Nadlif Diperiksa 7 Jam

#

Kabargresik_  Pemeriksaan dugaan korupsi program tehnologi informasi dan komunikasi (TIK) senilai Rp1,8 miliar memasuki babak akhir. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan (Kadindik) M Nadlif diperiksa selama 7 jam.

Mantan Kadindik yang sekarang menjabat Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) itu diperiksa di ruang Kasi Pidsus Wahyudiono. Nadlif diperiksa secara bergantian tiga penyidik yaitu Wahyudiono, Dino Kriesmiardi dan Erwin Indrapraja.

Nadlif datang memenuhi panggilan penyidik sekitar pukul 08.00 WIB dengan mengendarai mobil dinas Kijang Innova W 880 AP. Dia datang menggunakan baju batik hijau kombinasi hitam dipadu dengan celana hitam. Dia masuk ke ruang Kasie Pidsus Wahyudiono yang sudah menunggu di dalam. Pemeriksaan dilanjutkan penyidik Dino.

Sekitar pukul 11.00 WIB pemeriksaan dihentikan, karena memberi kesempatan kepadanya Sholat Jumat. Pemeriksaan dilanjut lagi sekitar pukul 13.00 WIB. Setelah dicecar 41 pertanyaan terkait proses pengadaan TIK, akhirnya Nadlif keluar dari ruang pidsus sekitar pukul 17.06 WIB.

“Kami memeriksa mantan Kepala Dinas Pendidikan terkait peran dia dalam pengadaan program bantuan sosial TIK kepada 34 sekolah dasar. Karena kami mendapati ada bukti tertulis keterlibatan dinas,” ujar Wahyudiono di sela-sela pemeriksaan, kemarin.

Program Bansos TIK ke 34 sekolah nilainya mencapai Rp1,8 miliar. Masing-masing SD mendapat dana Rp54 juta. Dana sebesar itu digunakan membeli 4 laptop, 2 layar proyektor, 2 LCD, 3 mobil wifi, dan 4 speaker aktif. Program Kemenpora dan Kemedikdasmen itu swakelola.

Namun, pihak kepala sekolah melalui oknum Dindik Gresik menggandeng pihak ketiga yang dikomandani tersangka Elly Sundari, 37, warga Manyar. Dia menyewa empat bendera rekanan yaitu, CV Bumi Robani, CV Arum Dhalu, CV Sari Rahayu dan CV Serat Baja.

Kasi Pidsus Wahyudiono menyebutkan, bila pemeriksaan mantan Kadindik M Nadlif menjadi gong pemeriksaan perkara dugaan korupsi TIK. Sebab, dari 34 kepala sekolah, sebanyak 33 kepala sekolah sudah diperiksa. Termasuk diantaranya beberapa oknum pejabat Dinas Pendidikan.

“Setelah pemeriksaan mantan Kadindik, akan ada pemeriksaan tersangka ES. Selanjutnya kita lakukan konfrontir tersangka untuk membidik tersangka baru. Kami harapkan sepekan lagi sudah ada tersangka baru di perkara dugaan korupsi TIK,” katanya.

Sayangnya, Wahyudiono menolak menyebutkan tersangka baru tersebut. Hanya, dia menegaskan, bila sudah mengantongi bukti-bukti yang kuat untuk menjerat tersangka baru dalam dugaan korupsi TIK.

“Lihat saja nanti. Pokoknya kami mengantongi bukti-bukti untuk menjeratnya,” tegasnya lagi.

Nadlif yang dikonfirmasi mengatakan, pihaknya mengakui bila diperiksa terkait program TIK senilai Rp1,8 miliar. Hanya, pihaknya menolak memberikan komentar lebih lanjut. Alasannya dririnya sudah menyerahkan masalah pemeriksaan ke jaksa penyidik.

“Memang diperiksa masalah TIK. Lengkapnya ditanyakan ke penyidik saja,” tukasnya.( tik)

Editor: sutikhon

About Editor02

Check Also

NH alias Nur Hudi Didin Arianto pemilik Pesanggrahan Keramat Ki Ageng, akhirnya ditahan Satreskrim Polres Gresik

Pemilik Pesanggrahan Ki Ageng NH Sore Ini Ditahan

# NH alias Nur Hudi Didin Arianto yang juga pemilik Pesanggrahan Keramat Ki Ageng, akhirnya …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.