APBD Gresik 2026 Susut Rp539 M, Proyek Fisik Terancam

- Editorial Team

Minggu, 31 Mei 2026 - 01:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GRESIK, kabargresik.com — Pemerintah Kabupaten Gresik memasuki tahun anggaran 2026 dengan ruang fiskal yang lebih sempit. Total belanja daerah turun Rp539,27 miliar dibanding Perubahan APBD 2025. Tekanan paling besar muncul pada belanja modal dan belanja transfer, dua pos yang berkaitan langsung dengan pembangunan fisik serta dukungan anggaran ke bawah.

Berdasarkan analisis kabargresik.com terhadap Peraturan Daerah Kabupaten Gresik Nomor 4 Tahun 2025 tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2025 dan Peraturan Daerah Kabupaten Gresik Nomor 14 Tahun 2025 tentang APBD Tahun Anggaran 2026, total belanja daerah turun dari Rp3,95 triliun menjadi Rp3,41 triliun.

Secara persentase, belanja daerah menyusut 13,67 persen. Penurunan ini lebih tajam jika dibandingkan dengan APBD murni 2025, karena pembanding yang digunakan adalah posisi terakhir anggaran 2025 setelah perubahan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Belanja modal turun hampir separuh

Pos yang paling menonjol adalah belanja modal. Pada Perubahan APBD 2025, belanja modal mencapai Rp468,76 miliar. Dalam APBD 2026, pos ini turun menjadi Rp236,36 miliar.

Artinya, belanja modal berkurang Rp232,40 miliar atau turun 49,58 persen. Penurunan ini menjadi sinyal penting karena belanja modal biasanya berkaitan dengan pembangunan aset daerah, seperti infrastruktur, gedung, peralatan, jalan, jaringan, dan irigasi.

Belanja transfer juga turun cukup besar. Pada Perubahan APBD 2025, belanja transfer tercatat Rp774,00 miliar. Pada APBD 2026, nilainya turun menjadi Rp574,08 miliar. Selisihnya mencapai Rp199,92 miliar atau turun 25,83 persen.

Berikut rincian perbandingan belanja daerah:

Pos Belanja Perubahan APBD 2025 APBD 2026 Selisih Perubahan
Belanja Operasi Rp2,68 triliun Rp2,59 triliun -Rp93,16 miliar -3,48%
Belanja Modal Rp468,76 miliar Rp236,36 miliar -Rp232,40 miliar -49,58%
Belanja Tidak Terduga Rp23,78 miliar Rp10,00 miliar -Rp13,78 miliar -57,96%
Belanja Transfer Rp774,00 miliar Rp574,08 miliar -Rp199,92 miliar -25,83%
Total Belanja Rp3,95 triliun Rp3,41 triliun -Rp539,27 miliar -13,67%
Baca Juga :  Fransiska Dan Joko Tersangka Baru Kasus Dugaan Korupsi Bantuan Untuk UMKM

Pendapatan transfer jadi penyebab utama

Penurunan belanja tidak berdiri sendiri. Postur pendapatan daerah juga menyusut. Pada Perubahan APBD 2025, pendapatan daerah Gresik mencapai Rp3,86 triliun. Dalam APBD 2026, pendapatan daerah turun menjadi Rp3,37 triliun.

Dengan demikian, pendapatan daerah berkurang Rp489,25 miliar atau turun 12,66 persen.

Penyebab utamanya terletak pada pendapatan transfer. Pada Perubahan APBD 2025, pendapatan transfer mencapai Rp2,30 triliun. Dalam APBD 2026, pendapatan transfer turun menjadi Rp1,75 triliun. Selisihnya mencapai Rp542,95 miliar atau turun 23,65 persen.

Di sisi lain, Pendapatan Asli Daerah atau PAD justru naik. PAD meningkat dari Rp1,57 triliun menjadi Rp1,62 triliun. Kenaikannya sekitar Rp53,69 miliar atau 3,42 persen.

Namun, kenaikan PAD tersebut belum cukup untuk menutup penurunan pendapatan transfer. Akibatnya, pemerintah daerah harus menyusun APBD 2026 dengan belanja yang lebih ramping.

Belanja APBD Gresik 2026 Turun
Belanja APBD Gresik 2026 Turun

Dampaknya bisa terasa pada proyek fisik

Pemangkasan belanja modal berpotensi memengaruhi laju pembangunan fisik di Gresik. Pemerintah daerah kemungkinan harus lebih selektif memilih proyek, menunda sebagian kegiatan, atau menyesuaikan skala pekerjaan.

Dampaknya tidak hanya terasa pada proyek pemerintah. Belanja modal juga memiliki efek ikutan bagi sektor konstruksi, penyedia barang dan jasa, tenaga kerja, serta perputaran ekonomi lokal.

