Menembus Batas Budaya: Serunya Cultural Exposure Siswa ICP Spemdalas ke Perancis dan Korea

- Editorial Team

Sabtu, 2 Mei 2026 - 02:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

banner 468x60

Girimu.com — Semangat belajar lintas budaya begitu hidup dalam kegiatan Cultural Exposure yang diikuti oleh 54 siswa kelas VIII International Class Program (ICP) SMP Muhammadiyah 12 GKB (Spemdalas) Gresik, Rabu (29/4/2026). Didampingi empat guru, para siswa menjelajah dua pusat kebudayaan dunia di Surabaya: Institut Français Indonesia dan King Sejong Institute Surabaya.

Kegiatan ini menjadi jembatan nyata bagi siswa untuk mengenal lebih dekat bahasa dan budaya global, khususnya Perancis dan Korea, yang selama ini lebih sering mereka lihat melalui media.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum, Jamilah, SSi, MPd, menegaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari penguatan cross-cultural understanding. “Harapannya, siswa tidak hanya tertarik belajar bahasa asing, tetapi juga semakin menghargai budaya sendiri,” ujarnya.

Kunjungan ke Institut Français Indonesia (IFI) menjadi pembuka pengalaman internasional siswa. Mereka disambut langsung oleh Direktur IFI, Vincent Padare. Kegiatan diawali dengan pemaparan kebudayaan Perancis yang memperluas wawasan siswa tentang negara yang bahasanya digunakan oleh lebih dari 300 juta penutur di dunia. Siswa juga menyaksikan film Perancis serta mencoba praktik bahasa sederhana. Tidak hanya itu, mereka diajak mengeksplorasi Mediatheque, ruang kreatif yang memungkinkan siswa belajar, bermain, dan bertukar ide. Suasana belajar terasa santai namun tetap sarat makna.

Kunjungan berlanjut ke King Sejong Institute (KSI) Surabaya yang berada di lingkungan Petra Christian University. Kegiatan di sini dirancang sebagai pengalaman belajar lintas budaya yang autentik dan interaktif.

Baca Juga :  Penguatan Moderasi Beragama Menciptakan Beragama yang Damai dan Toleran

Sesi diawali dengan orientasi dan pembukaan oleh Dr Listia Natadjaja, Direktur KSI Surabaya yang memperkenalkan peran KSI dalam menyebarkan bahasa dan budaya Korea. Materi kemudian diperkaya melalui media visual sebelum siswa memasuki kelas interaktif.

Pada sesi inti, siswa mengikuti dua aktivitas utama secara bergantian melalui sistem rotasi kelas. Ms. Felicia memandu kelas kaligrafi Korea, sementara Mr. Hong memimpin permainan tradisional Korea, Yutnori. Aktivitas ini dikemas dalam bentuk kompetisi, sehingga suasana belajar menjadi semakin hidup, kolaboratif, dan menyenangkan.

Koordinator ICP sekaligus ketua rombongan, Wiwik Indrawati, SPd., menjelaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari penguatan pendidikan berbasis internasional. “Konsep utamanya adalah membentuk karakter global citizen yang terbuka, toleran, dan adaptif,” katanya.

Ia menambahkan, respon siswa sangat positif. Selain menyenangkan, kegiatan ini juga menantang dalam konteks internasional. Ke depan, program ini akan dikembangkan secara berkelanjutan melalui evaluasi dan inovasi.

Menurut Haifa Marta, SPd, yang bertugas sebagai guru pendamping, sejak keberangkatan siswa menunjukkan antusiasme tinggi. Mereka terlihat enjoy, happy, dan terlibat aktif. Setelah kegiatan pun, siswa menjadi lebih ceria dan berani mencoba pengalaman baru dalam bahasa asing. Momen paling berkesan terjadi saat bermain yutnori, meskipun tantangan utama adalah perbedaan bahasa selain Inggris. Dari proses tersebut, siswa justru mendapatkan nilai penting berupa pemahaman budaya Korea dan Prancis yang menarik.

