Hasil Panen Mangga di Gresik Anjlok 60 Persen, Petani Keluhkan Cuaca Tak Menentu

- Editorial Team

Rabu, 5 November 2025 - 20:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GRESIK – Petani mangga di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, tengah menghadapi masa sulit akibat turunnya hasil panen secara drastis tahun ini. Dibandingkan tahun sebelumnya, hasil panen mangga mengalami penurunan hingga 60 persen.

Amri (42), salah seorang petani asal Kecamatan Cerme, mengungkapkan bahwa penyebab utama menurunnya hasil panen adalah kondisi cuaca yang tidak menentu. Curah hujan tinggi dan angin kencang menyebabkan banyak bunga mangga rontok sebelum berbuah.

> “Tahun kemarin cuacanya bagus, buahnya banyak. Tapi sekarang ini baru pertengahan panen raya sudah turun hujan. Penurunan hampir 60 persen karena banyak yang gagal berbuah,” ujar Amri saat ditemui di kebunnya, Selasa (5/11/2025).

 

Ia menjelaskan, biasanya dalam satu hari dirinya mampu memanen hingga 1,5 ton mangga. Namun, tahun ini hasilnya jauh berkurang. Meski begitu, Amri tetap berusaha memenuhi permintaan pasar dari luar daerah.

> “Biasanya hasil panen kami kirim ke Bandung dan Jakarta. Permintaan paling banyak dari Bandung,” jelasnya.

 

Amri menambahkan, untuk memenuhi kebutuhan pasar, dirinya bahkan membeli mangga dari petani di Kabupaten Lamongan. Dalam sekali pengiriman, ia bisa membawa hingga 6 ton berbagai jenis mangga, seperti harum manis, manalagi, gadung, dan kopyor.

Baca Juga :  Jadwal Salat dan Imsakiyah 6 Ramadan 1445 H untuk Wilayah Kabupaten Gresik

> “Yang paling banyak diminati tetap mangga harum manis karena rasanya manis dan aromanya khas,” pungkasnya.

 

Penurunan hasil panen ini juga berdampak pada harga di tingkat petani dan pedagang. Harga mangga di pasaran cenderung naik akibat berkurangnya pasokan. Dinas Pertanian setempat diharapkan dapat melakukan pendampingan kepada petani agar lebih siap menghadapi perubahan iklim yang memengaruhi masa tanam dan panen.

Follow WhatsApp Channel www.kabargresik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Damar Kurung Food Festival Kembali Dibuka, Hadirkan Kuliner hingga Lomba Anak
RUU Migas 2026: Pertamina Didesak Jadi BUK Migas Nasional
Kelangkaan BBM Di Bali, FSPPB Minta Tata Kelola Migas Dirombak
RUU Migas Kritis: BUK Tanpa Usaha Dinilai Ganti Baju
Media Lokal Khawatir Wacana Link Tax Ancam Trafik dan Pendapatan
Petrokimia Gresik Salurkan Rp100 Juta untuk Nelayan Lumpur
Harga BBM Rp5.000/Liter dan Problem Panjang Rantai Migas Indonesia
RUU Migas 2026 Beri Solusi Piutang dan Kedaulatan Energi
Berita ini 167 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:32 WIB

Damar Kurung Food Festival Kembali Dibuka, Hadirkan Kuliner hingga Lomba Anak

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:26 WIB

RUU Migas 2026: Pertamina Didesak Jadi BUK Migas Nasional

Rabu, 14 Oktober 2026 - 00:57 WIB

Kelangkaan BBM Di Bali, FSPPB Minta Tata Kelola Migas Dirombak

Jumat, 9 Oktober 2026 - 22:48 WIB

Media Lokal Khawatir Wacana Link Tax Ancam Trafik dan Pendapatan

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:04 WIB

Petrokimia Gresik Salurkan Rp100 Juta untuk Nelayan Lumpur

Berita Terbaru

BISNIS

RUU Migas 2026: Pertamina Didesak Jadi BUK Migas Nasional

Kamis, 15 Okt 2026 - 18:26 WIB

Keluarga

Ta’arufMU Aisyiyah Jatim Diikuti 78 Peserta

Senin, 12 Okt 2026 - 01:48 WIB