Sementara itu, penurunan belanja transfer dapat mempersempit ruang dukungan anggaran untuk penerima transfer, termasuk program bantuan keuangan yang selama ini menopang kegiatan di tingkat bawah.

Belanja operasi relatif lebih terjaga. Pos ini hanya turun 3,48 persen, dari Rp2,68 triliun menjadi Rp2,59 triliun. Kondisi ini menunjukkan pemerintah daerah masih berusaha menjaga belanja rutin dan layanan pemerintahan agar tetap berjalan.

Baca Juga :  Rawan Konflik Sosial Tokoh Masyarakat Dikumpulkan

Namun, konsekuensinya, ruang untuk ekspansi program baru menjadi lebih terbatas.

Cadangan darurat ikut mengecil

Perubahan juga terlihat pada belanja tidak terduga. Pos ini turun dari Rp23,78 miliar pada Perubahan APBD 2025 menjadi Rp10,00 miliar pada APBD 2026.

Belanja tidak terduga biasanya menjadi bantalan untuk kebutuhan darurat, mendesak, atau kejadian luar biasa. Saat pos ini mengecil, pemerintah daerah tetap bisa melakukan pergeseran anggaran sesuai aturan, tetapi ruang awal untuk respons cepat menjadi lebih terbatas.

Catatan data terbaru

Selain Perda APBD 2026, JDIH Kabupaten Gresik juga memuat Peraturan Bupati Gresik Nomor 104 Tahun 2025 tentang Penjabaran APBD 2026. Regulasi penjabaran itu kemudian mengalami perubahan melalui Peraturan Bupati Gresik Nomor 7 Tahun 2026 dan Peraturan Bupati Gresik Nomor 20 Tahun 2026.

Karena itu, angka dalam laporan ini menggunakan postur besar yang ditetapkan dalam Perda Perubahan APBD 2025 dan Perda APBD 2026. Untuk membaca rincian pelaksanaan sampai tingkat program, kegiatan, dan subkegiatan, pembaca perlu memeriksa lampiran penjabaran APBD terbaru di JDIH Kabupaten Gresik.

Kesimpulan

APBD Gresik 2026 menunjukkan pola konsolidasi fiskal. Pemerintah daerah menjaga belanja rutin agar layanan tetap berjalan, tetapi menekan belanja pembangunan dan transfer akibat turunnya pendapatan, terutama dari pendapatan transfer.

Dengan postur seperti ini, tantangan Pemkab Gresik pada 2026 bukan hanya menyerap anggaran, tetapi juga memastikan belanja yang lebih kecil tetap menyasar program prioritas dan tidak terlalu menekan pembangunan yang langsung dirasakan masyarakat.

Sumber data: Peraturan Daerah Kabupaten Gresik Nomor 4 Tahun 2025 tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2025; Peraturan Daerah Kabupaten Gresik Nomor 14 Tahun 2025 tentang APBD Tahun Anggaran 2026; JDIH Kabupaten Gresik; JDIHN.

Follow WhatsApp Channel www.kabargresik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gresik Raih Predikat Kinerja Tinggi EPPD 2026, Masuk 6 Besar Nasional
Pemkab Gresik Tegaskan 2026 Tak Ada CPNS
Dump Truk Galian C Masih Melintas di Gresik
Bupati Yani Ajak ASN Gresik Bayar ZIS di Ramadan
Kado Hari Jadi, Gresik Raih Penghargaan Kabupaten Bersih
Gresik Resmikan Landfill Mining, Olah Sampah Jadi RDF
160 ODGJ di Gresik Dapat Penanganan Terpadu Sepanjang 2025
APBD 2026 Gresik Fokus Layanan Dasar Warga
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 31 Mei 2026 - 01:19 WIB

APBD Gresik 2026 Susut Rp539 M, Proyek Fisik Terancam

Senin, 27 April 2026 - 16:38 WIB

Gresik Raih Predikat Kinerja Tinggi EPPD 2026, Masuk 6 Besar Nasional

Selasa, 14 April 2026 - 19:43 WIB

Pemkab Gresik Tegaskan 2026 Tak Ada CPNS

Senin, 16 Maret 2026 - 20:22 WIB

Dump Truk Galian C Masih Melintas di Gresik

Jumat, 13 Maret 2026 - 19:29 WIB

Bupati Yani Ajak ASN Gresik Bayar ZIS di Ramadan

Berita Terbaru

PEMERINTAHAN

APBD Gresik 2026 Susut Rp539 M, Proyek Fisik Terancam

Minggu, 31 Mei 2026 - 01:19 WIB

komunitas

KWGe Bagikan Daging Kurban ke Warga Gresik

Sabtu, 30 Mei 2026 - 17:01 WIB