Jelang Ramadhan Warga Gresik Lakukan Megengan

#

Sejumlah Tempat Pemakaman Umum (TPU) dipadati pengunjung sore ini (7/7) untuk melangsungkan tradisi megengan.

Ritual Megengan sendiri biasanya berlangsung 3 hari jelang bulan ramadhan. Megengan merupakan sebuah tradisi masyarakat tradisional untuk berziarah dan mengirimkan doa-doa kepada keluarga yang telah meninggal. Biasanya mereka membacakan surat yasin dan tahlil.

Wahyudi (31) beserta anak-istri, menyatakan bahwa tradisi megengan sudah dilakukannya sejak kecil untuk mengingat yang telah meninggal “Kami mengirimkan do’a-do’a agar keluarga kami yang sudah wafat mendapatkan ampunan dari ALLAH SWT” teranganya.

Tak hanya mengirimkan do’a, momentum megengan ini pun dimanfaatkan oleh Wahyudi dan warga lain untuk membersihkan makam keluarganya itu dari semak belukar.

Di Gresik, lautan peziarah terjadi di Makam Tlogo Pojok. TPU ini merupakan TPU yang menjadi rujukan di mana jenazah warga kota Gresik di semayamkan.

Tak ayal, hilir mudik peziarah ini menyebabkan terjadinya kemacetan Jl. Gubernur Suryo. Semua kendaraan yang lewat dipaksa merambat lantaran parkir meluber di tepian jalan.

Kedatangan peziarah ini pun juga dimanfaatkan oleh penyedia jasa parkir dan penjual kembang. Tarif parkir dipatok harga Rp. 4000 hingga Rp. 5000. Sedangkan, kembang ‘nyekar’ yang terdiri dari aneka bunga mawar, melati dan sedap malam dijual dengan kisaran harga Rp. 2000 per-bungkus. (chidir)
Editor: Saàdàh

About Editor02

Check Also

Polres Gresik Pasang Garis Polisi Di Pesanggrahan Kramat Ki Ageng

# Polres Gresik Kamis sore (16/6/2022) telah memasang garis Polisi dilokasi ritual manusia menikah dengan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.