Peduli Tumbuh Kembang Siswa, SD Mudri Hadirkan Konselor PLPK SMAMIO

- Editorial Team

Senin, 26 Januari 2026 - 06:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

banner 468x60

GIRIMU.COM — Sabtu, (24/1/2026) menjadi hari yang produktif bagi guru-guru SD Muhammadiyah 1 Driyorejo (SD Mudri), Gresik. Pasalnya, dalam upaya mengenali gangguan perkembangan pada siswa, pihak sekolah menghadirkan secara langsung Ika Famila Sari, SPsi, MPsi, konselor sekaligus Direktur Pusat Layanan Psikologi dan Konseling (PLPK) SMA Muhammadiyah 10 Gresik (SMAMIO).

Dalam kegiatan tersebut, seluruh guru mengikuti acara yang dilaksanakan di ula SD Mudri. Acara dibuka dan dipandu oleh Ustadzah Laily Dwi Qonita Sari, SPd, selaku pembawa acara. Disampaikan, bahwa tujuan kegiatan ini adalah upaya untuk terus belajar bagaimana menjadi guru serta orang tua yang peka terhadap perkembangan anak.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kegiatan ini bertujuan untuk belajar dan memahami perkembangan siswa, khususnya terkait berbagai gangguan perkembangan yang sering ditemui guru dalam proses pembelajaran,” ungkapnya.

Ika Famila Sari membuka materi dengan memaparkan data statistik. Data statistik terakhir padai Oktober 2025 menunjukkan tingginya jumlah siswa Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di Indonesia. Disampaikan, sebanyak 67,8 ribu kasus ABK di Sekolah Dasar, sedangkan di Sekolah Menengah terdapat sebanyak 151,7rb kasus ABK. Sebelumnya, pemerintah mengeluarkan peraturan yang tercantum pada Permendikbud no. 48 th 2023 yang menyebutka, bahwa sekolah formal harus menerima siswa ABK. Adanya realitas inilah, yang menjadikan dunia pendidikan mau tidak mau harus mempelajari ABK.

“Hal ini penting untuk mengantisipasi serta untuk memahami anak didik di sekolah, juga yang akan terjadi pada anak-anak kita. Dikarenakan penyebab ABK sangat beragam, ada yang terjadi sejak lahir, ada yang dari proses tumbuh kembangnya,” katanya.

Pada pemaparan selanjutnya, ia mengangkat kasus yang ada di Gresik. Ia menjelaskan, bahwa masyarakat yang tinggal dan bekerja di kota industri memiliki kerentanan lebih tinggi terhadap resiko ABK. Hal tersebut disebabkan oleh berbagai faktor pencemaran lingkungan, seperti polusi air dan polusi udara. Selain itu, masyarakat Gresik yang dekat pesisir juga beresiko, karena kebiasaan mengonsumsi kerang. Padahal, kerang merupakan salah satu jenis pangan yang sebaiknya dihindari, karena menyerap timbal yang umumnya berasal dari limbah pabrik di sekitar pesisir.

Baca Juga :  Jadi Narasumber di SMK Nurul Islam Gresik, Dosen UMG ini Beri Penguatan Karakter Kewirausahaan

Apabila kerang yang terkontaminasi tersebut dikonsumsi oleh ibu hamil, zat berbahaya di dalamnya akan langsung menyerang otak janin. Hal inilah yang menjadi salah satu penyebab anak autisme, ADHD sering keracunan saat masa kehamilan. Selain itu, bahaya lain yang bisa terjadi, yakni jika orang tua bekerja di pabrik dapat memicu terjadinya mutasi genetik. Paparan sinar X, radiologi atau zat kimia berbahaya juga meningkatkan resiko anak lahir dengan kelainan bawaan.

Fase Penyebab Gangguan Pekembangan Anak
Secara garis besar, penyebab gangguan perkembangan pada anak, dibagi menjadi tiga fase. Ketiganya, yakni fase sebelum kelahiran, fase kelahiran, dan fase setelah kelahiran. Ketika fase sebelum kelahiran yang membuat anak menjadi rentan mengalami gangguan, yakni adanya beberapa faktor.

(1) Kurangnya gizi pada ibu hamil. Jika terjadi kekurangan gizi akan beresiko membuat bayi terlahir cacat. (2) Bawaan genetik. Jika keluarga memiliki kelainan genetik, maka kelainan genetik tersebut akan rentan diturunkan kepada anak. (3) Mengonsumsi makanan instan terlalu sering. Ketika masa pembentukan organ bayi, kemudian terkontaminasi zat kimia yang ada dalam makanan instan, hal tersebut akan merusak proses pembentukan organ. Itulah sebabnya perlu menghindari makanan instan, begitupun dengan obat. Kalau bisa mencari alternatif yang lebih alami. (4) Kecelakaan pada ibu hamil, misal terbentur, terpeleset. (5) Virus TORCH juga berisiko untuk janin, umumnya bisa terjadi karena paparan bakteri, virus, atau parasit.

Dari penjelasan tersebut, kesimpulan pada fase kehamilan, bahwa apa yang dimakan, apa yang dihirup, dan apa yang dirasakan oleh ibu akan berdampak pada janin. Pada fase kelahiran biasanya yang menyebabkan gangguan perkembangan terjadi pada anak, yakni ketika lahir memiliki berat badan kurang dari 2 kg, gagal nafas, bahkan karena proses kelahiran yang sulit. Sedangkan pada fase setelah kelahiran, biasanya disebabkan adanya kekerasan pada anak, perkembangan anak yang menurun, sakit pada anak seperti kejang dan demam tinggi, serta kurangnya stimulasi pada anak.

