KSPPS NU Dukun Bidik Aset Rp 40 M, Fokus Transformasi Syariah

- Editorial Team

Minggu, 30 November 2025 - 13:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Koperasi Simpan Pinjam Pembiayaan Syariah (KSPPS) NU Dukun, Gresik, menetapkan target ambisius untuk tahun anggaran 2026, memproyeksikan total aset mencapai Rp 40 miliar dengan capaian Sisa Hasil Usaha (SHU) sekitar Rp 2,5 miliar. Proyeksi strategis ini menjadi inti dari Rapat Anggota Rencana Kerja Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja (RARK/RAPB) Tahun Anggaran 2026 yang digelar pada Sabtu, 29 November 2025.

Kegiatan tahunan yang diselenggarakan di Aula KH Hasyim Asy’ari Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama’ (MWCNU) Dukun ini tidak hanya berfokus pada penyusunan anggaran, tetapi juga menjadi forum evaluasi progres KSPPS NU Dukun menjelang Rapat Anggota Tahunan (RAT) tahun buku 2025 pada akhir Januari 2026. Selain RARK/RAPB, acara tersebut juga diisi dengan Seminar Koperasi Syariah bertema “Manajemen Koperasi Syariah.”

Akselerasi Aset dan Peran PemberdayaanKetua KSPPS NU Dukun, H. Muanan SH, M. Si., dalam sambutannya menegaskan bahwa penyusunan rencana kerja dan anggaran ini bertujuan untuk memproyeksikan target keuangan dan operasional di tahun mendatang. Rencana kerja yang dihasilkan mencakup tiga bidang utama: Bidang Organisasi, Bidang Usaha dan Permodalan, serta Bidang Administrasi dan Akuntansi.

H. Muanan menekankan bahwa KSPPS NU Dukun sedang bertransformasi dari sekadar lembaga pembiayaan keuangan menjadi lembaga pemberdayaan yang lebih luas bagi umat, khususnya dalam mendukung Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta pendidikan.

“Untuk rencana anggaran pendapatan dan belanja tahun 2026 kita proyeksikan aset sudah mencapai 40 M. Dengan capaian SHU sekitar 2,5 M,” tegas H. Muanan, menggarisbawahi target finansial yang signifikan.Dari sisi integritas operasional, H. Muanan juga memastikan bahwa manajemen keuangan KSPPS NU Dukun telah didukung penuh oleh aplikasi keuangan yang sesuai dengan standar Sakep, menjamin keamanan, konektivitas, dan integrasi data.

Transparansi dan Edukasi AnggotaDi sisi tata kelola, Ketua Tanfidziyah MWCNU Dukun, KH Moh Sholeh, memberikan penekanan khusus pada pentingnya transparansi dan pemahaman anggota terhadap laporan keuangan koperasi secara menyeluruh. Ia mendorong anggota untuk tidak hanya fokus pada laporan akhir berupa SHU, tetapi juga memahami alur dan progres laporan secara mendalam.

“Untuk pemberdayaan KSPPS ini Monggo anggota bisa membaca Laporan Koperasi KSPPS, jangan hanya bisa membaca laporan Akhir saja yakni SHU akan tetapi alur dan progres laporan harus faham,” ujar KH Moh Sholeh.Sebagai tindak lanjut, KH Moh Sholeh menjanjikan agenda pelatihan Koperasi Syariah bagi para anggota untuk meningkatkan literasi keuangan dan perkoperasian.

Baca Juga :  Petrokimia Gresik Tumbuh di Usia 53 Tahun

Tantangan Regulasi Koperasi SyariahSesi kedua acara diisi dengan Seminar Koperasi yang menghadirkan Dr H. Ali Hamdan S.Si M. Ei., Ketua Forum Komunikasi Koperasi Syariah Jawa Timur. Dalam paparannya, Dr. Ali Hamdan mengajak seluruh anggota dan pelaku Koperasi Syariah untuk mengedepankan Standar Operasional Prosedur (SOP) dan Standar Operasional Manajemen (SOM) Koperasi Syariah.

Seminar tersebut juga menyoroti tantangan Koperasi Syariah ke depan, termasuk perkembangan Undang-Undang Koperasi yang saat ini berada di posisi finalisasi Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI). Dr. Ali Hamdan berharap pertemuan ini dapat menambah wawasan perkoperasian dan ditindaklanjuti untuk edukasi bersama.

Rapat yang dihadiri oleh seluruh pengurus manajemen, pengawas KSPPS NU Dukun, dan pengurus MWCNU Dukun ini ditutup dengan forum tanya jawab yang antusias, membahas progres tahun anggaran 2025 dan rencana strategis 2026. Acara diakhiri dengan doa penutup yang dipimpin oleh Dr KH Ahmad Thoyyib Mas’udi, Rois Syuriah MWCNU Dukun.

Penulis : M Syafik

Editor : Tiko

Follow WhatsApp Channel www.kabargresik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pabrik Melamin US$600 Juta di KEK JIIPE Gresik Mulai Dibangun
Muhammadiyah Bangun Pabrik Cairan Infus Sendiri di Malang: Menuju Kemandirian Kesehatan Nasional
PKB Freeport Disorot, Menaker Ingatkan Implementasi
Mendag Dorong Digitalisasi Pasar Sidayu Gresik Agar Bisa Menjadi Wisata Belanja
Fenomena Coffee Bubble Burst: Raksasa Kopi Mulai Tumbang?
Hinca Panjaitan Bongkar Surat Kejari Karo yang Bertentangan dengan Penetapan Hakim
KEK Gresik Serap Rp106 T, 30% Investasi Nasional
3 SPPG MBG di Sidayu Gresik Disuspend Gegara Kelapa
Berita ini 52 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 08:16 WIB

Pabrik Melamin US$600 Juta di KEK JIIPE Gresik Mulai Dibangun

Kamis, 16 April 2026 - 20:14 WIB

Muhammadiyah Bangun Pabrik Cairan Infus Sendiri di Malang: Menuju Kemandirian Kesehatan Nasional

Selasa, 14 April 2026 - 08:13 WIB

PKB Freeport Disorot, Menaker Ingatkan Implementasi

Sabtu, 11 April 2026 - 20:12 WIB

Mendag Dorong Digitalisasi Pasar Sidayu Gresik Agar Bisa Menjadi Wisata Belanja

Senin, 6 April 2026 - 20:10 WIB

Fenomena Coffee Bubble Burst: Raksasa Kopi Mulai Tumbang?

Berita Terbaru

Muhammadiyah Gresik

Kajian Ahad Pagi PCM Kebomas Bahas Kematian dari Medis & Syariat

Senin, 20 Apr 2026 - 01:32 WIB

Muhammadiyah Gresik

Kepala SDM 1 Menganti Sampaikan Pidato Perdana

Minggu, 19 Apr 2026 - 16:30 WIB

Muhammadiyah Gresik

Tak Kuasa Menahan Haru, Teguh Abdillah Akhiri Jabatan di SD Mudri

Minggu, 19 Apr 2026 - 07:29 WIB