Daun Jati Pengganti Plastik: Idul Adha ‘Hijau’ Muhammadiyah Dan Aisyiyah Mojopetung Memikat Warga

- Editorial Team

Sabtu, 30 Mei 2026 - 06:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

banner 468x60

Di tengah hingar-bingar perayaan Idul Adha, ada pemandangan berbeda di Mojopetung, Dukun, Gresik. Ratusan warga menikmati daging kurban yang dibungkus rapi dengan daun jati dan besek, bukan kantong plastik sekali pakai. Ini bukan sekadar seremoni keagamaan, melainkan gerakan ‘Green Idul Adha’ yang dipelopori Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) dan Aisyiyah (PRA) setempat, sebuah ikhtiar nyata menjaga bumi di Hari Raya Kurban. Kegiatan yang dipusatkan di Masjid Al-Muhajirin Mojopetung ini mengedepankan pengelolaan qurban bebas plastik, mulai dari persiapan hingga pendistribusian, Minggu (26/5/2026).

Inisiatif ini merupakan buah kolaborasi antara Pimpinan Cabang Aisyiyah Dukun dengan PRM dan PRA Mojopetung. Endang Nurhayati, ketua PCA Dukun, melontarkan apresiasi tinggi atas program yang mengajarkan nilai kepedulian lingkungan ini. “Alhamdulillah dengan program green Idul Adha ini mengajarkan kepada kita nilai kepedulian lingkungan, kelestarian lingkungan, dan ramah lingkungan,” ujarnya, sembari berterima kasih kepada jajaran PRM dan PRA Mojopetung atas dukungan dan partisipasi dalam lomba green Idul Adha.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Alfah, koordinator kegiatan green Idul Adha sekaligus sekretaris PCA Dukun, menjelaskan maksud dan tujuan program ini kepada Zakariyah, Ketua Takmir Masjid Al Muhajirin Mojopetung. Ia menyebut inisiatif ini sebagai bentuk nyata ajaran Islam tentang menjaga bumi. “Muhammadiyah punya gerakan Eco Pesantren dan Eco Community. Idul Adha ini kami jadikan momentum mengedukasi warga agar ibadah qurban juga berdampak baik untuk lingkungan,” katanya.

Baca Juga :  Siti Rahma Sari Pimpin Klinik Muhammadiyah Cerme, Gantikan Tyas Frimabona

Persiapan matang dimulai sehari sebelum hari H. Koordinator lomba memimpin tim ibu-ibu mengumpulkan daun jati, sementara tim PRM sibuk mendata penerima, mengatur teknis penyembelihan, dan menyiapkan sarana pengangkutan. “Sehari ini kami kerja keras yang luar biasa. Bapak-bapak cari bambu, ibu-ibu mengumpulkan daun jati. Ayunda Nasyiah juga ikut bantu mengumpulkan daun jati dan blarak,” cerita Sukariyah, Ketua PRA Mojopeting. Ia merasakan perbedaan yang kentara: “Rasanya beda, lebih guyub, lebih seru dan lebih bersih moment Idul Adha tahun ini.”

Antusiasme warga juga tak kalah tinggi. Banyak yang merasa senang mendapat daging dengan wadah alami. “Terimakasih Bu, tempatnya unik, dagingnya bersih dari bahan kimia, lingkunganku makin bersih,” ucap Suhailah, salah satu warga.

Usai shalat Id, warga bergegas menuju lapangan Masjid Al Muhajirin untuk menyaksikan proses penyembelihan 6 ekor sapi serta 41 ekor kambing. Proses pengemasan pun langsung dimulai. Daging dipotong, ditimbang, lalu dibungkus daun jati sebelum dimasukkan ke dalam besek. Tidak ada kantong plastik sama sekali yang terpakai.

Baca Juga :  Amalan-Amalan Ringan di Bulan Ramadhan

Tim distribusi yang terdiri dari pemuda Muhammadiyah, Nasyiatul Aisyiyah, serta beberapa ibu Aisyiyah turut mengantarkan daging dari rumah ke rumah menggunakan sepeda dan mobil kolbak. Tepat pukul 14.00, sebanyak 1.300 bungkus daging telah tersalurkan ke semua warga Mojopetung.

Konsep Green Idul Adha ini diharapkan menjadi pembelajaran berkelanjutan. “Kami ingin anak-anak melihat langsung: beribadah itu tidak merusak. Justru qurban bisa jadi gerakan cinta lingkungan,” harap Alfah.

Senada, Faris Hidayat memotivasi warga agar semangat ini tidak berhenti di Idul Adha. “Kalau besek dan daun jati bisa dipakai buat daging qurban, kenapa belanja di pasar masih pakai plastik? Mudah-mudahan ini jadi titik balik kebiasaan kita,” tegasnya.

Green Idul Adha PRM-PRA Mojopeting ditutup dengan makan bersama dan foto keluarga besar Muhammadiyah-Aisyiyah. Panitia menargetkan tahun depan cakupan bisa lebih luas, melibatkan ranting-ranting tetangga.


Post Views: 972

sumber berita dari girimu.com

Follow WhatsApp Channel www.kabargresik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kajian Tahun Baru Hijriah di Giri Bahas Kebangkitan Islam
Teguran Rindumu untuk Bangku Lapuk
Spirit Hijrah; Meluruskan Mitos Tahun Baru Islam
Wisuda MDTW Al Ikhlash Gresik Diikuti 33 Santri
Pelepasan Siswa SD Al Islam: Siapkan Generasi Tangguh Beriman, Berilmu, dan Berakhlak Mulia
SD Muwri Gresik Gelar Haflah Akhirussanah, 50 Siswa Diwisuda
Orang Tua Siswi Asal Bojonegoro Sebut SMAMIO GKB Layak Jadi Inspirasi Sekolah di Indonesia
SD Almadany Kunjungi Dapur SPPG Prambangan
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 01:14 WIB

Kajian Tahun Baru Hijriah di Giri Bahas Kebangkitan Islam

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:13 WIB

Teguran Rindumu untuk Bangku Lapuk

Rabu, 17 Juni 2026 - 07:12 WIB

Spirit Hijrah; Meluruskan Mitos Tahun Baru Islam

Selasa, 16 Juni 2026 - 04:09 WIB

Wisuda MDTW Al Ikhlash Gresik Diikuti 33 Santri

Senin, 15 Juni 2026 - 10:07 WIB

SD Muwri Gresik Gelar Haflah Akhirussanah, 50 Siswa Diwisuda

Berita Terbaru

Muhammadiyah Gresik

Kajian Tahun Baru Hijriah di Giri Bahas Kebangkitan Islam

Kamis, 18 Jun 2026 - 01:14 WIB

Muhammadiyah Gresik

Teguran Rindumu untuk Bangku Lapuk

Rabu, 17 Jun 2026 - 16:13 WIB

Muhammadiyah Gresik

Spirit Hijrah; Meluruskan Mitos Tahun Baru Islam

Rabu, 17 Jun 2026 - 07:12 WIB

komunitas

Dapur Saji, Cara Baru Membaca Gresik dari Ingatan Warga

Selasa, 16 Jun 2026 - 14:09 WIB

Muhammadiyah Gresik

Wisuda MDTW Al Ikhlash Gresik Diikuti 33 Santri

Selasa, 16 Jun 2026 - 04:09 WIB