Ia juga menyebutkan, bahwa ‘cilukba‘ bukan sekadar mainan, tetapi juga stimulus bagi anak untuk mengetahui respon yang dapat menjadi indikator ada atau tidaknya gangguan perkembangan, termasuk autisme.

Baca Juga :  Milad ke 112 Muhammadiyah , Anak-Anak TK Aisyiyah 5 Bungah Tampil Memukau dengan Tari Ampar-Ampar Pisang

Banyak anak yang rentan menjadi ABK dikarenakan kurangnya stimulasi. Anak-anak kecil saat ini sudah diberi tontonan handphone, padahal tontonan tersebut tidak memberikan stimulus yang optimal pada masa perkembangan anak. Mereka hanya akan memperoleh komunikasi satu arah, dengan mendengarkan. Sedangkan stimulasi yang baik adalah dengan cara komunikasi dua arah, di mana anak bisa mendengarkan dan menjawab menggunakan mulutnya.

Aspek Perkembangan Anak
Aspek perkembangan anak disebutkan ada tiga, yakni fisik, kognitif, dan psikososial. Dari ketiga hal tersebut yang menjadi penting adalah aspek psikososial, bagaimana anak pada perkembangannya harus mengenal perasaan, mengendalikan emosi, hingga belajar berbagi dan empati pada orang lain. Jika pada aspek tersebut tidak terpenuhi, maka bisa jadi indikasi adanya gangguan perkembangan pada anak. Hal tersebut bisa dilihat dari bagaimana anak bersikap sedari kecil.

Proses belajar pada anak harusnya dengan mengamati dan mencermati apa yang terjadi. Namun, HP membuat otak anak tidak mampu fokus, dikarenakan derasnya arus informasi yang sulit dikendalikan. Anak-anak sering menonton video dengan cara menggulir laman, tanpa benar-benar memahami dan mencermati apa yang sedang mereka tonton, sehingga mengakibatkan banyak anak yang sering tidak fokus saat menerima pembelajaran di kelas. Fokus dan konsentrasi mereka sering kali terdistraksi oleh hal lain.

Selain itu, juga dipaparkan macam-macam gangguan perkembangan pada anak, mulai dari tunanetra, tunarungu, tunagrahita, tunadaksa, tunalaras, ADHD, autisme, hingga gangguan belajar.

Selama dua setengah jam, kegiatan tersebut berlangsung secara interaktif. Banyak guru mengajukan pertanyaan mengenai sikap yang tepat dalam menghadapi kondisi siswa di kelas, serta berbagi pengalaman mengajar siswa yang diduga memiliki gangguan perkembangan. Kegiatan ini diharapkan dapat menambah wawasan dan kepekaan guru dalam mengenali serta menangani kebutuhan perkembangan siswa secara lebih tepat dan bijaksana di lingkungan sekolah. (*)

Kontributor: Melan Damayanti


Post Views: 1

sumber berita dari girimu.com

Follow WhatsApp Channel www.kabargresik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KOKAM Cerme Amankan Proses Pemakaman Ketua PCM Menganti
Prodi PGSD FKIP UMG Raih Predikat Unggul dari Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan, Pacu Semangat Tingkatkan Kualitas Pendidikan
Matamuda MI Islamiyah Mojopetung Hadirkan Madrasah Ramah, Murid Bahagia lewat Kegiatan Edukatif dan Menyenangkan
Tiga Keberkahan Warnai Pengajian Bulanan Muhammadiyah-Aisyiyah Ranting Srembi Kebomas
MI Mulia Gembleng Murid Baru: Lima Hari Membentuk Karakter Dan Menjelajah Asa
Meriah dan Penuh Semangat, SD Al Islam Cerme Gelar Demo Ekstrakurikuler di Bawah Terik Matahari
MPLS KB dan TK Aisyiyah Wringinanom Ditutup dengan Keceriaan Fun Game Bersama Orang Tua
Puncak MPLS Ramah, KB Aisyiyah 24 dan TK Aisyiyah 08 Melirang Gaungkan Peduli Lingkungan lewat Pawai Kostum Daur Ulang
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 11:15 WIB

KOKAM Cerme Amankan Proses Pemakaman Ketua PCM Menganti

Selasa, 21 Juli 2026 - 02:56 WIB

Prodi PGSD FKIP UMG Raih Predikat Unggul dari Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan, Pacu Semangat Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Senin, 20 Juli 2026 - 17:55 WIB

Matamuda MI Islamiyah Mojopetung Hadirkan Madrasah Ramah, Murid Bahagia lewat Kegiatan Edukatif dan Menyenangkan

Senin, 20 Juli 2026 - 08:54 WIB

Tiga Keberkahan Warnai Pengajian Bulanan Muhammadiyah-Aisyiyah Ranting Srembi Kebomas

Minggu, 19 Juli 2026 - 23:53 WIB

MI Mulia Gembleng Murid Baru: Lima Hari Membentuk Karakter Dan Menjelajah Asa

Berita Terbaru

PENDIDIKAN

Bimtek Guru MI Dukun: Kuasai Aplikasi Pembelajaran Digital

Rabu, 2 Sep 2026 - 20:18 WIB

Muhammadiyah Gresik

KOKAM Cerme Amankan Proses Pemakaman Ketua PCM Menganti

Senin, 31 Agu 2026 - 11:15 WIB

Berita Desa

Karnaval Kemerdekaan Tebuwung Angkat Budaya Nusantara dan Legenda

Minggu, 30 Agu 2026 - 22:57 WIB