Gratifikasi Perizinan Tambah Satu Lagi Tersangka

#

Kabargresik_ Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik terus mengembangkan kasus gratifikasi perizinan senilai Rp 850 Juta dengan tersangka mantan Staf Badan Perizinan Dan Penanaman Modal (BPPM)Yusuf Wibisono. Kejari  Gresik minggu depan akan menetapkan satu lagi  tersangka.

Kasi Pidsus Kejari Gresik , Wahyudiono mengatakan , dalam waktu dekat  pihak ya akan segera menetapkan tersangka berikutnya, kendati demikian Wahyudiono enggan menyebutkan siapa yang akan menjadi tersangka berikutnya.

“Yang jelas orang di lingkunagn Pemda Gresik, sebelumnya orang ini telah diperiksa sebagai saksi, namun dari keterangan tersangka Yusuf , orang ini turut terlibat dalam kasus ini” kata Wahyudiono.

Diperkirakan penetapan tersangka  , yang menurut  Wahyudiono memiliki  inisial A ini  akan dilakukan pekan depan, sebab  pihaknya masih melengkapi  bukti-bukti lainya yang mengarah keterlibatan orang tersebut.

“Insyaalloh minggu depan kami sudah menetapkan tersangka lainnya, semoga dengan penetapan tersangka ini, kasus akan terus berkembang hingga bisa terungkap semua “ terangnya

Diri informasi yang dihimpun,   keterlibatan A selaku orang yang dipercaya perusahaan untuk menguruskan izin pendirian pabrik, selanjutnya oleh A di diserahkan oleh Yusuf  untuk mengondisikan pejabat di  BPPM Gresik,

Selain itu, tersangka Yusuf Wibisono  minggu depan juga akan diperiksa sebagai tersangka, dari informasi yang di himpun di ljngkungan Kejaksaan Gredik, hari ini (Rabu 20/11) surat pemanggilan pemeriksaan Yusuf Wibisono sebagai tersangka sudah dibuat dan tinggal mengirimkan.

Yusuf ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejari Gresik setelah dirinya menggondol uang pengusaha sebeasar Rp 850 Juta , untuk mengurus Ijin pendirian pabrik di Kecamatan Driyo Rejo. (Tik)

Editor: sutikhon

About Editor02

Check Also

Kasus Manusia Menikah Dengan kambing: Pelapor Belum Menerima Salinan SPDP

# Para pelapor dugaan penistaan agama dalam pernikahan manusia dengan  kambing di Desa Jogodalu, Kec. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.