Menu

Mode Gelap
Didukung Bank Dunia, BPN Gresik Laksanakan Program PTSL PM Bongkar Cara Culas Presensi ASN Kab Gresik Pantura Gresik Dikepung Banjir Dikdasmen PC Aisyiyah Benjeng Adakan Sosialisasi Bahaya TBC Bersama Tim Puskesmas Benjeng Pendangkalan Tambat Perahu Dan Susahnya BBM Nelayan Di Ngemboh, Ini Solusi Gus Yani

Peristiwa · 23 Jan 2023 10:37 WIB ·

Didukung Bank Dunia, BPN Gresik Laksanakan Program PTSL PM


 Didukung Bank Dunia, BPN Gresik Laksanakan Program PTSL PM Perbesar

BPN Gresik menjadi sasaran program pendaftaran tanah sistematis lengkap partisipasi masyarakat (PTSL-PM) dari Kementerian ATR/BPN. Dalam pelaksanaannya, anggaran bersumber dari Bank Dunia.

Sebagai informasi, Kementrian ATR/BPN mendapat pinjaman bank dunia dalam rangka pelaksanaan program dengan metode partisipasi masyarakat yang kemudian dikenal dengan PTSL-PM.

Kepala BPN Gresik, Asep Heri mengatakan, pada tahun 2023 ini, pelaksanaan PTSL-PM terlaksana di Kecamatan Kebomas, Wringinanom dan Kedamean dengan target 30 ribu bidang tanah.

“Ini bagian dari percepatan Gresik Kabupaten Lengkap pada akhir tahun. Tergetnya 30 ribu bidang tanah bersertifikat,” katanya, Senin (23/1/2023).

Asep menuturkan, program PTSL berbasis partisipasi masyarakat ini melibatkan 6 sampai 10 orang masyarakat dari unsur perangkat desa, tokoh agama, pemuda, serta perempuan.

Pelibatan unsur masyarakat dalam administrasi pertanahan, ungkap Asep sebagai bentuk pemberdayaan. Mereka bertugas dalam pengumpulan data pertanahan (Puldatan) yang biasa dilakukan oleh petugas kantor pertanahan.

“Jadi mereka membantu tugas tim kami, sebelumnya petugas dari unsur masyarakat ini akan kami latih sehingga bisa berkerja di lapangan dan tahu tugasnya,” ujarnya.

Pola PTSL-PM Lanjutan PTPR Pertama di Indonesia

Asep yakin, program PTSL-PM ini akan berhasil. Apalagi, tahun 2022 kemarin, BPN Gresik menjadi pilot project Pemetaan Tematik Pertanahan Ruang (PTPR).

“Jadi pola PTSL-PM dengan pola PTPR yang pertama di Indonesia, kami yakin bisa sukses di Gresik,” ujarnya.

Pembuatan PTPR itu berpusat di 4 kecamatan dengan 72 desa atau kelurahan didalamnya dengan total 153 ribu bidang. Lokasi PTPR akan didorong peningkatan kualitas data di bidang pertanahan.

BPN Gresik juga ingin memotret potensi-potensi sengketa dan permasalahan terkait pertanahaan.

“Pembuatan PTPR merupakan pilot project nasional dimana tujuan akhirnya adalah untuk mencapai Gresik Kabupaten Lengkap,” tambahnya.

Diungkapkan dia, sertifikat tanah penting dimiliki setiap pemilik tanah karena merupakan tanda bukti hukum atas tanah yang dimiliki.

Asep menargetkan, pada akhir 2023 Gresik menjadi kabupaten lengkap. Artinya, seluruh bidang tanah di Kota Pudak sudah terpetakan, terukur dan bersertifikat.

Dalam menjalankan program strategis nasional, BPN Gresik juga menggandeng pemerintah daerah, TNI-Polri, mahasiswa serta organisasi masyarakat maupun organisasi keagamaan.

“Itu targetnya, semoga bisa terlaksana dan kami juga membutuhkan dukungan dari pemerintah daerah, TNI Polri maupun stakeholder lainnya untuk mempercepat pelaksanaannya,” tutupnya. (Tik)

Artikel ini telah dibaca 79 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Hoaks OTT OPD Gresik Pengaruhi Psikologi Pejabat

25 Januari 2023 - 18:01 WIB

Yanuris Komitmen Menjadikan Sekolahnya Ramah Anak

23 Januari 2023 - 20:09 WIB

Kapal kargo Fortuner terbakar di dekat Perairan Gresik

12 Januari 2023 - 22:52 WIB

Pohon Dan Tiang Listrik Roboh, Lalin JL Deandels Golokan Macet

10 Januari 2023 - 19:11 WIB

Pantura Gresik Dikepung Banjir

31 Desember 2022 - 17:52 WIB

595 Warga Bawean Akhirnya Pulang Dengan KRI dr. Soeharso

29 Desember 2022 - 22:20 WIB

Trending di PEMERINTAHAN