Penyu laut bertelur di pasir, jauh dari laut. Ia meninggalkan telur-telurnya, lalu kembali ke samudra.
Ketika menetas, tukik penyu merangkak menuju ombak. Jaraknya tidak panjang, tetapi penuh ancaman. Pasir berat, burung menukik tajam dan kepiting menunggu dibalik gelombang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Banyak yang gugur. Namun pada lintasan itulah arah hidupnya direkam.
Penelitian Kenneth J. Lohmann dan Nathan F. Putman menunjukkan bahwa tukik merekam tanda medan magnet bumi di pantai kelahirannya. Proses itu terjadi saat ia pertama kali berorientasi ke laut. Rekaman itu menjadi sistem navigasi yang kelak membawanya kembali setelah bertahun-tahun mengembara.
Puasa Ramadhan bekerja dengan mekanisme batin yang serupa.
Al-Qur’an menyebut tujuannya: “la‘allakum tattaqūn” (QS. Al-Baqarah: 183). Agar manusia memiliki taqwa, kesadaran yang membuatnya menjaga diri pada arah tujuan yang benar.
Proses perekaman spiritual itu terjadi secara konkret.
Ketika lapar datang dan tetap menahan diri, otoritas berpindah dari dorongan tubuh ke keputusan sadar. Bangun sahur meski berat, disiplin ditanam. Menambah interaksi dengan Al-Quran dan sholat tarawih di malam malamnya. Doa yang dipanjatkan berulang.
Dalam psikologi, pengulangan sadar membentuk pola. Dalam spiritualitas, ia membentuk karakter. Setiap hari puasa adalah satu garis kecil yang jika ditarik terus-menerus akan menjadi arah. Di situlah imprinting spiritual terjadi: bukan pada ceramah yang menggetarkan, tetapi pada pilihan yang konsisten.
Tubuh belajar bahwa ia tidak selalu harus dituruti. Lisan belajar bahwa ia bisa diarahkan dengan melatunkan Al-Qur’an. Hati belajar bahwa Tuhan hadir bahkan ketika tidak ada manusia yang melihat.
Jika Ramadhan dijalani dengan kesadaran seperti itu, maka setelah ia berlalu, seseorang tidak kembali ke titik nol. Ia membawa koordinat.
Sebelas bulan berikutnya adalah lautan dengan arus yang kuat: kepentingan, ambisi, konflik. Pada saat itulah terlihat apakah Ramadhan hanya lewat sebagai ritual, atau benar-benar mencetak arah.
Seperti tukik penyu yang merangkak menuju ombak pertama, yang menentukan bukan panjang perjalanannya nanti, tetapi apakah pada fase awal itu ia sempat merekam peta.
Ramadhan adalah fase itu. Tempat manusia menanam arah sebelum kembali berenang dalam lautan kehidupan.
Post Views: 1












