Belajar dari Tukik Penyu: Ramadhan dan Imprinting Spiritual

- Editorial Team

Sabtu, 21 Februari 2026 - 22:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

banner 468x60

Penyu laut bertelur di pasir, jauh dari laut. Ia meninggalkan telur-telurnya, lalu kembali ke samudra.

Ketika menetas, tukik penyu merangkak menuju ombak. Jaraknya tidak panjang, tetapi penuh ancaman. Pasir berat, burung menukik tajam dan kepiting menunggu dibalik gelombang.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Banyak yang gugur. Namun pada lintasan itulah arah hidupnya direkam.
Penelitian Kenneth J. Lohmann dan Nathan F. Putman menunjukkan bahwa tukik merekam tanda medan magnet bumi di pantai kelahirannya. Proses itu terjadi saat ia pertama kali berorientasi ke laut. Rekaman itu menjadi sistem navigasi yang kelak membawanya kembali setelah bertahun-tahun mengembara.

Puasa Ramadhan bekerja dengan mekanisme batin yang serupa.
Al-Qur’an menyebut tujuannya: “la‘allakum tattaqūn” (QS. Al-Baqarah: 183). Agar manusia memiliki taqwa, kesadaran yang membuatnya menjaga diri pada arah tujuan yang benar.

Baca Juga :  Di Tengah Serah Terima Rapor SD Almadany, Kejutan Surat Cinta Ananda Memantik Rasa Haru

Proses perekaman spiritual itu terjadi secara konkret.
Ketika lapar datang dan tetap menahan diri, otoritas berpindah dari dorongan tubuh ke keputusan sadar. Bangun sahur meski berat, disiplin ditanam. Menambah interaksi dengan Al-Quran dan sholat tarawih di malam malamnya. Doa yang dipanjatkan berulang.

Dalam psikologi, pengulangan sadar membentuk pola. Dalam spiritualitas, ia membentuk karakter. Setiap hari puasa adalah satu garis kecil yang jika ditarik terus-menerus akan menjadi arah. Di situlah imprinting spiritual terjadi: bukan pada ceramah yang menggetarkan, tetapi pada pilihan yang konsisten.

Tubuh belajar bahwa ia tidak selalu harus dituruti. Lisan belajar bahwa ia bisa diarahkan dengan melatunkan Al-Qur’an. Hati belajar bahwa Tuhan hadir bahkan ketika tidak ada manusia yang melihat.

Baca Juga :  Puluhan Siswa SD Almadany Menyulut Api Cinta Literasi di WEP

Jika Ramadhan dijalani dengan kesadaran seperti itu, maka setelah ia berlalu, seseorang tidak kembali ke titik nol. Ia membawa koordinat.

Sebelas bulan berikutnya adalah lautan dengan arus yang kuat: kepentingan, ambisi, konflik. Pada saat itulah terlihat apakah Ramadhan hanya lewat sebagai ritual, atau benar-benar mencetak arah.

Seperti tukik penyu yang merangkak menuju ombak pertama, yang menentukan bukan panjang perjalanannya nanti, tetapi apakah pada fase awal itu ia sempat merekam peta.

Ramadhan adalah fase itu. Tempat manusia menanam arah sebelum kembali berenang dalam lautan kehidupan.


Post Views: 1

sumber berita dari girimu.com

Follow WhatsApp Channel www.kabargresik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kades Sumberwaru Sambut Hangat Baksos PCA Wringinanom
RendangMu Jadi Pelengkap Baksos PCA Wringinanom di Sumberwaru
Tadarus Ramadan ‘One Day One Juz’ Guru dan Karyawan Spemdalas Perkuat Budaya Qurani
Semangat Ramadan Menggema di Musala Al-Jihad, Tarawih Perdana Jamaah Membludak hingga Halaman
Penuh Khidmat dan Antusias Jamaah, Tarawih Perdana di Masjid Al Mizan Smamio Gresik
Dua Murid SD Mudri Sabet Juara dalam MBS-Pro Islamic Fest 2026
‘Bulan di Atas Kamboja’ Kukuhkan Mupus Spemdalas Raih Emas Teratas di OlympiCAD VIII Makassar
Resmi Dilantik, Kepala SD Muhamamdiyah 1 Driyorejo Periode Ketiga Dikukuhkan PDM Gresik untuk Masa Bakti 2026 – 2030
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 21 Februari 2026 - 22:54 WIB

Belajar dari Tukik Penyu: Ramadhan dan Imprinting Spiritual

Sabtu, 21 Februari 2026 - 13:52 WIB

Kades Sumberwaru Sambut Hangat Baksos PCA Wringinanom

Sabtu, 21 Februari 2026 - 04:51 WIB

RendangMu Jadi Pelengkap Baksos PCA Wringinanom di Sumberwaru

Jumat, 20 Februari 2026 - 19:50 WIB

Tadarus Ramadan ‘One Day One Juz’ Guru dan Karyawan Spemdalas Perkuat Budaya Qurani

Kamis, 19 Februari 2026 - 16:47 WIB

Semangat Ramadan Menggema di Musala Al-Jihad, Tarawih Perdana Jamaah Membludak hingga Halaman

Berita Terbaru

Muhammadiyah Gresik

Belajar dari Tukik Penyu: Ramadhan dan Imprinting Spiritual

Sabtu, 21 Feb 2026 - 22:54 WIB

Muhammadiyah Gresik

Kades Sumberwaru Sambut Hangat Baksos PCA Wringinanom

Sabtu, 21 Feb 2026 - 13:52 WIB

Muhammadiyah Gresik

RendangMu Jadi Pelengkap Baksos PCA Wringinanom di Sumberwaru

Sabtu, 21 Feb 2026 - 04:51 WIB