GIRIMU.COM — Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di kelas 9C SMP Muhammadiyah 1 Gresik (Spemutu) berlangsung berbeda dan menyenangkan. Kegiatan yang dilaksanakan pada Senin (9/2/2026) ini bertempat di Laboratorium Komputer 1 Spemutu, dengan menghadirkan guru tamu, Kepala SMA Muhammadiyah 1 Gresik, Nurul Ilmiyah.
Materi yang dipelajari pada kegiatan ini adalah listrik, dengan memanfaatkan media simulasi PhET yang dipadukan dengan diferensiasi instruksi melalui Lembar Kerja (LK). PhET (Physics Education Technology) merupakan media pembelajaran interaktif berbasis simulasi virtual yang memungkinkan siswa melakukan eksperimen sains secara digital dengan mengubah berbagai variabel dan mengamati hasilnya secara langsung.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Urusan Kurikulum Spemutu, Tri Wahyuningsih, menyampaikan, bahwa pembelajaran dengan simulasi PhET memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna bagi siswa. Menurutnya, media ini sangat membantu siswa dalam memahami konsep listrik yang selama ini dianggap sulit dan berisiko jika dilakukan secara langsung menggunakan alat nyata.
“Dengan PhET, siswa bisa belajar melalui percobaan tanpa rasa takut. Mereka bebas mencoba, salah, lalu memperbaiki kembali. Ini sangat baik untuk melatih keberanian, ketelitian, dan pola pikir ilmiah siswa,” jelasnya seraya menambahkan, bahwa pembelajaran berbasis teknologi seperti ini sejalan dengan upaya sekolah dalam menciptakan pembelajaran yang aktif, aman, dan menyenangkan.
Antusiasme siswa terlihat jelas selama kegiatan berlangsung. Fachri Tsaqif dan Arya Mizanny nampak kompak mengikuti setiap instruksi dalam LK. Keduanya aktif berdiskusi, mencoba berbagai kemungkinan rangkaian, dan memperhatikan setiap perubahan yang muncul pada simulasi.
Fachri mengungkapkan, pembelajaran IPA kali ini terasa jauh lebih menarik dibandingkan pembelajaran biasa. Ia merasa lebih mudah memahami konsep arus listrik dan rangkaian karena dapat melihat langsung dampak dari setiap sambungan kabel.
“Kalau salah menyambungkan kabel, langsung kelihatan akibatnya. Jadi kami tahu kesalahannya di mana dan bisa memperbaiki. Belajarnya jadi lebih berani dan tidak takut mencoba,” ujarnya.
Sementara Arya Mizanny menyampaikan, bahwa penggunaan simulasi PhET membuat pembelajaran terasa seperti bermain sambil belajar. Menurutnya, efek visual yang muncul saat terjadi kesalahan rangkaian, seperti api atau ledakan kecil, justru membuat siswa semakin fokus dan penasaran.
“Tadi seru sekali. Saat kabel salah disambung muncul api, jadi kami langsung tahu itu tidak benar. Dari situ jadi lebih paham rangkaian yang aman dan sesuai,” katanya dengan penuh antusias.
Melalui pembelajaran ini, siswa tidak hanya memperoleh pemahaman konsep listrik secara teori, tetapi juga pengalaman praktik melalui simulasi digital. Kegiatan tersebut menjadi contoh penerapan pembelajaran interaktif, kontekstual, dan berpusat pada siswa, sekaligus mendorong penguatan literasi sains dan keterampilan berpikir kritis di SMP Muhammadiyah 1 Gresik. (*)
Kontributor: Beny Syah
Post Views: 1












