Mana Yang Lebih Baik, Menghafal Atau Memahami Al-Quran? Ini Penjelasannya

- Editorial Team

Minggu, 10 Maret 2024 - 03:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDUNGMU.COM — Beberapa tahun terakhir, program atau kegiatan menghafal (tahfidz) Al-Quran menjadi fenomena yang terkesan baru hingga menjadi tren di tengah masyarakat Islam Indonesia.

Pesantren tahfidz, rumah tahfidz, daurAh (pelatihan) tahfidz, program tahfidz, hingga beasiswa bagi penghafal (hafidz) Al-Quran cukup banyak dan berkembang di berbagai tempat di tanah air.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Memang salah satu metode mempelajari Al-Quran yang efektif adalah dengan menghafalnya.

Namun, beberapa pihak yang sebagian di antaranya adalah para akademisi dan pakar pendidikan memandang bahwa kegiatan memahami Al-Quran lebih diperlukan dalam konteks keindonesiaan.

Lalu, bagaimana memandang keduanya ?

Memang terdapat banyak dalil dalam Al-Quran ataupun As-Sunnah yang menunjukkan keutamaan menghafal Al-Quran, baik yang didapat di dunia maupun di akhirat.

Di sisi lain dalam perspektif neurosains, kegiatan menghafal Al-Quran dan mengulang hafalannya (murajaah) juga merangsang proses mielinisasi.

Mielinisasi adalah proses pembentukan mielin sebagai selubung dalam syaraf otak manusia yang berfungsi sebagai penghantar impuls (rangsangan) dalam otak yang bertugas mempercepat arus informasi di otak.

Baca Juga :  Bamag Jatim serukan Jaga Kerukunan di Tahun Politik

Dengan seperti itu, menjadikan informasi lebih mudah dimunculkan sehingga menjadikan seseorang lebih cerdas dan memiliki memori kuat.

Namun, menghafal Al-Quran tanpa memahami ayat-ayatnya secara terjemah juga dinilai kurang memberikan manfaat, baik bagi dirinya maupun bagi orang lain.

Karena dalam konteks di Indonesia, memahami Al-Quran dinilai lebih dibutuhkan dan lebih diperlukan. Itu disebabkan karena perbedaan bahasa dan latar belakang kondisi sosial masyarakat.

Memahami Al-Quran dengan terjemah tekstual juga sering menimbulkan pemaknaan yang keliru. Begitu juga prakteknya.

Oleh karena itu, untuk memperdalam pemahaman Al-Quran tersebut dibutuhkan pengkajian lain yang lebih mendalam.

Baik itu tafsir, tadabbur, dan tentu saja dikaitkan dengan ilmu pengetahuan lainnya, termasuk di luar lingkup pengetahuan agama Islam.

Mengkaji Al-Quran tidak hanya memberikan informasi tentangnya dan peningkatan spiritual seseorang saja. Namun, juga menghadirkan inspirasi untuk kemajuan umat Islam.

Di sisi lain, Al-Quran harus dipahami dan dikaji secara utuh karena ayat-ayat Al-Quran memiliki keterhubungan dan menafsirkan satu sama lain.

Maka dari itu, untuk menghadirkan pemahaman yang lebih sempurna, ayat-ayat Al-Quran memang perlu untuk dihafalkan dan setidaknya diingat dengan baik.

Baca Juga :  Pemdes Bulurejo dan PCA Benjeng Dirikan Dapur Umum untuk Korban Banjir

Solusi

Pada dasarnya, antara kegiatan menghafal atau memahami keduanya tidak bertentangan dan saling melengkapi serta saling mendukung satu sama lain.

Keduanya sama-sama merupakan interaksi umat Islam kepada Al-Quran yang bisa dilakukan oleh umat Islam selain membacanya.

Namun, dalam konteks kebutuhan umat Islam di Indonesia, pemahaman Al-Quran yang baik lebih dibutuhkan dalam menjelaskan Islam kepada semua orang.

Tentunya agar umat Islam sendiri tidak sekadar membacanya. Namun, juga mengamalkannya dalam keseharian sebagaimana yang dilakukan oleh KH Ahmad Dahlan yang tampak dalam teologi Al-Ashr dan teologi Al-Ma’un.

Menghafal Al-Quran mungkin perlu. Namun, tidak kemudian menjadi kewajiban yang harus diamalkan seluruh umat Islam karena kondisi masing-masing juga tidak menuntut semua orang menghafalkan 30 juz secara utuh.

Tentunya dengan tidak meninggalkan kegiatan memahami Al-Quran agar dalam pengamalannya juga sesuai dengan pemahaman yang benar dan kontekstual.***(Muhammad Utama Al Faruqi)

___

Sumber: muhammadiyah.or.id

Editor: FA





Sumber berita ini dari girimu.com

Follow WhatsApp Channel www.kabargresik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Meriah dan Penuh Semangat, SD Al Islam Cerme Gelar Demo Ekstrakurikuler di Bawah Terik Matahari
MPLS KB dan TK Aisyiyah Wringinanom Ditutup dengan Keceriaan Fun Game Bersama Orang Tua
Puncak MPLS Ramah, KB Aisyiyah 24 dan TK Aisyiyah 08 Melirang Gaungkan Peduli Lingkungan lewat Pawai Kostum Daur Ulang
Smamsatu Gresik Gelar Kuliah Tamu Prodistik ITS, Dorong Siswa Siapkan Karya dan Karier
Gemuruh Perkusi dan Guyuran Air Damkar Warnai Penutupan Fortasi Spemutu
MomenMU di SD Mudri: Siswa Kelas Enam Bertindak, Intip Kesehatan Kuku dan Gigi Teman
Sambut Siswa Baru, Mugeb Primary School Gelar OST Expo, Perkenalkan Beragam Ekstrakurikuler
PR ‘Aisyiyah Banyutengah Buka Milad ke-109 dengan Pawai Ta’aruf, Ribuan Warga Ikuti Semarak Dakwah
Berita ini 42 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 19 Juli 2026 - 14:51 WIB

Meriah dan Penuh Semangat, SD Al Islam Cerme Gelar Demo Ekstrakurikuler di Bawah Terik Matahari

Sabtu, 18 Juli 2026 - 20:49 WIB

MPLS KB dan TK Aisyiyah Wringinanom Ditutup dengan Keceriaan Fun Game Bersama Orang Tua

Sabtu, 18 Juli 2026 - 11:49 WIB

Puncak MPLS Ramah, KB Aisyiyah 24 dan TK Aisyiyah 08 Melirang Gaungkan Peduli Lingkungan lewat Pawai Kostum Daur Ulang

Sabtu, 18 Juli 2026 - 02:47 WIB

Smamsatu Gresik Gelar Kuliah Tamu Prodistik ITS, Dorong Siswa Siapkan Karya dan Karier

Jumat, 17 Juli 2026 - 17:46 WIB

Gemuruh Perkusi dan Guyuran Air Damkar Warnai Penutupan Fortasi Spemutu

Berita Terbaru

Muhammadiyah Gresik

Gemuruh Perkusi dan Guyuran Air Damkar Warnai Penutupan Fortasi Spemutu

Jumat, 17 Jul 2026 - 17:46 WIB