Hermanta Kepala KSOP Gresik Yang Baru

- Editorial Team

Jumat, 19 Agustus 2016 - 20:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

rps20160819_202252_775.jpgkabargresik.com – Pucuk pimpinan KSOP (Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan) Kelas II Gresik telah diserahterimakan dari pejabat lama Ir. Junaidi kepada AKBP Capt Hermanta.

 

Beberapa permasalahan dipelabuhan Gresik menjadi pekerjaan rumah buat pejabat yang baru. Terutana yang berhubungab dengan pintu keluar masuk pelabuhan dan debu jalanan yang sulit dikendalikan. Tidak habaya itu, ada permasalahan lagi yang perlu dibenahi sebagai pelayanan jasa angkutan kapal.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Mantan Kepala KSOP Kelas II Gresik, Junaidi yang menjabat selama 6 bulan di Gresik mengakui hal tersebut. Dia menyatakan, kondisi di luar kantor dan terminal masih berdebu. Sehingga wajar kalau lingkungan depan kantor KSOP Kelas II B Greisk tidak pernah bersih. “Kami sudah berusaha maksimal untuk menanggulangi hal tersebut. Bahkan, hampir setiap waktu kami sirami jalannya,” jelasnya.

Baca Juga :  Edaran Pramuniaga Wajib Berbusana Muslim Tak Digubris

 

Ditambahkan, selama bertugas di Gresik, dia menganggap masih ada yang perlu diperbaiki. Namun, untuk hal-hal yang mendasar semacam penyeberangan sudah beres. Kapal-kapal penyebrangan ke Pulau Bawean aman dan tak pernah kejadian yang merugikan. Hanya saja, pada saat cuaca buruk dan keadaan tertentu kapal tidak bisa berlayar dan itu juga demi keselamatan penumpang.

 

“Kami juga telah bekerjasama dengan beberapa pihak terkait pembangunan pelabuhan. Terminal penumpang kini sudah mulai berubah dan ber-AC. Selain itu, pelayanan yang lain juga telah mengalami peningkatan,” imbuh Junaidi yang akan bertugas ke Pontianak ini.

 

Sementara itu, Kepala KSOP Kelas II Gresik yang baru, AKBP Capt Hermanta mengakui belum mendapatkan data yang terbaru terkait kondisi Pelabuhan Gresik. “Kami akan mempelajari semuanya terlebih dahulu. Mengenai pembukaan pintu GJT akan kami pikirkan kembali,” terang dia.

Baca Juga :  Patung Ki Begawan Setigi Dihancurkan Warga

 

Dijelaskan, dirinya akan melihat data-data terkait pintu GJT tersebut. Nantinya, pihak-pihak terkait harus bisa duduk bersama menemukan solusi terbaik. Sehingga, para pihak mau bekerjasama memberi pelayanan yang terbaik bagi semua golongan. Tentunya, pintu GJT yang ditutup itu bisa dibuka kembali.

 

“Pertama yang akan kami lakukan adalah penerapan aturan yang baru ditetapkan pemerintah pusat. Pengembangan pelabuhan dan pengaturan batas pelabuhan. Selain itu ada empat aspek yang akan kami tegakkan, diantaranya aspek legalitas, aspek kemasyarakatan, aspek keselamatan dan keamanan, serta aspek perlindungan lingkungan,” paparnya. (Kim)

Follow WhatsApp Channel www.kabargresik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Geliat Rasa di Jantung Gresik: Icon Food City Ramaikan Mall, Peluk UMKM Lokal
Ketika Investasi Banjiri Gresik Utara: Warga Lokal Cuma Penonton?
Dirut BSI sebut pihaknya sedang siapkan kantor cabang di Jeddah
InJourney Sediakan 2.088 Tiket Gratis Dukung Mudik
Kapal feri rute Situbondo-Madura-Lembar siap layani angkutan Lebaran
Bukan Iklan, Bukan Produk: Ini Faktor Utama yang Bikin Orang Mau Beli
Bungah Industrial Park Dukung Penuh HPN 2026 KWG Gresik, Perkuat Sinergi Industri dan Pers
Pabrik Melamin US$600 Juta di KEK JIIPE Gresik Mulai Dibangun
Berita ini 192 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 01:23 WIB

Geliat Rasa di Jantung Gresik: Icon Food City Ramaikan Mall, Peluk UMKM Lokal

Jumat, 22 Mei 2026 - 01:04 WIB

Ketika Investasi Banjiri Gresik Utara: Warga Lokal Cuma Penonton?

Kamis, 21 Mei 2026 - 20:28 WIB

Dirut BSI sebut pihaknya sedang siapkan kantor cabang di Jeddah

Selasa, 19 Mei 2026 - 08:27 WIB

InJourney Sediakan 2.088 Tiket Gratis Dukung Mudik

Sabtu, 16 Mei 2026 - 20:26 WIB

Kapal feri rute Situbondo-Madura-Lembar siap layani angkutan Lebaran

Berita Terbaru

Muhammadiyah Gresik

Dolar Nanging Utang – Girimu

Jumat, 22 Mei 2026 - 00:00 WIB