Nikah Dini Karena Hamil Duluan Tren Naik Di Ujungpangkah

- Editorial Team

Jumat, 7 Oktober 2016 - 09:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

dinikabargresik.com – Nikah  akibat hamil duluan mendominasi kasis nikah dini di Ujungpangkah Gresik. Pada  Minggu pertama Oktober saja tercatat  5 pasangan yang mengajukan pernikahan dibawah umur. Jumlah ini meningkat, mengingat tahun lalu hanya ditemukan 3 kasus.

Kasus pernikahan dini seakan tak ada habisnya, masih banyak perempuan di bawah usia 18 tahun yang memulai kehidupan rumah tangga. Di kecamatan Ujungpangkah sendiri angka pernikahan terjadi tren penurunan, namun kasus pernikahan dini di proyeksikan meningkat sampai 50%.

Data sampai bulan Oktober 2016 jumlah pasangan yang menikah berjumlah 340 pasang suami istri hal ini mengalami penurunan dari tahun lalu yang berjumlah 451 pasang suami istri, Tren penurunan pernikahan di Ujungpangkah di karenakan banyaknya perantau yang menikah di luar kecamatan dan luar kota.

Menurut UU Perkawinan 1974, batas minimal usia perkawinan adalah bagi perempuan 16 tahun dan bagi laki-Laki 19 tahun. Tetapi dalam kasus pernikahan dini, remaja yang umurnya belum memenuhi syarat boleh mengajukan pernikahan tetapi harus di putuskan oleh pengadilan agama.

Tren penurunan berbanding terbalik dengan kasus pernikahan dini, sampai awal Oktober saja sudah 5 kasus, jumlah ini sangat besar mengingat tahun lalu cuma di temukan 3 kasus.

Nur Yanto kepala KUA Ujungpangkah
Nuryanto kepala KUA Ujungpangkah

Salah satu faktor terjadinya pernikahan dini adalah pergaulan bebas remaja sehingga terjadinya hamil terlebih dahulu. “Karena kurangnya pengawasan orang tua, remaja yang seharusnya masih duduk di sekolah sudah nikah karena hamil terlebih dulu” ujar Nuryanto yang juga kepala KUA Ujungpangkah. Kamis (6/10/2016).

Baca Juga :  Mawar dari Jelantah Rayakan Hari Ibu di Gresik

Hal ini cukup mengkhawatirkan karena pernikahan dini di tahun ini ke semuanya di karenakan hamil terlebih dahulu. Kondisi keluarga dan lingkungan turut serta mempengaruhi kenakalan remaja dalam hal pergaulan bebas.

Saat di singgung tentang maraknya pernikahan dini, Nuryanto menambahkan “bahwasanya peran masyarakat dan tokoh agama sangat bisa menekan tingginya angka pernikahan dini” tuturnya kepada kabargresik.com

Masyarakat dan tokoh agama di desa-desa serta lembaga pendidikan di harapkan mampu bersinergi untuk mengawasi pergaulan bebas remaja agar kasus pernikahan yang di karenakan hamil duluan bisa berkurang. (akmal/mg1/tik)

Follow WhatsApp Channel www.kabargresik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Nelayan Gresik Matrakim Hilang di Laut Usai Antar Penumpang
Mawar dari Jelantah Rayakan Hari Ibu di Gresik
18 Anak di Gresik Jadi Korban Bullying Sepanjang 2025
24 Kasus Pidana Di Gresik Melibatkan Anak
10 Bulan 11 Orang Bunuh Diri di Gresik 2025: Sebuah Laporan Investigasi
Mikroplastik Ditemukan di Urin dan Air Ketuban Ibu Hamil Di Gresik
Kasus Nikah Dini Anak di Gresik Turun, Satgas SIGAP Dibentuk
Gresik Luncurkan Desa Migran EMAS Pertama di Jatim
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 6 Januari 2026 - 15:01 WIB

Nelayan Gresik Matrakim Hilang di Laut Usai Antar Penumpang

Senin, 22 Desember 2025 - 01:28 WIB

Mawar dari Jelantah Rayakan Hari Ibu di Gresik

Senin, 15 Desember 2025 - 15:17 WIB

18 Anak di Gresik Jadi Korban Bullying Sepanjang 2025

Kamis, 6 November 2025 - 17:21 WIB

24 Kasus Pidana Di Gresik Melibatkan Anak

Kamis, 30 Oktober 2025 - 21:18 WIB

10 Bulan 11 Orang Bunuh Diri di Gresik 2025: Sebuah Laporan Investigasi

Berita Terbaru

Muhammadiyah Gresik

Dalam Kemahiran, 1.200 Siswa Padati MDTC Panceng 

Jumat, 16 Jan 2026 - 21:13 WIB