Ketua DPRD dan Mahasiswa PMII Basah-Basahan: Lumpuhkan Eceng Gondok di Irigasi Gresik

- Editorial Team

Sabtu, 23 Mei 2026 - 17:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pagi itu, lumpur dan eceng gondok di saluran irigasi Desa Tebalo, Manyar, Gresik, mendadak jadi medan pertempuran tak biasa. Bukan hanya para aktivis mahasiswa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Atas Langit Daruttaqwa yang berpeluh, tapi juga Ketua DPRD Gresik Muhammad Syahrul Munir, ikut berjibaku, bahu membahu mengeruk sedimen dan memangkas semak belukar. Sebuah pemandangan langka: politikus dan mahasiswa bersatu membersihkan nadi pertanian yang selama ini tercekik gulma.

 

Sejak pagi, kader-kader PMII Atas Langit Daruttaqwa, mengenakan almamater biru-kuning kebanggaan mereka, tak canggung berpadu dengan sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten Gresik. Mereka bersama-sama membersihkan saluran irigasi yang mengepung Desa Tebalo, membuka sumbatan agar air dapat mengalir lancar.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Aksi bersih-bersih ini turut diikuti perwakilan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gresik, Camat Manyar Hendriawan Susilo, perangkat Desa Tebalo, Kamtibmas dan Babinsa Desa Tebalo. Organisasi Gresik Putra Madura Bersatu, serta peserta Pelatihan Kader Dasar (PKD) ke-5 PK PMII Atas Langit Daruttaqwa Gresik juga tak ketinggalan ikut serta.

 

Menurut Hadi Khoirur Roziqin, Ketua PK PMII Atas Langit Daruttaqwa, kegiatan ini bukan sekadar kerja bakti biasa. “Ini manifestasi dari teologi lingkungan yang menuntut kader tidak hanya cakap berwacana di ruang diskusi, namun juga peka dan hadir memberikan solusi nyata atas problem ekologis di akar rumput,” ujarnya. Hadi menambahkan, mereka memegang teguh nilai “menjaga hubungan harmonis dengan alam (hablum minal ‘alam)”, mengajak peserta PKD ke-5 terjun langsung ke masyarakat.

Baca Juga :  Banjir Rob Landa 5 Kecamatan di Gresik, Ratusan Rumah Terendam

 

Kegiatan ini, kata Hadi, juga bertujuan memastikan kelancaran distribusi air, terutama saat musim penghujan. Lebih dari itu, ia berharap aksi ini jadi momentum edukasi bagi warga tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. “Harapan kami, aksi ini dapat menjadi edukasi bagi masyarakat agar senantiasa menjaga lingkungan dan kebersihan. Agar kita semua bisa hidup sehat dan terhindar dari bencana alam,” jelasnya pada Sabtu, 22 Mei 2026.

 

Muhammad Syahrul Munir, Ketua DPRD Gresik, tak sungkan melontarkan apresiasi. Ia memuji inisiatif kader PMII Atas Langit Daruttaqwa yang peduli lingkungan, khususnya dalam membersihkan eceng gondok di irigasi Desa Tebalo. “Aksi bersih-bersih ini termasuk kritik yang membangun untuk pemerintahan di Kabupaten Gresik. Saya berharap pandangan-pandangan terhadap kelestarian dan kebersihan lingkungan seperti ini tidak berhenti dan akan terus berlanjut,” kata Syahrul.

Baca Juga :  Data Masih Amburadul KPU Gresik Tetapkan DPS

 

Politisi muda itu menegaskan, kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Tanpa peran aktif semua pihak, kelestarian dan ekosistem perairan sulit tercapai. “Kebersihan lingkungan bukan tanggung jawab petugas kebersihan, melainkan tanggung jawab kita sebagai makhluk produsen dan konsumen,” terangnya.

 

Senada dengan Syahrul, Camat Manyar Hendriawan Susilo menilai gerakan peduli lingkungan yang digagas PMII ini adalah solusi konkret. “Ini sebuah gerakan positif yang mendorong kita untuk peduli pada lingkungan. Aksi ini bukan hanya sekedar kritikan biasa akan tetapi memberikan sebuah solusi konkret untuk menyelesaikan sebuah permasalahan irigasi di wilayah Kecamatan Manyar,” kata Hendriawan, sambil menyatakan dukungannya untuk kegiatan PKD ke-5 PMII Atas Langit Daruttaqwa ini.

 

Di penghujung kegiatan, Dafa Abie Almadhani, Ketua Umum Pengurus Cabang PMII Gresik, berharap gerakan peduli lingkungan ini menjadi budaya bersama. “Kami gerakan peduli lingkungan ini menjadi budaya bersama, terutama di tengah meningkatnya persoalan ekologis di daerah industri seperti di Kabupaten Gresik,” pungkasnya, berharap ekosistem tetap terjaga dan bermanfaat bagi generasi mendatang.

Follow WhatsApp Channel www.kabargresik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

RUU Migas 2026 Beri Solusi Piutang dan Kedaulatan Energi
Gempa NTT: Bantuan Kemanusiaan Rp1 Miliar Tembus Jalur Darat
Gresik Utara: Jerat Tambang dan Tambak Modern Rusak Lingkungan
Melintasi Jejak Dakwah: Gowes Santri Sambung Tali Sejarah Mbah Musthofa
Kwaran Pramuka Dukun Ganti Nakhoda di Usia 65 Tahun
Ironi Mangrove Gresik: Ditanam di Sidayu, Dibabat Habis di Ujungpangkah
Gresik Bertabuh Genderang Perang Narkoba: Muslimat NU Bergerak Bersama BNN
Gresik di Persimpangan: Ketika Identitas Santri Digerus Industrialisasi
Berita ini 81 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 16:57 WIB

RUU Migas 2026 Beri Solusi Piutang dan Kedaulatan Energi

Jumat, 18 September 2026 - 02:52 WIB

Gempa NTT: Bantuan Kemanusiaan Rp1 Miliar Tembus Jalur Darat

Jumat, 28 Agustus 2026 - 22:23 WIB

Gresik Utara: Jerat Tambang dan Tambak Modern Rusak Lingkungan

Minggu, 16 Agustus 2026 - 12:33 WIB

Melintasi Jejak Dakwah: Gowes Santri Sambung Tali Sejarah Mbah Musthofa

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 15:12 WIB

Kwaran Pramuka Dukun Ganti Nakhoda di Usia 65 Tahun

Berita Terbaru

Muhsin Budiono - Pengamat Energi. 
Kepala Bidang Media & Komunikasi FSPPB (Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu)

BISNIS

RUU Migas 2026 Beri Solusi Piutang dan Kedaulatan Energi

Minggu, 4 Okt 2026 - 16:57 WIB

Muhammadiyah Gresik

Spemdalas Perkuat Pendampingan Siswa Lewat Konferensi

Minggu, 4 Okt 2026 - 15:00 WIB

sekolah

Purnabakti ASN SD Benjeng Dilepas Budaya Gatotkaca

Minggu, 4 Okt 2026 - 14:42 WIB

BISNIS

iPhone Store GKB Buka Gerai Baru, Gandeng Komunitas Lari

Minggu, 4 Okt 2026 - 11:48 WIB