Girimu.com — Pengajian bulanan Muhammadiyah dan Aisyiyah Ranting Srembi, Kebomas, Gresik kembali menghadirkan suasana hangat penuh kekeluargaan, sekaligus menguatkan semangat dakwah. Bertempat di kediaman salah satu kader Mochammad Nor Qomari, di Perum Grand Gresik Harmoni Blok B5 Nomor 14, Srembi, Kebomas, Ahad (19/7/2026), pengajian kali ini menghadirkan tiga keberkahan yang dirasakan bersama, yaitu keberkahan dakwah, keberkahan berbagi, dan keberkahan menjaga lingkungan.
Pengajian yang telah memasuki putaran keempat ini tidak hanya menjadi ajang silaturahim warga Muhammadiyah dan Aisyiyah, tetapi juga forum untuk menyatukan gagasan dalam membangun Ranting Srembi. Hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kebomas Muhammad Yunus, serta Wakil Ketua PCM Bidang Majelis Tabligh, Sugeng Santoso, yang memberikan penguatan kepada para kader.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Srembi, Ikhwan Thohari, melaporkan, proses administrasi pembentukan ranting telah memasuki tahap akhir.
“Insya Allah pada pekan keempat Juli seluruh berkas administrasi selesai dan segera kami ajukan ke PCM Kebomas untuk diteruskan kepada PDM Gresik,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan Aisyiyah Srembi, Duwi Megayani, menyampaikan perkembangan program Ahad Berkah Berbagi Sayur Gratis yang telah terlaksana dua kali dan mendapat sambutan baik dari masyarakat. Ia juga berharap pada pengajian mendatang dapat hadir perwakilan dari Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Kebomas, sehingga sinergi dakwah semakin kuat.
Dalam tausiyah iftitah, Muhammad Yunus mengangkat tema tentang makna berkah dalam kehidupan seorang Muslim.
“Dalam hampir setiap doa yang kita panjatkan selalu ada permohonan keberkahan, karena berkah adalah karunia Allah yang membuat sesuatu menjadi lebih bermanfaat,” tuturnya.
Menurutnya, rezeki yang berkah bukan semata-mata diukur dari jumlahnya, melainkan dari kecukupan dan manfaat yang dihasilkan. Ia mengutip Surah Al-Baqarah ayat 261 tentang keutamaan menginfakkan harta di jalan Allah, serta menjelaskan berbagai dalil Al-Quran mengenai keberkahan yang Allah limpahkan kepada tempat, waktu, dan orang-orang yang beriman.
Pengajian kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Sugeng Santoso.
“Mari kita bersyukur atas setiap kemudahan yang Allah berikan, termasuk ikhtiar berdirinya Ranting Muhammadiyah Srembi. Semoga Allah menjadikannya sebagai pusat dakwah yang membawa manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Keberkahan berikutnya hadir melalui semangat berbagi. Direktur Kantor Layanan Lazismu Gresik Kota Baru, Suwono, STP, MM, menghadirkan hidangan bakso yang diolah dari daging kurban Iduladha 1447 Hijriah.
“Daging kurban yang dihimpun dari masjid, ranting, dan sekolah Muhammadiyah GKB kami olah menjadi produk siap saji agar manfaatnya dapat dirasakan lebih panjang. Hari ini bakso tersebut kami hadirkan untuk mendukung kegiatan dakwah di Ranting Srembi,” jelasnya.
Bagi peserta, sajian tersebut bukan sekadar hidangan makan siang, tetapi juga menjadi contoh bagaimana semangat filantropi dapat terus berlanjut melalui pengelolaan daging kurban yang inovatif dan berkelanjutan.
Kemudian keberkahan ketiga nampak dari komitmen tuan rumah menghadirkan pengajian yang lebih ramah lingkungan. Seluruh konsumsi disajikan tanpa peralatan makan sekali pakai. Gelas dan teko blirik bernuansa klasik menghiasi meja hidangan, sementara jajanan disajikan di atas piring kaca dan bakso menggunakan mangkuk kaca, tanpa plastik maupun styrofoam.
“Langkah sederhana tersebut menjadi wujud nyata kepedulian warga Muhammadiyah dan Aisyiyah Srembi terhadap pengurangan sampah plastik. Pengajian pun tidak hanya menjadi ruang memperkuat iman dan ukhuwah, tetapi juga mengajarkan bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari amanah keislaman,” tegas ikhwan. (*)
Post Views: 22












