GRESIK – Petani mangga di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, tengah menghadapi masa sulit akibat turunnya hasil panen secara drastis tahun ini. Dibandingkan tahun sebelumnya, hasil panen mangga mengalami penurunan hingga 60 persen.
Amri (42), salah seorang petani asal Kecamatan Cerme, mengungkapkan bahwa penyebab utama menurunnya hasil panen adalah kondisi cuaca yang tidak menentu. Curah hujan tinggi dan angin kencang menyebabkan banyak bunga mangga rontok sebelum berbuah.
> “Tahun kemarin cuacanya bagus, buahnya banyak. Tapi sekarang ini baru pertengahan panen raya sudah turun hujan. Penurunan hampir 60 persen karena banyak yang gagal berbuah,” ujar Amri saat ditemui di kebunnya, Selasa (5/11/2025).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menjelaskan, biasanya dalam satu hari dirinya mampu memanen hingga 1,5 ton mangga. Namun, tahun ini hasilnya jauh berkurang. Meski begitu, Amri tetap berusaha memenuhi permintaan pasar dari luar daerah.
> “Biasanya hasil panen kami kirim ke Bandung dan Jakarta. Permintaan paling banyak dari Bandung,” jelasnya.
Amri menambahkan, untuk memenuhi kebutuhan pasar, dirinya bahkan membeli mangga dari petani di Kabupaten Lamongan. Dalam sekali pengiriman, ia bisa membawa hingga 6 ton berbagai jenis mangga, seperti harum manis, manalagi, gadung, dan kopyor.
> “Yang paling banyak diminati tetap mangga harum manis karena rasanya manis dan aromanya khas,” pungkasnya.
Penurunan hasil panen ini juga berdampak pada harga di tingkat petani dan pedagang. Harga mangga di pasaran cenderung naik akibat berkurangnya pasokan. Dinas Pertanian setempat diharapkan dapat melakukan pendampingan kepada petani agar lebih siap menghadapi perubahan iklim yang memengaruhi masa tanam dan panen.











