GIRIMU.COM — Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Gresik kembali menggelar Pengajian Ahad Pagi dan Halal Bihalal di Gedung Dakwah Muhammadiyah (GDM) Gresik, Ahad (5/4/2026). Seusai diliburkan selama bulan Ramadan 1447 H, pengajian yang diadakan di pekan pertama setiap bulan itu menghadirkan Afifun Nidlom, SAg, MPd, MH, anggota Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, sebagai penceramah.
Dalam kajiannya, Ustadz Nidlom memberikan kajian dengan tema “Memahami Semangat Berkemajuan Muhammadiyah”. Pria kelahiran Lamongan, 7 Juli 1977 ini lalu memberikan penjelasan tentang Islam adalah agama peradaban. Paradigma pemikirannya, katanya, untuk semua manusia dan bersifat global.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Muhammadiyah, imbuhnya, dengan ijtihad Kalender Hijriyah Global Tunggal (KHGT)-nya berupaya memberikan kepastian dengan berdasarkan penjelasan ilmiah dan ilmu, yang harapannya dapat memberikan rahmat/kasih sayang bagi semua umat. Pada gilirannya, akan menjadi umat terbaik.
Mubaligh muda asal Dusun Mencorek, Desa Sendangharjo, Kecamatan Brondong, Lamongan, Jawa Timur ini menyinggung soal gerak sat set Muhammadiyah dalam bagian darul ahdi wa syahadah. Diungkapkan, sejak Juni 2024 Muhammadiyah telah meminta izin pemerintah Indonesia untuk mengembangkan peluru kendali (rudal) balistik. Senjata yang diberi nama Rudal Merapi antipesawat terbang ini dibuat oleh Pusat Riset Center for Integrated Research and Innovation (Cirnov) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) yang dikembangkan bekerja sama dengan PT Dahana, bagian dari holding industri pertahanan nasional, Defence ID. Produk ini telah melalui proses pengembangan dan uji coba, dan siap untuk dipasarkan sebagai bagian dari kontribusi UAD terhadap kemandirian industri pertahanan berbasis komponen lokal.
Peneliti utama Rudal Merapi, Prof Hariyadi menilai, keikutsertaan Rudal Merapi karya UAD dalam ajang internasional ini sebagai langkah penting. Hal ini membuktkan, institusi pendidikan Muhammadiyah juga bisa hadir di bidang alutsista.
“Keterlibatan UAD menunjukkan, bahwa institusi pendidikan Muhammadiyah tidak hanya hadir dalam pendidikan dan kesehatan, tetapi juga teknologi tinggi untuk kemaslahatan umat,” tegasnya.
Peradaban Dimulai dengan Proses
Sejak 2001, pria berkaca mata ini menyebut peradaban dimulai dari suatu proses. Sebagai contoh GDM tempat PDM berkantor ini, semua bangga saat sudah berbentuk gedung megah seperti sekarang ini. Tetapi, tenggoklah saat awal mulai berdiri, butuh kerja keras dan kerja cerdas para pengurus PDM kala itu.
Nidlom yang melanjutkan S2 Magister Pendidikan Islam di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) dan juga S2 Magister Hukum Ekonomi Syariah Universitas Muhammadiyah Surabaya ini menambahkan, Islam adalah agama peradaban yang menghormati kearifan budaya, serta menempatkan ilmu pengetahuan sebagai sesuatu yang penting untuk diraih. Hal ini mempertegas Islam itu agama intelektual,
Ia menambahkan, bahwa ada tiga prinsip yang harus dibangun dalam rangka menjadikan Islam sebagai agama yang membawa rahmat bagi seluruh alam. Ketiganya adalah: ruhuddin yaitu semangat beragama, ruhudinul adabi wal hadhoroh berpa semangat membangun agama dengan adab dan budaya, serta ruhul wathoniyah yaitu spirit kecintaan dengan tanah air.
Ayah dari tiga anak itu menutup kajian dengan tiga cara agar IsIam dapat menjadi agama peradaban, yakni menciptakan keluarga sakinah, memakmurkan masjid, dan membudayakan program ekonomi jamaah. (*)
Post Views: 3












