GRESIK – Suasana hangat dan penuh kebersamaan terlihat di aula UPT SD Negeri 94 Gresik pada kegiatan penutupan Pondok Ramadan 1447 Hijriah, yang diakhiri dengan buka puasa bersama dan santunan anak yatim.
Ratusan siswa berbaju putih duduk bersila di atas karpet hijau yang memenuhi ruangan. Aula sekolah tampak semakin semarak dengan hiasan lampion kertas warna-warni yang menggantung dari langit-langit.
Para siswa terlihat bercengkrama dengan teman-temannya sambil menunggu waktu berbuka puasa. Sebagian dari mereka memegang botol minum, menanti detik-detik kumandang azan Magrib.
Pesan Kepala Sekolah
Kegiatan dibuka dengan sambutan Kepala UPT SD Negeri 94 Gresik, Hartik. Ia mengungkapkan rasa bangga kepada para siswa yang telah mengikuti rangkaian kegiatan Pondok Ramadan dengan penuh antusias.
“Pondok Ramadan tahun ini bukan hanya soal menghafal doa atau memperbaiki bacaan salat. Hari ini, melalui santunan anak yatim, kita sedang mempraktikkan pelajaran yang paling sulit namun paling mulia, yaitu keikhlasan berbagi,” ujarnya.
Ia berharap para siswa tidak hanya tumbuh cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan hati yang lembut.
“Saya ingin anak-anak UPT SD Negeri 94 Gresik tumbuh dengan cerdas otaknya, tapi juga lembut hatinya,” tambahnya.
Suasana Cair dari MC
Di sela-sela acara santunan, suasana semakin meriah ketika Ustadzah Fitri selaku pembawa acara mengajak para siswa tetap semangat menunggu waktu berbuka.
“Ayo mana suaranya UPT SD Negeri 94? Meskipun perut sudah mulai konser, tapi kalau melihat kakak dan teman kita tersenyum menerima santunan, rasanya lapar kita jadi hilang ya? Ingat, tangan di atas itu jauh lebih keren daripada tangan di bawah,” ujarnya yang langsung disambut tepuk tangan para siswa.
Doa Menjelang Berbuka
Menjelang azan Magrib, suasana aula yang sebelumnya riuh mendadak menjadi hening. Seluruh peserta menundukkan kepala mengikuti doa yang dipimpin oleh Muhammad Syaifullah.
“Ya Allah, Sang Pemilik segala berkah. Terimalah amalan Pondok Ramadan kami selama beberapa hari ini. Jadikan setiap rupiah santunan yang diberikan hari ini sebagai cahaya penolong bagi kami di akhirat kelak,” doa yang dipanjatkan dengan penuh khidmat.
Tak lama kemudian, azan Magrib berkumandang. Para siswa pun membatalkan puasa dengan air mineral dan takjil sederhana yang telah disiapkan.
Penutupan Pondok Ramadan ini menjadi penanda berakhirnya rangkaian kegiatan keagamaan di sekolah tersebut. Namun, pihak sekolah berharap nilai-nilai berbagi dan kepedulian sosial yang telah ditanamkan dapat terus diterapkan oleh para siswa dalam kehidupan sehari-hari.
Penulis : Muhammad Syaifullah












