Komisi VII Desak Petrokimia Efisiensi Distribusi dan Harga Gas

- Editorial Team

Kamis, 27 November 2025 - 19:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hingga 20 November 2025, Petrokimia Gresik menyiapkan 299.369 ton stok pupuk bersubsidi nasional. Komisi VII DPR RI memastikan dukungan harga gas $6.5/MBBTU.

Di tengah momentum krusial musim tanam dan transformasi tata kelola pupuk bersubsidi, Petrokimia Gresik (PG), sebagai anggota holding Pupuk Indonesia, menegaskan kesiapan stoknya untuk menjamin ketahanan pangan nasional. Sinergi strategis ini diperkuat melalui kunjungan kerja spesifik Komisi VII DPR RI ke Gresik, Jawa Timur, yang berfokus pada akurasi data ketersediaan dan efisiensi penyaluran.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan data yang dihimpun bisnisgresik.com dari laporan kunjungan kerja tersebut, Direktur Operasi dan Produksi Petrokimia Gresik, Majus Luther Sirait, menyampaikan bahwa perusahaan telah menyiapkan stok pupuk bersubsidi yang memadai di seluruh gudang tingkat kabupaten/kota, siap ditebus oleh petani terdaftar.

Kesiapan ini menjadi respons langsung terhadap kebijakan Pemerintah yang melakukan transformasi signifikan, termasuk penurunan Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar 20 persen, yang efektif berlaku sejak 22 Oktober lalu. Selain itu, Pemerintah juga telah menambah alokasi pupuk bersubsidi menjadi 9,55 juta ton pada tahun 2025.

“Apalagi saat ini sejumlah daerah memasuki musim hujan, dan petani mulai menanam. Kami sudah menyiapkan stok pupuk bersubsidi yang cukup di gudang-gudang tingkat kabupaten/kota seluruh Indonesia, dan siap ditebus oleh petani,” ujar Luther Sirait, yang mewakili Direktur Utama Daconi Khotob.

Verifikasi Data Stok dan Kinerja Operasional

Data akurat menjadi kunci dalam menjamin rasa aman petani dan stabilitas harga pangan. Hingga 20 November 2025, Petrokimia Gresik mencatat stok pupuk bersubsidi nasional mencapai angka 299.369 ton. Angka ini diklaim cukup untuk memenuhi kebutuhan petani selama tiga pekan ke depan.

Baca Juga :  Petrokimia Gresik Kirim Logistik Dan Relawan Medis Ke Bawean

Rincian stok tersebut menunjukkan kontribusi signifikan PG dalam menjamin ketersediaan jenis pupuk vital, khususnya Urea, NPK, dan ZA, yang menjadi tulang punggung produktivitas sektor pertanian. Stok tersebut terdiri dari:

  • NPK Phonska: 224.417 ton
  • Pupuk Organik: 42.938 ton
  • Urea: 26.519 ton
  • ZA: 5.496 ton

Ketersediaan stok ini didukung oleh kinerja operasional yang melampaui target. Di hadapan Komisi VII, Luther Sirait memaparkan bahwa hingga Oktober 2025, capaian produksi Petrokimia Gresik telah mencapai 6,36 juta ton, baik pupuk maupun nonpupuk. Angka ini setara dengan 115 persen dari Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) yang diamanahkan.

Desakan Komisi VII: Distribusi dan Harga Gas

Meskipun mengapresiasi kinerja Petrokimia Gresik dan Pupuk Indonesia dalam mengatasi dinamika kelangkaan yang biasanya muncul di daerah, Komisi VII DPR RI memberikan perhatian besar terhadap efektivitas distribusi dan struktur biaya industri.

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Evita Nursanty, mengakui bahwa peningkatan alokasi pupuk bersubsidi telah mengurangi permasalahan kelangkaan. Namun, ia menekankan pentingnya menjaga ketersediaan stok, terutama saat puncak musim tanam.

“Sekarang kan lagi musim tanam, itu yang saya ingatkan jangan sampai kekurangan stok di gudang. Harus dipastikan ada, karena pupuk pada musim tanam akan fatal akibatnya bagi petani kita,” tegas Evita Nursanty.

Evita juga menyoroti bahwa efektivitas distribusi, ketepatan sasaran, dan akuntabilitas di Lini III dan Lini IV sangat menentukan keberhasilan program subsidi. Komisi VII memastikan bahwa mereka akan terus mendorong kebijakan yang mendukung efisiensi industri pupuk, terutama terkait harga energi.

Baca Juga :  Pekerja Artawa Bawa Sekarung Alat Bukti

Dalam upaya menjaga ketahanan pangan nasional dan efisiensi industri, Komisi VII berkomitmen untuk mengamankan pasokan dan struktur biaya gas. Mereka memastikan akan tetap mendorong harga gas untuk industri pupuk sebesar 6,5 Dollar Amerika Serikat per MBBTU di tahun 2026. Harga gas selalu menjadi masalah utama di setiap industri, dan komitmen ini diharapkan dapat menjaga stabilitas biaya non-energi Petrokimia Gresik.

Kolaborasi antara Petrokimia Gresik dan Komisi VII DPR RI ini diharapkan dapat terus ditingkatkan dalam upaya mewujudkan swasembada pangan nasional, sejalan dengan visi Presiden Republik Indonesia Bapak Prabowo Subianto dalam Asta Cita.

Penulis : Tiko

Editor : Tim



sumber berita ini dari bisnisgresik.com

Follow WhatsApp Channel www.kabargresik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

SIG Percepat Pemulihan Pasca Banjir Sumbar dengan Bata Interlock
Berkah Ramadan: Petrokimia Gresik Bantu 146 Tempat Ibadah
Gressmall Ubah Atrium Jadi Arena Badminton, Dorong Gaya Hidup Aktif
Jelang Ramadan, Pasar Murah Pemprov Jatim Diserbu Warga Gresik
Nelayan Gresik Matrakim Hilang di Laut Usai Antar Penumpang
SIG Gelar RUPSLB, Ubah Anggaran Dasar dan Delegasi RKAP 2026
Bos PT BRN Tersangka Illegal Logging Mentawai
KSPPS NU Dukun Bidik Aset Rp 40 M, Fokus Transformasi Syariah
Berita ini 40 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 23 Februari 2026 - 18:21 WIB

SIG Percepat Pemulihan Pasca Banjir Sumbar dengan Bata Interlock

Senin, 23 Februari 2026 - 18:08 WIB

Berkah Ramadan: Petrokimia Gresik Bantu 146 Tempat Ibadah

Minggu, 18 Januari 2026 - 13:38 WIB

Gressmall Ubah Atrium Jadi Arena Badminton, Dorong Gaya Hidup Aktif

Rabu, 14 Januari 2026 - 20:59 WIB

Jelang Ramadan, Pasar Murah Pemprov Jatim Diserbu Warga Gresik

Selasa, 6 Januari 2026 - 15:01 WIB

Nelayan Gresik Matrakim Hilang di Laut Usai Antar Penumpang

Berita Terbaru

Kriminal

Patroli Sahur Berujung Tawuran di Gresik, 2 Pemuda Terluka

Jumat, 27 Feb 2026 - 18:36 WIB

Advertorial

DPRD Gresik Sahkan Tiga Perda Baru: Optimalisasi Aset & Layanan

Jumat, 27 Feb 2026 - 15:35 WIB

Muhammadiyah Gresik

Teladani Jejak Rasul, Kelas IX Spemdalas Dalami Sirah Nabawi

Jumat, 27 Feb 2026 - 14:09 WIB