Warga Gresik Minta PT Freeport Indonesia Perluas Wilayah Ring 1

- Editorial Team

Kamis, 2 Juni 2022 - 14:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Forum Kota (Forkot) menilai kebijakan PT Freeport Indonesia menetapkan sembilan desa di dua kecamatan Kabupaten Gresik sebagai ring 1 proyek smelter masih terlalu kecil. Karena itu, mereka mendesak agar jangkauan wilayah diperluas, sebab keberadaan proyek strategis nasional itu seharusnya bisa menampung lebih banyak desa.
Sebelumnya.

PTFI secara resmi mengumumkan sembilan desa yang ditetapkan masuk ring 1 proyek smelter di Kawasan Java Integrated Industrial Port and Estate (JIIPE) Manyar Gresik. Meliputi 5 desa di Kecamatan Manyar (Manyar Sidorukun, Manyarejo, Manyar Sidomukti, Karangrejo, dan Banyuwangi) dan 4 di Kecamatan Bungah (Bedanten, Tanjung Widoro, Kramat, dan Watuagung).

Baca Juga :  SIG Pasok Beton Ramah Lingkungan untuk Sekolah Rakyat


Ketua Forkot Gresik, Haris S Faqih menduga penetapan 9 Desa di dua kecamatan sebagai ring 1 proyek smelter tersebut hanya akal-akalan PT Freepot Indonesia untuk meminimalisir distribusi dana corporate social responcibility (CSR) di kemudian hari.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT


“Itu tidak adil untuk masyarakat yang terdampak secara langsung atas keberadaan proyek Smelter di Gresik,” tegas Bogel, sapaan akrab Haris S Faqih.


Menurutnya, jika landasan penetapan desa ring 1 proyek smelter ditentukan berdasarkan radius. Maka, seharusnya ada 14 sampai 16 desa yang terdampak secara langsung keberadaan proyek smelter.

Baca Juga :  PT Orela Klarifikasi Tuntutan Warga Terkait Angkutan Material Galian C


“Kalau landasannya adalah radius harusnya ada 14-16 Desa yang menjadi ring satu proyek smelter. Seperti Desa Leran, Desa Gumeno, Desa Peganden, Betoyo guci, Betoyo kauman harusnya masuk ring satu,” bebernya.


Pihaknya meminta PT Freeport Indonesia agar menelaah kembali hasil kajiannya terkait jangkauan wilayah desa yang masuk ring 1 proyek smelter.


“Kalau itu tetap di teruskan forkot akan membangun konsolidasi secara bersama dengan warga, untuk menelaah dan menyikapi perihal itu,” tutupnya. (Har)

Follow WhatsApp Channel www.kabargresik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

RUU Migas: Pertamina Didorong Jadi NOC Tunggal
Media Lokal Hadapi Krisis Bisnis, LMS 2026 Tawarkan Jalan Keluar
Damar Kurung Food Festival Kembali Dibuka, Hadirkan Kuliner hingga Lomba Anak
RUU Migas 2026: Pertamina Didesak Jadi BUK Migas Nasional
Kelangkaan BBM Di Bali, FSPPB Minta Tata Kelola Migas Dirombak
RUU Migas Kritis: BUK Tanpa Usaha Dinilai Ganti Baju
Media Lokal Khawatir Wacana Link Tax Ancam Trafik dan Pendapatan
Petrokimia Gresik Salurkan Rp100 Juta untuk Nelayan Lumpur
Berita ini 126 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 23:08 WIB

RUU Migas: Pertamina Didorong Jadi NOC Tunggal

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:11 WIB

Media Lokal Hadapi Krisis Bisnis, LMS 2026 Tawarkan Jalan Keluar

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:32 WIB

Damar Kurung Food Festival Kembali Dibuka, Hadirkan Kuliner hingga Lomba Anak

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:26 WIB

RUU Migas 2026: Pertamina Didesak Jadi BUK Migas Nasional

Rabu, 14 Oktober 2026 - 00:57 WIB

Kelangkaan BBM Di Bali, FSPPB Minta Tata Kelola Migas Dirombak

Berita Terbaru

Berita Desa

UPZ Lowayu dan Klinik Annahdlah Gelar Pengobatan Gratis

Sabtu, 7 Nov 2026 - 13:05 WIB

komunitas

Gresik Bikin Film Latih Komunitas Sineas Garap Cerita Daerah

Senin, 2 Nov 2026 - 01:04 WIB

BISNIS

RUU Migas: Pertamina Didorong Jadi NOC Tunggal

Minggu, 25 Okt 2026 - 23:08 WIB

komunitas

Firdaus Diberhentikan PWI, SMSI Soroti Tata Kelola HPN

Jumat, 23 Okt 2026 - 09:01 WIB