan Fortasi Spemutu

Jumat, 17 Jul 2026 - 17:46 WIB