Baca Juga :  Urun Rembug Pilrek UMG Periode 2025-2029

Testimoni Siswa

Pengalaman langsung ini memberikan kesan mendalam bagi para siswa. Indira Elkeisha Zahra dari kelas VIII Germanium mengaku mendapatkan perspektif baru tentang budaya dunia.

“Awalnya saya pikir Perancis hanya tentang Menara Eiffel dan Korea tentang K-pop. Ternyata budaya mereka jauh lebih luas dan menarik untuk dipelajari,” ujarnya. Ia juga merasa senang bisa mencoba langsung bahasa asing meskipun cukup menantang dalam pengucapan.

Sementara itu, Maheswari Arimbi AF dari kelas VIII Germanium menyoroti keseruan interaksi langsung selama kegiatan.

“Bermain Yutnori itu seru sekali karena saya belum pernah mencobanya. Belajar bahasa baru juga menantang, tapi justru di situ letak keasyikannya,” ungkapnya.

Keduanya sepakat, bahwa pengalaman ini tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga memotivasi mereka untuk belajar bahasa asing lebih serius bahkan bercita-cita melanjutkan studi ke luar negeri.

Tidak hanya belajar bahasa, melalui kegiatan ini siswa juga menyerap nilai-nilai penting dan penghargaan terhadap perbedaan budaya. Cultural Exposure ICP Spemdalas pun menjadi upaya nyata membentuk generasi muda berwawasan global, adaptif, dan tetap berakar kuat pada jati diri bangsa. (*)

 


Post Views: 1,276

sumber berita dari girimu.com

Follow WhatsApp Channel www.kabargresik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Prodi PGSD FKIP UMG Raih Predikat Unggul dari Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan, Pacu Semangat Tingkatkan Kualitas Pendidikan
Matamuda MI Islamiyah Mojopetung Hadirkan Madrasah Ramah, Murid Bahagia lewat Kegiatan Edukatif dan Menyenangkan
Tiga Keberkahan Warnai Pengajian Bulanan Muhammadiyah-Aisyiyah Ranting Srembi Kebomas
MI Mulia Gembleng Murid Baru: Lima Hari Membentuk Karakter Dan Menjelajah Asa
Meriah dan Penuh Semangat, SD Al Islam Cerme Gelar Demo Ekstrakurikuler di Bawah Terik Matahari
MPLS KB dan TK Aisyiyah Wringinanom Ditutup dengan Keceriaan Fun Game Bersama Orang Tua
Puncak MPLS Ramah, KB Aisyiyah 24 dan TK Aisyiyah 08 Melirang Gaungkan Peduli Lingkungan lewat Pawai Kostum Daur Ulang
Smamsatu Gresik Gelar Kuliah Tamu Prodistik ITS, Dorong Siswa Siapkan Karya dan Karier
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 02:56 WIB

Prodi PGSD FKIP UMG Raih Predikat Unggul dari Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan, Pacu Semangat Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Senin, 20 Juli 2026 - 17:55 WIB

Matamuda MI Islamiyah Mojopetung Hadirkan Madrasah Ramah, Murid Bahagia lewat Kegiatan Edukatif dan Menyenangkan

Senin, 20 Juli 2026 - 08:54 WIB

Tiga Keberkahan Warnai Pengajian Bulanan Muhammadiyah-Aisyiyah Ranting Srembi Kebomas

Minggu, 19 Juli 2026 - 23:53 WIB

MI Mulia Gembleng Murid Baru: Lima Hari Membentuk Karakter Dan Menjelajah Asa

Minggu, 19 Juli 2026 - 14:51 WIB

Meriah dan Penuh Semangat, SD Al Islam Cerme Gelar Demo Ekstrakurikuler di Bawah Terik Matahari

Berita Terbaru

Peristiwa

Dua ABK Kapal Mati Lemas di Tangki CPO Pelabuhan Gresik

Selasa, 11 Agu 2026 - 22:42 WIB