Ketika Layar Lebar Memasuki Ruang Sekolah

- Editorial Team

Selasa, 11 November 2025 - 09:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

banner 468x60

GIRIMU.COM – Sekarang banyak sekolah di Indonesia mulai berubah. Dulu, guru menulis di papan tulis putih, –bahkan jauh sebelumnya malah di papan blabak warna hitam– sekarang diganti layar besar yang bisa disentuh. Buku pelajaran pun pelan-pelan jarang dipakai, karena semua sudah ada di tablet. Di satu sisi memang terlihat lebih canggih. Tapi di sisi lain, muncul pertanyaan:  apakah ini benar-benar membawa kemajuan, atau hanya terlihat keren dari luar?

Belakangan ini, banyak sekolah menerima Interactive Flat Panel (IFP) gratis dari pemerintah. Katanya, supaya pembelajaran jadi lebih menarik dan sesuai tuntutan zaman. Layar besar itu bisa menampilkan gambar, video, atau bahan ajar dengan mudah. Anak-anak jadi antusias karena tampilan lebih berwarna. Tapi tidak semua sekolah siap. Ada yang belum punya jaringan internet yang bagus. Ada juga guru yang belum terbiasa memakai alat itu. Jadi, akhirnya hanya digunakan untuk menayangkan video atau gambar saja.

Sayang sekali kalau alat sebagus itu akhirnya cuma jadi pajangan. Padahal niat awalnya bagus, supaya anak-anak bisa belajar dengan cara baru. Tapi kalau gurunya belum siap, atau tidak ada pendampingan, hasilnya tidak akan maksimal. Teknologi boleh ada, tapi tetap harus ada manusia yang mengarahkan penggunaannya.

Guru tetap punya peran penting. Biar bagaimanapun, yang paling tahu cara mendidik anak adalah guru, bukan alat,secanggih apa pun. Layar bisa menampilkan banyak hal, tapi tidak bisa memberikan perhatian, tidak bisa memahami perasaan murid.

Baca Juga :  Whether it's the thrill of the spinning roulette wheel, the strategic game of poker, or the mesmerizing lights and sounds of slot machines, casinos offer an immersive experience that captivates millions around the globe.

Pendidikan memang perlu berkembang mengikuti zaman. Tapi jangan sampai hanya ikut tren tanpa makna. Bukan berapa banyak alat yang dipasang di kelas yang penting, tapi seberapa besar manfaatnya bagi anak-anak. Karena pada akhirnya, belajar bukan soal layar dan tombol, tapi tentang bagaimana ilmu bisa benar-benar dipahami dan dirasakan.

Penulis: Abdul Rokhim Ashari, Guru di SD Muhammadiyah 1 Giri (SD Muri) Kebomas, Gresik.


Post Views: 3

sumber berita dari girimu.com

Follow WhatsApp Channel www.kabargresik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Trial Class ke-2 GEC Sekapuk Sukses, 51 Calon Siswa Baru ‘Unlock Your English Confidence’
Bikin Bangga UMG, Profesor Setyo Budi Lahirkan Dua Klon Tebu Unggul
25 Siswa SD Al Islam Cerme Lulus Tasmik Al-Qur’an
Buku ‘Ekonomi Islam’ Karya Wasti Reviandani Dibedah di Prodi Manajemen UMG
Kajian Spesial Milad ke-25 Spemdalas Hadirkan Imam Besar Masjid Nasional Al Akbar Surabaya
Koruptor Buta Terong – Girimu
Neisya Yumna Juara 2 Lomba Bercerita HAN Wringinanom
Di Antara Detik yang Tak Pernah Berhenti
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 18:44 WIB

Trial Class ke-2 GEC Sekapuk Sukses, 51 Calon Siswa Baru ‘Unlock Your English Confidence’

Sabtu, 6 Juni 2026 - 09:43 WIB

Bikin Bangga UMG, Profesor Setyo Budi Lahirkan Dua Klon Tebu Unggul

Sabtu, 6 Juni 2026 - 00:42 WIB

25 Siswa SD Al Islam Cerme Lulus Tasmik Al-Qur’an

Jumat, 5 Juni 2026 - 15:41 WIB

Buku ‘Ekonomi Islam’ Karya Wasti Reviandani Dibedah di Prodi Manajemen UMG

Jumat, 5 Juni 2026 - 06:41 WIB

Kajian Spesial Milad ke-25 Spemdalas Hadirkan Imam Besar Masjid Nasional Al Akbar Surabaya

Berita Terbaru

Muhammadiyah Gresik

Bikin Bangga UMG, Profesor Setyo Budi Lahirkan Dua Klon Tebu Unggul

Sabtu, 6 Jun 2026 - 09:43 WIB

Muhammadiyah Gresik

25 Siswa SD Al Islam Cerme Lulus Tasmik Al-Qur’an

Sabtu, 6 Jun 2026 - 00:42 WIB