Kemudi Gresik: Tambak Raksasa Terjebak Akses dan Irigasi

- Editorial Team

Selasa, 25 November 2025 - 07:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Desa Kemudi di Gresik, penghasil ikan utama, menghadapi kendala infrastruktur. Dari 800 ha wilayah, tambak menjadi penopang ekonomi, namun distribusi terhambat.

Desa Kemudi, yang terletak di Kecamatan Duduksampean, Kabupaten Gresik, menampilkan paradoks ekonomi yang menarik. Meskipun jauh dari garis pantai, desa ini dikenal sebagai salah satu sentra penghasil ikan terbesar di Gresik. Namun, potensi ekonomi yang masif tersebut kini terganjal oleh tantangan infrastruktur dasar yang mendesak.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kehidupan sehari-hari di Kemudi didominasi oleh bentangan petakan tambak yang luas. Berdasarkan data yang dihimpun, dari total sekitar 800 hektare wilayah desa, hanya 4 hektare yang dialokasikan sebagai kawasan permukiman bagi 1.445 penduduk. Artinya, hampir seluruh wilayah desa didedikasikan untuk sektor pertambakan, yang telah menjadi sumber penghidupan utama bagi mayoritas warganya selama bertahun-tahun.

Tambak-tambak di Kemudi menghasilkan komoditas unggulan seperti bandeng, udang vaname, dan mujaer, yang secara konsisten menyuplai kebutuhan pasar di wilayah Gresik dan sekitarnya. Kepala Desa Kemudi, Mochamad Lazin, menegaskan bahwa sektor ini adalah penopang utama roda perekonomian desa.

“Sekitar 30 persen warga memiliki tambak sendiri. Sisanya, hampir 70 persen, bekerja sebagai buruh tambak, pekerja formal buruh pabrik dan pegawai,” ujar Lazin, Senin (24/11/2025).

Tambak di Duduksampeyan
Tambak di Duduksampeyan

Kendala Akses dan Distribusi

Meskipun memiliki basis produksi yang kuat, potensi ekonomi Kemudi belum dapat berkembang optimal. Salah satu kendala krusial yang dihadapi adalah akses jalan yang masih dalam tahap pembangunan. Kondisi ini secara langsung memengaruhi efisiensi distribusi hasil tambak yang sensitif terhadap waktu dan kualitas pengiriman.

Baca Juga :  Gus Yani Tantang Operator BTS Untuk Dirikan Tower Di Bawean

Masyarakat Kemudi menaruh harapan besar pada percepatan pembangunan jalan alternatif Duduksampean–Betoyoguci. Jalur sepanjang 10 kilometer yang melintasi Desa Kemudi ini diyakini akan menjadi kunci pembuka isolasi ekonomi.

“Potensinya akan semakin besar jika nanti jalan alternatif Duduksampean–Betoyoguci sudah selesai,” kata Lazin.

Menurut Lazin, keberadaan jalan baru tidak hanya akan mempermudah logistik dan distribusi hasil tambak, tetapi juga membuka peluang usaha baru bagi masyarakat lokal. Lebih jauh, jalur ini diproyeksikan menjadi rute mobilitas utama bagi pekerja dari wilayah Gresik Selatan menuju kawasan industri Manyar, sebuah pergerakan yang berpotensi menggerakkan aktivitas ekonomi signifikan di sepanjang koridor tersebut.

Baca Juga :  Buruh Gresik Desak Gubernur Tetapkan UMK

Ancaman Sedimentasi Irigasi

Selain masalah akses jalan, produktivitas tambak di Kemudi juga terancam oleh isu teknis, yakni perlunya normalisasi saluran irigasi. Pendangkalan yang terjadi pada beberapa titik saluran dikhawatirkan menghambat aliran air yang vital bagi keberlangsungan tambak.

Oleh karena itu, pengerukan (dredging) dianggap penting untuk menjaga stabilitas pasokan air dan memastikan produktivitas tambak tetap terjaga. Jika masalah irigasi tidak segera ditangani, risiko penurunan hasil panen dapat mengancam mata pencaharian mayoritas warga desa.

Mochamad Lazin menyampaikan apresiasi kepada Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani yang telah mulai mewujudkan pembangunan jalan alternatif secara bertahap. Selain itu, pembangunan jaringan PDAM di desa-desa Kecamatan Duduksampean juga menjadi kabar baik yang telah lama dinantikan oleh warga Kemudi.

Bagi masyarakat Kemudi, perbaikan akses dan infrastruktur dasar bukan sekadar kemudahan mobilitas. Lebih dari itu, mereka memandangnya sebagai langkah strategis dan penting untuk mengoptimalkan potensi tambak yang menjadi warisan ekonomi desa, sekaligus memperkuat fondasi perekonomian Kemudi di masa mendatang.

Penulis : Tiko

Editor : Tim



sumber berita ini dari bisnisgresik.com

Follow WhatsApp Channel www.kabargresik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PKB Freeport Disorot, Menaker Ingatkan Implementasi
Mendag Dorong Digitalisasi Pasar Sidayu Gresik Agar Bisa Menjadi Wisata Belanja
Fenomena Coffee Bubble Burst: Raksasa Kopi Mulai Tumbang?
Hinca Panjaitan Bongkar Surat Kejari Karo yang Bertentangan dengan Penetapan Hakim
KEK Gresik Serap Rp106 T, 30% Investasi Nasional
3 SPPG MBG di Sidayu Gresik Disuspend Gegara Kelapa
200 Anak Yatim Belanja Lebaran Bersama Wartawan
Menu MBG Bungah Disorot, Wali Murid Pertanyakan Harga Satuan
Berita ini 56 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 11 April 2026 - 20:12 WIB

Mendag Dorong Digitalisasi Pasar Sidayu Gresik Agar Bisa Menjadi Wisata Belanja

Senin, 6 April 2026 - 20:10 WIB

Fenomena Coffee Bubble Burst: Raksasa Kopi Mulai Tumbang?

Sabtu, 4 April 2026 - 08:08 WIB

Hinca Panjaitan Bongkar Surat Kejari Karo yang Bertentangan dengan Penetapan Hakim

Jumat, 20 Maret 2026 - 08:00 WIB

KEK Gresik Serap Rp106 T, 30% Investasi Nasional

Senin, 16 Maret 2026 - 00:54 WIB

3 SPPG MBG di Sidayu Gresik Disuspend Gegara Kelapa

Berita Terbaru

Muhammadiyah Gresik

Raker Bagian Dikdasmen dan PNF PRM Kedanyang, Inilah Hasilnya

Rabu, 15 Apr 2026 - 13:19 WIB

Muhammadiyah Gresik

Spemdalas Raih Juara 2 Gress of Champions Vol. 2 SMP

Rabu, 15 Apr 2026 - 04:19 WIB

PEMERINTAHAN

Pemkab Gresik Tegaskan 2026 Tak Ada CPNS

Selasa, 14 Apr 2026 - 19:43 WIB

Muhammadiyah Gresik

AAM Spemdalas Gresik Digelar, Siswa Ikuti Ujian Online

Selasa, 14 Apr 2026 - 19:17 WIB

Muhammadiyah Gresik

LDKS di Pantai Cemara, IPM MTs Muda Dilantik

Selasa, 14 Apr 2026 - 10:16 WIB