Tanamkan Spirit Wirausaha dan Kemampuan Public Speaking, SD Muwri Gelar Business Day

- Editorial Team

Jumat, 6 September 2024 - 13:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Girimu.com — Ide kreatif dilakukan SD Muhammadiyah 1 Wringinanom (SD Muwri) Gresik. Untuk membekali jiwa dan spirit kewirausahan kepada para siswanya, sekolah di pinggiran Selatan Gresik ini menggelar Business Day di area Kantin Ibnu Sayyar, Rabu (4/9/2024) lalu.

Event ini digelar tiap bulan sekali. Kali ini giliran kelas V Abu Hurairah yang bertugas melaksanakan kegiatan tersebut. Tak ayal, pagi itu kantin sekolah berubah layaknya pasar.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Banyak stand berjajar rapi memenuhi area yang biasa dipergunakan untuk istirahat dan makan siswa maupun guru. dan karyawan SD Muwri. Nampak berbagai makanan dan minuman yang tersaji untuk dijual, di antaranya, nasi ayam hotslava, nasi ayam suwir, nasi goreng, nasi cokot, es lemon, es kuwut, dan berbagai menu lainnya.

Kepala Urusan Kesiswaan SD Muwri, Mufidatul Latifah, mengatakan, Business Day merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan sekolah. Kegiatan ini dilaksanakan secara bergantian, setiap kelas dijadwal oleh sekolah.

“Sebulan yang lalu kegiatan tersebut telah dilaksanakan oleh kelas VI Salman Alfarisi. Sekolah berharap, melalui Business Day ini tumbuh jiwa entrepreneurship dan kemampuan public speaking bagi siswa,” ujar Mufidatul Latifah.

Dalam kegiatan tersebut, kelas yang bertugas pada program Business Day diwajibkan menjual barang dagangannya. Syaratnya, makanan yang dijual, baik kue ataupun nasi, harus memakai bungkus daun pisang atau sejenis.

Baca Juga :  Pita Merah PCNA Driyorejo, Simbol Kepedulian Peringati Hari HIV/Aids Se-Dunia

Semua warga sekolah tidak diperkenankan menggunakan wadah plastik sekali pakai, namun setiap siswa maupun guru karyawan diimbau membawa tupperware maupun piring ketika membeli.

“Karena sekolah kita adalah sekolah sehat dan sekolah adiwiyata, sehingga harus mengurangi sampah plastik dalam setiap aktivitas di sekolah,” jelas Wakil Sekretaris PCA Wringinanom ini.

Dalam kegiatan tersebut, siswa diedukasi untuk mengalkulasi modal biaya yang dibutuhkan, merencanakan dagangan yang akan dijual, dan belanja bahan-bahan yang dibutuhkan. Selain itu, siswa juga dituntut untuk mampu menawarkan dan memasarkan dagangannya kepada semua konsumen yang ada di sekolah, baik guru, karyawan maupun siswa, supaya dagangan cepat laku.

“Di situlah proses kemampuan public speaking berperan. Selain itu, siswa juga dituntut untuk bisa menghitung antara modal dan laba yang diperoleh selama proses business day, lalu mencatatnya di lembaran yang telah disiapkan wali kelas,” katanya.

Rahmat Syayid, Wakil Kepala SD Muwri saat berkunjung ke area Business Day tidak luput dari tawaran anak-anak agar membeli dagangan mereka.

Monggo dibeli, Tadz. Ini ada nasi ayan hotslava, nasi comkot hanya 3 ribu, dijamin puas,” kata salah satu siswa.

Baca Juga :  Menghindari Jahiliyah Gaya Baru – Muhammadiyah

Di stand lain ia juga ditawari berbagai makanan maupun minuman yang bervariasi.

Sepekan sebelumnya, Wali kelas V Abu Hurairah, Khoirun Nisak menyampaikan di WhatApp Group kelas, bahwa setiap siswa diminta mengisi daftar makanan maupun minuman yang akan dijual, supaya tidak sama antara siswa satu dengan lainnya. Makanan yang dijual pun ada batasan jumlahnya.

“Jika berupa nasi, jumlahnya 30 bungkus, jika kue atau minuman sebanyak 50 porsi,” ujarnya.

Ketentuannya, makanan maupun minuman yang dijual tidak boleh menggunakan plastik sekali pakai dan terbebas dari 5 P, yakni penguat rasa, pemanis, pewarna, pengawet, dan pengental.

Business Day dilaksanakan tidak hanya belajar menjadi entrepreneur atau wirausaha, namun banyak yang dipelajari oleh anak anak. Di antaranya, menjadi pribadi yang teliti, bertanggung jawab, saling tolong-menolong, sabar, dan telaten.

Sampai kegiatan bussines day berakhir, dagangan anak-anak terjual semua. Hal ini sebagaimana pengakuan Muhammad Ardika yang menjual nasi ayam hotslava, Muhammad Faddhil Hisyam yang menjual roti crispi coklat, Kaiva Nina dengan dagangan tahu isi, dan Chikko Egi Prazeta yang menjual es milo, serta siswa lain dari kelas V Abu Hurairah. (*)

Kontributor: Rahmat Syayid

sumber berita dari girimu.com

Follow WhatsApp Channel www.kabargresik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Teladani Jejak Rasul, Kelas IX Spemdalas Dalami Sirah Nabawi
Kajian Jelang Berbuka di Masjid At-Taqwa Giri, Tekankan Istiqamah di Jalan yang Benar
Melek Teknologi Modern, SMK Muhammadiyah 5 Gresik Manfaatkan Drone untuk Pemberian Nutrisi Tanaman
Jadi Pemuda Kahfi Modern, Siswa Spemdalas Gali Potensi Diri di ‘Ramadan Staycation’
Surat Terpendek untuk Luka Terlebar: Menggapai Telaga Surga di Balik Sebuah Kehilangan
Lomba Mewarnai Damar Kurung, Cara SD Almadany Ajak Generasi Muda Berbudaya
MUI Gelar Safari Romadhan Perdana
TAQWA Ramadan Smamsatu Gresik, Teguhkan Harkat Muslimah Berkemajuan
Berita ini 72 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 27 Februari 2026 - 14:09 WIB

Teladani Jejak Rasul, Kelas IX Spemdalas Dalami Sirah Nabawi

Jumat, 27 Februari 2026 - 05:06 WIB

Kajian Jelang Berbuka di Masjid At-Taqwa Giri, Tekankan Istiqamah di Jalan yang Benar

Kamis, 26 Februari 2026 - 20:06 WIB

Melek Teknologi Modern, SMK Muhammadiyah 5 Gresik Manfaatkan Drone untuk Pemberian Nutrisi Tanaman

Kamis, 26 Februari 2026 - 02:03 WIB

Surat Terpendek untuk Luka Terlebar: Menggapai Telaga Surga di Balik Sebuah Kehilangan

Rabu, 25 Februari 2026 - 17:03 WIB

Lomba Mewarnai Damar Kurung, Cara SD Almadany Ajak Generasi Muda Berbudaya

Berita Terbaru

Kriminal

Patroli Sahur Berujung Tawuran di Gresik, 2 Pemuda Terluka

Jumat, 27 Feb 2026 - 18:36 WIB

Advertorial

DPRD Gresik Sahkan Tiga Perda Baru: Optimalisasi Aset & Layanan

Jumat, 27 Feb 2026 - 15:35 WIB

Muhammadiyah Gresik

Teladani Jejak Rasul, Kelas IX Spemdalas Dalami Sirah Nabawi

Jumat, 27 Feb 2026 - 14:09 WIB