Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur melalui Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (LAZISMU) Jawa Timur kembali mendistribusikan bantuan kemanusiaan tahap IV senilai Rp1 miliar untuk penyintas gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Pengiriman logistik kali ini terpaksa menempuh jalur darat. Hal tersebut dikarenakan sejumlah dermaga umum di lokasi terdampak bencana hingga kini belum dapat difungsikan secara optimal.
Bantuan yang diberangkatkan mencakup berbagai kebutuhan mendesak bagi para korban bencana. Logistik tersebut meliputi 2.000 lembar terpal plastik, 1.230 dus air minum kemasan, 523 dus mi instan, 5.280 kaleng RendangMu, serta 200 paket *family kit*.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain itu, LAZISMU Jatim juga menyuplai bahan pangan dan fasilitas penunjang, antara lain 650 kg beras, 72 kg minyak goreng, 72 kg gula, 5 unit tandon air kapasitas 800 liter, 20 karung pakaian layak pakai, 20 unit kasur, boneka anak-anak, serta satu armada pikap berisi perlengkapan sanitasi berupa popok dan pembalut.
Sebagian bantuan berupa terpal plastik didapatkan dari donasi PT Hesheng Plastik Industrial. Asisten Direktur PT Hesheng Plastik Industrial, Virlya Rahma Ilana, mengungkapkan alasan pihaknya menyalurkan bantuan melalui LAZISMU karena kepercayaan terhadap kredibilitas lembaga tersebut.
“Jaringan Muhammadiyah dan LAZISMU sangat luas di daerah-daerah dan perusahaan kami melihat lembaga amil ini amanah. Maka, kami memutuskan untuk menitipkan bantuan perusahaan ke LAZISMU Jatim,” ujar Virlya usai pelepasan armada angkut bantuan kemanusiaan, Rabu (17/9/2026).
Ketua LAZISMU Jatim, Prof. Muhammad Sigit Darmawan, menyampaikan apresiasi dan terima kasih setinggi-tingginya kepada seluruh donatur di Jawa Timur yang terus mempercayakan donasinya.
“Kami di LAZISMU sangat berterima kasih atas donasi kemanusiaan melalui lembaga amil Muhammadiyah ini. Insyaallah amanah ini terus kami jaga. Kami juga masih membuka donasi kemanusiaan untuk penyintas gempa NTT karena proses pemulihan masih panjang,” jelas Prof. Muhammad Sigit Darmawan.
Pada kesempatan berbeda, Ketua Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Jawa Timur, Muhammad Rofi’i, menegaskan bahwa pihaknya terus bersiap memobilisasi tim tanggap bencana. Pengiriman relawan dan personel respons bencana ke NTT dilakukan secara bergelombang sesuai dinamika kebutuhan riil di lapangan.
“Hari ini kita menyiapkan keberangkatan tim psikososial ke NTT dan beberapa tim teknis lainnya yang disesuaikan dengan kebutuhan di lokasi bencana,” kata Muhammad Rofi’i.
Hingga saat ini, MDMC Jawa Timur telah mengerahkan lebih dari 100 relawan untuk penanganan bencana di NTT, yang terdiri dari tenaga medis, tim psikososial, relawan umum, hingga tim teknis lainnya.
—











