GRESIK – Laut Gresik kembali menelan korban. Matrakim, nelayan yang akrab disapa Yaik, hilang di perairan setempat pada Senin siang, 5 Januari 2026. Pria yang sehari-hari mengantar anak buah kapal (ABK) itu diduga terjatuh dari perahunya saat pulang sendirian.
Kejanggalan terkuak dari rekaman CCTV pelabuhan. Sekitar pukul 15.00 WIB, perahu milik Yaik terlihat melaju kencang menuju darat—tapi kosong, tanpa pengemudi. Bapak tiga anak asal Kelurahan Lumpur, Kecamatan Gresik, itu lenyap begitu saja.
Lurah Lumpur, Eka Prapangasta Widya Darma, membenarkan peristiwa itu. “Benar ada warga kami bernama Matrakim hilang di laut usai mengantarkan orang ke kapal,” katanya.
Kabar itu langsung menyentak komunitas nelayan. Rekan-rekan Yaik bergerak cepat. Mail, salah satu nelayan setempat, menceritakan bagaimana solidaritas sesama pelaut langsung terpicu. “Tadi dapat kabar Yaik hilang, nelayan dari balai celek dan gede langsung mencari bareng-bareng. Tapi belum ketemu,” ujarnya.
Hingga petang itu, pencarian mandiri warga belum membuahkan hasil. Cuaca buruk dan gelapnya malam memaksa mereka menunda. Rencananya, pencarian dilanjutkan pagi ini, Selasa 6 Januari 2026.
Mail menambahkan harapan sederhana yang menggantung di benak semua orang. “Mugo-mugo dino iki iso ketemu,” tuturnya dalam dialek Jawa yang sarat doa.
Keluarga dan warga kini hanya bisa menunggu. Mereka terus berkoordinasi dengan pihak berwenang untuk memperluas pencarian di perairan Gresik yang luas dan tak kenal ampun ini.
Editor : Akhmad Sutikhon











