Misteri 6 Tabir Jarik, Persembahan Drama Kolosal Sang Pencerah di SD Muhammadiyah 1 Driyorejo Peringati Milad ke-113 Muhammadiyah 

- Editorial Team

Jumat, 14 November 2025 - 09:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

banner 468x60

GIRIMU.COM — Dalam rangka memperingati Milad ke-113 Muhammadiyah, SD Muhammadiyah 1 Driyorejo (SD Mudri) Gresik menghadirkan sebuah pertunjukan istimewa yang menggabungkan nilai sejarah, seni, dan pendidikan karakter. Mengusung tajuk “Sang Pencerah”, drama kolosal melibatkan total 40 siswa kelas 6. Panggung besar disetting menggunakan 6 jarik sebagai tabir untuk menambah kesan kental suasana Jawa pada zaman itu, Jumat (14/11/2025).

Pertunjukan ini menjadi simbol refleksi perjalanan panjang Muhammadiyah dalam membawa pencerahan bagi bangsa. Melalui enam tabir jarik, yang masing–masing mewakili fase pemikiran dan perjuangan KH Ahmad Dahlan, para siswa menampilkan kisah inspiratif pendiri Muhammadiyah itu dengan penuh penghayatan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tabir pertama menggambarkan masa kecil Ahmad Dahlan yang dikenal tekun belajar dan memiliki rasa ingin tahu tinggi. Peram Ahmad Dahlan kecil dipercayakan kepada Muhammad Ibrahim Arraafif dari kelas 2 Utsman.

“Senang bisa ikut tampil,” ucapnya bangga.

Dengan alur yang ringan namun menyentuh, para siswa kelas bawah memerankan suasana kampung Kauman pada era 1800-an dengan kostum tradisional yang menarik. Siswa mengenakan lurik dan kain batik dengan berbagai warna serta aneka properti dari anyaman dan tembikar dari zaman dulu.

Baca Juga :  Kapan Umat Islam Pertama kali Melaksanakan Salat Tarawih?

Tabir kedua hingga keempat menampilkan fase transformasi pemikiran KH Ahmad Dahlan saat mempelajari ilmu agama di Makkah dan kepulangannya ke Nusantara. Di sinilah konflik dramatik muncul ketika Yai Dahlan mencoba memperbaiki arah kiblat dan menghadapi resistensi dari masyarakat yang belum memahami gagasannya.

Memasuki tabir kelima, penonton diajak menyaksikan bagaimana dakwah pencerahan mulai diterima dan disebarkan melalui pendirian sekolah–sekolah Muhammadiyah.

“Senang bisa memerankan tokoh KH Ahmad Dahlan,” ucap Ibrahim Arland Sukandar, siswa kelas VI. Mengenakan jubah warna putih dengan sorban di kepala, Arland tampil percaya diri sejak pagi hari.

Tabir terakhir menjadi puncak pertunjukan, lahirnya gerakan besar Muhammadiyah yang kini telah berusia 113 tahun. Melalui formasi panggung yang berukuran 6 x 4 meter, ratusan siswa mengenakan jarik yang mengangkat sebagai simbol tersingkapnya kebodohan dan munculnya cahaya ilmu.

Baca Juga :  Agama Harus Dijalankan Dengan Pemahaman Mendalam dan Penuh Kearifan

Melibatkan total 40 siswa yang duduk di kelas VI sebagai pemeran drama, persiapan dilakukan selama kurang lebih 2 minggu. Bertindak sebagai Sutradara, Izzatun Nafsy, SPd dan Yasmin Wahyu Zuraidah, SPd, keduanya adalah guru kelas 5 dan kelas 3. Mengampu sebagai guru bahasa arab SD Mudri  Annisa Vidyasari, SHum, SPd dipercaya untuk menempati peran sebagai penata musik dalam perhelatan kali ini.

Ainun Najib, SPd, Ketua Panitia acara menyampaikan, bahwa drama kolosal ini bukan hanya hiburan, tetapi juga sarana edukasi untuk memperkenalkan sejarah Muhammadiyah kepada generasi muda. Ia berharap, nilai perjuangan, keberanian, dan semangat pembaruan dapat tertanam dalam karakter siswa.

Peringatan Milad Muhammadiyah tahun ini menjadi momentum bagi sekolah untuk meneguhkan komitmen dalam mencetak generasi berakhlak, berilmu, dan berkemajuan yang selaras dengan spirit Sang Pencerah yang diwariskan lebih dari satu abad lalu. (*)

Kontributor: Elisyah Susanty 


Post Views: 1

sumber berita dari girimu.com

Follow WhatsApp Channel www.kabargresik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Deteksi Dini Kesehatan, Ratusan Siswa SD Al Islam Cerme Ikuti Skrening
IPM SMAMSatu Gresik Serahkan Hasil ‘Buwuh Kemanusiaan’ ke Lazismu
Lewat ‘Buwuh Kemanusiaan’, SMAMSATU Gresik Ubah Ujian Karakter Jadi Aksi Sosial untuk Korban Bencana Sumatra
Serunya Siswa SD Muhammadiyah Benjeng Recharge Otak lewat Outing Class di Alas Prambon
Jembatan Harmoni Lintas Generasi, Pengajian Triwulan Muhammadiyah Bungah Spirit Dakwah yang Tak Pernah Berhenti
MDMC Jatim Layani Kesehatan Korban Banjir di Tanjung Pura Sumut
Tiga Misi Satu Tujuan: Mengupas Lima Pilar Unggulan Lazismu Gresik
MIAS Bungah Bergerak, Ringankan Beban dan Kuatkan Harapan Korban Bencana Sumatra
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 11 Desember 2025 - 01:24 WIB

Deteksi Dini Kesehatan, Ratusan Siswa SD Al Islam Cerme Ikuti Skrening

Rabu, 10 Desember 2025 - 16:22 WIB

IPM SMAMSatu Gresik Serahkan Hasil ‘Buwuh Kemanusiaan’ ke Lazismu

Rabu, 10 Desember 2025 - 07:21 WIB

Lewat ‘Buwuh Kemanusiaan’, SMAMSATU Gresik Ubah Ujian Karakter Jadi Aksi Sosial untuk Korban Bencana Sumatra

Selasa, 9 Desember 2025 - 22:20 WIB

Serunya Siswa SD Muhammadiyah Benjeng Recharge Otak lewat Outing Class di Alas Prambon

Selasa, 9 Desember 2025 - 13:19 WIB

Jembatan Harmoni Lintas Generasi, Pengajian Triwulan Muhammadiyah Bungah Spirit Dakwah yang Tak Pernah Berhenti

Berita Terbaru

Muhammadiyah Gresik

Deteksi Dini Kesehatan, Ratusan Siswa SD Al Islam Cerme Ikuti Skrening

Kamis, 11 Des 2025 - 01:24 WIB

Muhammadiyah Gresik

IPM SMAMSatu Gresik Serahkan Hasil ‘Buwuh Kemanusiaan’ ke Lazismu

Rabu, 10 Des 2025 - 16:22 WIB

Lingkungan

Dua Petani Balongpanggang Tersambar Petir, Satu Meninggal

Selasa, 9 Des 2025 - 21:26 WIB